Garut, Jabar | secondnewsupdate.co.id – Setelah bertahun-tahun menghadapi keterbatasan sarana pendidikan dan harus memanfaatkan bangunan masjid tua sebagai tempat belajar, Kelompok Bermain (KB) Kenanga di Jalan Tambakbaya RT 01/RW 12, Desa Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat, kini menyambut harapan baru melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Bantuan revitalisasi tersebut menjadi angin segar bagi lembaga pendidikan anak usia dini yang telah berdiri sekitar 20 tahun itu.
Kehadiran fasilitas baru diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Kepala KB Kenanga, Pini Anggeriyani, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto, serta seluruh pihak yang telah mendukung terealisasinya program revitalisasi tersebut.
Saat dikonfirmasi, Pini mengungkapkan bahwa perjalanan KB Kenanga dalam memberikan layanan pendidikan bagi anak-anak usia dini tidak selalu berjalan mudah. Rabu (21/10/2026).
Keterbatasan fasilitas menjadi tantangan yang harus dihadapi selama bertahun-tahun.
Bahkan, demi memastikan kegiatan pembelajaran tetap berlangsung, pihak sekolah sempat menggunakan bangunan masjid yang kondisinya sudah tua sebagai tempat kegiatan belajar mengajar.
“Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih kepada pemerintah dan seluruh jajaran terkait, khususnya Bapak Presiden Prabowo Subianto, yang telah merealisasikan program revitalisasi ini. Dengan adanya bangunan baru, anak-anak kami bisa belajar dengan lebih nyaman, aman, dan bahagia,” ujar Pini.
Pernah Khawatir Keselamatan Anak, Kini Menyambut Fasilitas Baru
Di balik keberlangsungan kegiatan belajar selama ini, tersimpan kekhawatiran pihak sekolah terhadap kondisi bangunan yang sebelumnya digunakan.
Selain sudah berusia tua, bangunan masjid tersebut juga pernah terdampak gempa sehingga menimbulkan kecemasan terkait keselamatan peserta didik.
Situasi itu menjadi tantangan tersendiri bagi para pendidik yang setiap hari mendampingi anak-anak dalam proses belajar.
Sebab, pada jenjang pendidikan anak usia dini, keamanan lingkungan menjadi salah satu aspek penting yang harus diperhatikan selain kualitas pembelajaran.
“Dulu kami sempat menumpang di masjid yang sudah tua dan pernah terdampak gempa. Kami merasa khawatir dengan kondisi bangunannya, takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Namun, alhamdulillah, dengan adanya bantuan ini, kegelisahan kami berkurang karena anak-anak nantinya bisa belajar di tempat yang lebih aman,” ungkapnya.
Melalui program revitalisasi ini, KB Kenanga diharapkan tidak lagi bergantung pada fasilitas yang sebelumnya digunakan.
Kehadiran ruang belajar yang lebih layak juga menjadi langkah penting untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan bagi anak-anak di lingkungan Desa Pameungpeuk.
Bangun Ruang Kelas, Toilet hingga Pagar Sekolah
Pekerjaan revitalisasi KB Kenanga mencakup pembangunan satu ruang kelas baru (RKB), satu unit toilet, pemagaran, serta penataan lingkungan sekolah.
Penyediaan fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih tertata, bersih, dan nyaman bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.
Pelaksanaan pembangunan dilakukan melalui Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), dengan melibatkan enam orang pekerja yang seluruhnya berasal dari lingkungan setempat.
Keterlibatan tenaga kerja lokal ini turut memberikan kesempatan bagi masyarakat sekitar untuk berpartisipasi secara langsung dalam proses pembangunan fasilitas pendidikan di wilayahnya.
Menurut Pini, pekerjaan revitalisasi mulai dilaksanakan pada pertengahan September 2026 dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar empat minggu.
Selama proses pembangunan berlangsung, kegiatan belajar mengajar untuk sementara kembali dilaksanakan di tempat sebelumnya.
Setelah pekerjaan selesai, peserta didik direncanakan kembali menempati bangunan KB Kenanga yang telah direvitalisasi.
Layani 30 Anak, Berharap Kualitas PAUD Terus Meningkat
Saat ini, KB Kenanga memiliki 30 peserta didik yang terbagi dalam dua rombongan belajar (rombel).
Jumlah tersebut menjadi bagian dari upaya lembaga dalam memberikan layanan pendidikan bagi anak usia dini di wilayah setempat.
Pini berharap, keberadaan fasilitas baru dapat menjadi dorongan bagi peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan bagi seluruh peserta didik.
Menurutnya, sarana dan prasarana yang memadai memiliki peran penting dalam menunjang kegiatan belajar mengajar.
Lingkungan yang aman dan nyaman juga dapat membantu anak-anak mengikuti aktivitas pendidikan dengan lebih baik.
Dengan fasilitas yang semakin layak, para pendidik diharapkan dapat lebih optimal dalam menjalankan tugasnya, mulai dari mendampingi proses belajar hingga mendukung perkembangan kemampuan sosial, emosional, dan dasar-dasar pengetahuan anak.
Pini juga berharap Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak lembaga pendidikan, terutama pendidikan anak usia dini (PAUD) yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur.
Baginya, pemerataan fasilitas pendidikan merupakan bagian penting dalam memberikan kesempatan belajar yang lebih baik bagi setiap anak, tanpa terkendala kondisi sarana dan prasarana sekolah.
“Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pihak yang telah membantu merealisasikan program ini. Semoga bangunan baru ini membawa manfaat besar bagi anak-anak kami dan menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memberikan pendidikan yang terbaik,” pungkasnya.
Revitalisasi KB Kenanga menjadi harapan baru bagi keberlangsungan pendidikan anak usia dini di Desa Pameungpeuk.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, program ini diharapkan mampu menghadirkan ruang belajar yang lebih layak sekaligus memperkuat semangat para pendidik dalam menyiapkan generasi masa depan. (Asan)
