BeritaInformatikaRagam Daerah

Sempat Viral karena Rusak dan Longsor, Jalan Cibeber-Sukahaji Kini Mulus, KDS: Target Jalan Kabupaten Tuntas 2028

115
Bupati Bandung Dadang Supriatna meresmikan ruas jalan sepanjang 2,4 kilometer tersebut di Desa Lebak Muncang, Kamis (15/10/2026).

Kabupaten Bandung, Jabar | secondnewsupdate.co.id – Jalan Cibeber-Sukahaji yang sebelumnya menjadi sorotan publik akibat kerusakan dan longsor, kini tampil mulus setelah diperbaiki melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD). 

Bupati Bandung Dadang Supriatna meresmikan ruas jalan sepanjang 2,4 kilometer tersebut di Desa Lebak Muncang, Kamis (15/10/2026).

Perbaikan jalan yang menghubungkan Kabupaten Bandung dengan Kabupaten Bandung Barat itu menelan anggaran Rp15,2 miliar dari APBN. Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah.

Dadang Supriatna yang akrab disapa KDS mengungkapkan, Jalan Cibeber-Sukahaji memiliki posisi strategis bagi aktivitas warga.

Sebelum diperbaiki, ruas tersebut sempat viral lantaran kondisi jalan rusak dan pembangunan yang terhenti.

“Jalan Cibeber-Sukahaji ini memang sempat viral karena pada saat itu ada pembangunan stuck,” ujar KDS dalam sambutannya saat peresmian, Kamis (15/10/2026).

Menurut Dadang, Pemerintah Kabupaten Bandung kemudian berupaya mendorong kelanjutan pembangunan melalui koordinasi dengan pemerintah pusat.

Bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), dirinya menemui Menteri Pekerjaan Umum untuk mengusulkan penanganan jalan tersebut melalui program IJD.

Upaya itu mendapat respons positif dari Kementerian Pekerjaan Umum. 

Kepala Balai Besar Jalan Nasional DKI Jakarta-Jawa Barat selanjutnya ditugaskan menindaklanjuti penanganan ruas jalan yang menjadi penghubung kedua kabupaten tersebut.

“Alhamdulillah direspons melalui program IJD, Inpres Jalan Daerah,” katanya.

Anggaran Daerah Terbatas, Dukungan Pusat Dibutuhkan

KDS menegaskan, dukungan pemerintah pusat sangat penting untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bandung. 

Pasalnya, kemampuan keuangan daerah menghadapi tekanan setelah Transfer ke Daerah (TKD) berkurang hampir Rp935 miliar.

Di sisi lain, Kabupaten Bandung memiliki wilayah sekitar 174 ribu hektare dengan jumlah penduduk mencapai 3,97 juta jiwa. 

Luas wilayah dan besarnya jumlah penduduk tersebut berbanding lurus dengan kebutuhan pembangunan, termasuk penyediaan jalan yang memadai.

Dadang menjelaskan, total panjang jalan kabupaten di wilayahnya mencapai sekitar 1.500 kilometer. 

Dari jumlah tersebut, sekitar 1.100 kilometer telah diperbaiki, sementara kurang lebih 400 kilometer lainnya masih membutuhkan penanganan, terutama di kawasan perbatasan.

“Program IJD ini adalah instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto,” tegasnya.

Atas terealisasinya perbaikan Jalan Cibeber-Sukahaji, KDS menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto serta Menteri Pekerjaan Umum atas dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bandung.

Jalan Londok Masih Menunggu Perhatian

Selain Jalan Cibeber-Sukahaji, Dadang turut menyoroti ruas Jalan Londok yang masih membutuhkan dukungan anggaran untuk menyelesaikan perbaikannya.

Ia menyebutkan, jalan dari akses jalan nasional menuju Londok memiliki panjang sekitar 25 kilometer. Dari total tersebut, sekitar 15 kilometer telah diperbaiki, sedangkan sisanya masih memerlukan penanganan lebih lanjut.

Untuk menuntaskan pekerjaan tersebut, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp60 miliar hingga Rp80 miliar.

Dadang mengaku telah menyampaikan permohonan dukungan kepada Menteri Pekerjaan Umum melalui surat. Aspirasi itu kembali dititipkan kepada perwakilan kementerian yang hadir dalam peresmian Jalan Cibeber-Sukahaji.

Menurutnya, percepatan pembangunan jalan harus tetap menjadi perhatian bersama, terlebih masih terdapat sejumlah ruas yang membutuhkan peningkatan kualitas untuk menunjang aktivitas ekonomi dan aksesibilitas masyarakat.

KDS Minta Warga Ikut Menjaga Jalan

Di samping mendorong pembangunan, KDS mengingatkan pemerintah desa dan masyarakat agar turut menjaga infrastruktur yang telah selesai diperbaiki.

Pemeliharaan jalan, kata dia, bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi masyarakat agar kondisi jalan tetap terawat dan manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Keberadaan Jalan Cibeber-Sukahaji diharapkan tidak sekadar mengatasi persoalan kerusakan jalan yang sebelumnya dikeluhkan masyarakat, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta memperkuat hubungan antara Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat.

KDS pun menargetkan seluruh jalan kabupaten di Kabupaten Bandung dapat tuntas diperbaiki pada 2028, dengan catatan ketersediaan anggaran mencukupi.

Target tersebut menjadi tantangan tersendiri di tengah keterbatasan fiskal daerah dan masih banyaknya ruas jalan yang membutuhkan penanganan.

Karena itu, sinergi pemerintah kabupaten dan pusat dinilai menjadi salah satu kunci untuk mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur hingga wilayah perbatasan.

Dengan perbaikan Jalan Cibeber-Sukahaji melalui program IJD, Pemerintah Kabupaten Bandung berharap konektivitas antarwilayah semakin baik dan manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. (Apih)

Exit mobile version