BeritaKesehatanRagam Daerah

SPPG Mandiri Bakti Nusantara Klarifikasi Sorotan Publik soal Program MBG di Menes

86
Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mandiri Bakti Nusantara Kadu Gading, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, menyampaikan klarifikasi atas sejumlah aspirasi dan sorotan publik terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut.

Pandeglang Banten// secondnewsupdate.co.id – Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mandiri Bakti Nusantara Kadu Gading, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, menyampaikan klarifikasi atas sejumlah aspirasi dan sorotan publik terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut.

Pimpinan SPPG Mandiri Bakti Nusantara, Wahyudin, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh menjalankan Program MBG sesuai dengan ketentuan dan standar operasional yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kami pada prinsipnya mendukung dan melaksanakan program MBG sesuai arahan dan regulasi dari pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional. Program ini kami jalankan dengan penuh tanggung jawab karena menyangkut kebutuhan gizi anak-anak,” ujar Wahyudin, Kamis (5/2/2026).

Menanggapi aksi penyampaian aspirasi yang dilakukan Gerakan Anak Muda Pandeglang (AMPAN) di depan dapur MBG, Wahyudin menyampaikan permohonan maaf apabila pada saat itu tidak ada perwakilan pengelola yang dapat menemui massa aksi.

“Pada waktu yang bersamaan kami sedang menjalankan aktivitas internal yang tidak bisa ditinggalkan. Namun hal tersebut bukan berarti kami menutup diri terhadap kritik dan masukan dari masyarakat,” jelasnya.

Terkait kekhawatiran publik mengenai keamanan dan kualitas makanan, Wahyudin menegaskan bahwa seluruh proses pengolahan MBG dilakukan dengan memperhatikan aspek kebersihan, keamanan pangan, serta standar gizi yang telah ditentukan.

“Mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, hingga pendistribusian, kami berupaya mengikuti prosedur yang berlaku. Kami juga rutin melakukan evaluasi internal agar kualitas makanan tetap terjaga,” katanya.

Mengenai laporan tidak tersalurkannya MBG selama masa libur sekolah akhir tahun 2025, Wahyudin menjelaskan bahwa pendistribusian program mengikuti ketentuan teknis dan jadwal yang ditetapkan pemerintah.

“Untuk masa libur sekolah, terdapat ketentuan tersendiri dalam pelaksanaan program. Kami menjalankan distribusi sesuai dengan petunjuk teknis yang kami terima,” ujarnya.

Ia juga menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait adanya kasus keracunan makanan yang pernah terjadi di wilayah Kecamatan Menes. 

Menurutnya, kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi pihak pengelola.

“Kami sangat prihatin jika ada kejadian seperti itu. Karena itu kami selalu mengingatkan tim agar lebih disiplin dalam menjaga kualitas dan keamanan makanan,” ungkap Wahyudin.

Lebih lanjut, Wahyudin menegaskan bahwa SPPG Mandiri Bakti Nusantara siap dilakukan evaluasi dan pemeriksaan oleh instansi terkait, baik oleh Badan Gizi Nasional maupun lembaga pengawasan lainnya.

“Kami terbuka dan siap dievaluasi kapan pun. Evaluasi adalah bagian dari upaya perbaikan agar program ini berjalan lebih baik dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap ke depan terjalin komunikasi dan koordinasi yang lebih intens antara pengelola program, pemerintah daerah, dan masyarakat agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

“Kami berharap semua pihak dapat bersama-sama mengawal program ini secara konstruktif demi kepentingan anak-anak dan masa depan bangsa,” pungkasnya. (Sanan)

Exit mobile version