BeritaGaya hidupRagam Daerah

Sinergi Pemkab Bandung dan JP-MIRAI Buka Jalan Pekerja Migran ke Jepang, Gratis, Aman, dan Bermartabat

115
Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb (tengah) saat memimpin rapat bersama dengan delegasi JP-MIRAL Selasa (28/7/2026)

Jawa Barat, Kab Bandung l secondnewsupdate .co.id – Pemerintah Kabupaten Bandung terus memperkuat komitmennya dalam mencetak pekerja migran Indonesia (PMI) yang kompeten, terlindungi, dan berdaya saing global. 

Langkah strategis itu diwujudkan melalui sinergi dengan Japan Platform for Migrant Workers towards Responsible and Inclusive Society (JP-MIRAI) guna membangun ekosistem pekerja migran yang aman, inklusif, serta berkelanjutan.

Kolaborasi tersebut tidak hanya membuka peluang kerja yang lebih luas di Jepang, tetapi juga memastikan setiap calon pekerja migran memperoleh pelatihan, pendampingan, perlindungan hak, hingga pemberdayaan setelah kembali ke tanah air.

Komitmen itu mengemuka dalam audiensi antara Pemerintah Kabupaten Bandung dan delegasi JP-MIRAI yang diterima langsung Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, Selasa (28/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Ali menegaskan bahwa keberhasilan penempatan pekerja migran tidak hanya diukur dari banyaknya tenaga kerja yang berangkat ke luar negeri, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang dibangun melalui pelatihan, perlindungan, serta peningkatan kesejahteraan mereka.

“Kami berharap kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam menghadirkan pekerja migran Indonesia yang profesional, berdaya saing global, terlindungi hak-haknya, sekaligus mampu memberikan kontribusi bagi kesejahteraan keluarga dan pembangunan daerah,” ujar Ali.

Menurutnya, Kabupaten Bandung dengan jumlah penduduk hampir 3,9 juta jiwa memiliki potensi sumber daya manusia yang sangat besar. 

Oleh karena itu, pemerintah daerah terus memperkuat berbagai program peningkatan kompetensi masyarakat melalui pelatihan keterampilan, pembelajaran bahasa asing, penyediaan informasi ketenagakerjaan, hingga pendampingan agar masyarakat yang bekerja ke luar negeri berangkat melalui jalur resmi, aman, dan bermartabat.

Pelatihan Bahasa Jepang Gratis, Tingkat Keberhasilan Capai 80 Persen

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung Hilman Komara mengungkapkan bahwa sejak tahun 2021 pihaknya telah menyelenggarakan pelatihan bahasa dan budaya Jepang secara gratis bagi masyarakat.

Program tersebut mendapat respons positif. Hingga kini tercatat sekitar 600 hingga 700 peserta telah mengikuti pelatihan, dan sekitar 80 persen di antaranya berhasil memperoleh pekerjaan di Jepang.

Hilman menjelaskan, kerja sama dengan JP-MIRAI akan semakin memperkuat program tersebut melalui skema Pelatihan dan Penempatan Kerja Luar Negeri Bebas dari Segala Sumbangan (PPKM Bebas).

Melalui program itu, calon pekerja migran dapat mengikuti seluruh proses mulai dari pelatihan hingga penempatan kerja tanpa dipungut biaya.

“Fokus kami adalah masyarakat kurang mampu, khususnya kelompok desil satu sampai empat, sehingga mereka memiliki kesempatan memperoleh pekerjaan yang layak di luar negeri tanpa terkendala biaya,” kata Hilman.

Tak Hanya Berangkat, Pekerja Migran Purna Juga Dipersiapkan Jadi Wirausaha

Tak hanya membahas proses keberangkatan, audiensi tersebut juga menyoroti pentingnya pembinaan pekerja migran setelah menyelesaikan masa kerja di Jepang.

Pemerintah Kabupaten Bandung telah menyiapkan berbagai program pemberdayaan bagi pekerja migran purna agar pengalaman, keterampilan, serta modal yang mereka peroleh selama bekerja di luar negeri dapat dikembangkan menjadi usaha produktif maupun menciptakan lapangan pekerjaan baru di daerah asal.

Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi keluarga pekerja migran sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Melalui sinergi dengan JP-MIRAI, Pemerintah Kabupaten Bandung optimistis mampu membangun sistem pembinaan pekerja migran yang menyeluruh, mulai dari peningkatan kompetensi sebelum keberangkatan, perlindungan selama bekerja di luar negeri, hingga pemberdayaan setelah kembali ke Indonesia.

Kolaborasi ini menjadi salah satu langkah nyata Pemkab Bandung dalam menghadirkan pekerja migran yang profesional, aman, kompeten, dan bermartabat, sekaligus memperkuat kontribusi mereka terhadap pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Apih)

Exit mobile version