Jawa Barat, Garut l secondnewsupdate.co.id – Prestasi membanggakan kembali datang dari dunia pendidikan madrasah swasta di Kabupaten Garut.
Alisha Fahira, siswi kelas IV MIS Namiatusibyan, Kampung Harempoy, Desa Karyajaya, Kecamatan Bayongbong, sukses merebut Juara 2 lomba puisi tingkat Kabupaten Garut dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Kabupaten Garut.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa siswa madrasah swasta memiliki peluang yang sama untuk menunjukkan kemampuan dan meraih prestasi di tingkat daerah.
Dengan kemampuan membawakan puisi, Alisha mampu bersaing dengan peserta lainnya hingga berhasil menempati posisi kedua dalam kompetisi tersebut.
Prestasinya sekaligus membawa nama MIS Namiatusibyan semakin dikenal melalui jalur seni dan kreativitas siswa.
Bagi pihak sekolah, keberhasilan Alisha bukan sekadar raihan sebuah trofi atau peringkat.
Prestasi terse rebut dinilai menjadi suntikan motivasi bagi siswa lain agar berani mengembangkan potensi yang dimiliki.
Guru MIS Namiatusibyan, Risma Siti Humaidiyyah, mengaku bangga atas capaian yang diraih anak didiknya tersebut.
“Alhamdulillah, kami sangat bangga dengan prestasi yang diraih Alisha. Ini membuktikan bahwa anak-anak dari madrasah swasta juga mampu berkarya dan berkompetisi,” ujar Risma saat diwawancarai, Senin (10/8/2026).
Menurut Risma, keberhasilan Alisha diharapkan menjadi langkah awal untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.
Ia berharap kemampuan siswinya tersebut terus diasah melalui latihan dan pembinaan secara berkelanjutan.
“Kami berharap prestasinya terus meningkat. Semoga ke depan Alisha bisa kembali mengharumkan nama sekolah, keluarga, dan tentunya Kabupaten Garut,” katanya.
Minta Madrasah Swasta Terus Diberi Ruang
Risma juga menyoroti pentingnya dukungan terhadap siswa madrasah swasta yang memiliki bakat di berbagai bidang, baik akademik maupun seni.
Menurutnya, potensi anak tidak semestinya dibatasi oleh status sekolah. Justru dengan dukungan, pembinaan, serta kesempatan tampil dalam berbagai kompetisi, kemampuan para siswa dapat berkembang lebih optimal.
“Dukungan dan apresiasi dari semua kalangan, baik dari pihak sekolah maupun pemerintah, sangat kami harapkan untuk anak-anak sekolah madrasah swasta. Mereka juga memiliki potensi besar dan layak mendapatkan kesempatan untuk berkembang serta berprestasi,” tuturnya.
Prestasi Alisha di ajang Porseni Kabupaten Garut pun menjadi pesan penting bagi dunia pendidikan. Status sekolah bukanlah ukuran mutlak untuk menentukan seberapa jauh seorang siswa mampu berprestasi.
Dengan kemauan belajar, latihan yang konsisten, pembinaan yang tepat, serta dukungan dari keluarga dan sekolah, siswa madrasah swasta juga mampu tampil percaya diri di panggung kompetisi tingkat Kabupaten Garut.
Kini, raihan Juara 2 tersebut diharapkan menjadi pijakan bagi Alisha untuk terus mengasah kemampuan di bidang seni, khususnya puisi, sekaligus menjadi inspirasi bagi siswa-siswa madrasah lainnya di Kabupaten Garut untuk berani bermimpi dan berprestasi. (Asan)
















