Bandung//secondnewsupdate.co.id – Suasana duka menyelimuti Tempat Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Minggu (5/4/2026).
Isak tangis keluarga pecah saat jenazah Mayor Infanteri (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar perlahan dimakamkan dengan upacara militer penuh kehormatan.
Perwira TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon itu kini resmi menyandang pangkat Mayor Anumerta.
Kepergiannya meninggalkan luka mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi institusi TNI dan bangsa Indonesia.
Sebelum dimakamkan, jenazah almarhum diberangkatkan dari rumah duka di kawasan Cimahi Utara.
Prosesi berlangsung khidmat, dengan iring-iringan prajurit yang mengawal penuh hormat, mengantarkan sang perwira menuju tempat peristirahatan terakhirnya.
Di dalam rumah duka, suasana haru begitu terasa. Foto almarhum terpajang berdampingan dengan potret keluarga, menjadi saksi bisu perjalanan hidup seorang prajurit yang dikenal berdedikasi tinggi sekaligus sosok hangat bagi orang-orang terdekatnya.
Tangis keluarga dan kerabat tak terbendung saat prosesi penghormatan terakhir digelar. Sejumlah rekan sejawat dari TNI tampak hadir, berdiri tegap memberi salam penghormatan, sebagai bentuk solidaritas dan penghargaan terakhir kepada sesama prajurit.
Upacara pemakaman dipimpin langsung oleh Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, yang bertindak sebagai inspektur upacara. Di bawah terik matahari, prosesi berlangsung lancar namun penuh kesedihan yang mendalam.
“Atas nama Tentara Nasional Indonesia, saya mengucapkan belasungkawa yang sebesar-besarnya atas gugurnya prajurit terbaik TNI,” ujar Agus dalam amanatnya.
Menurutnya, almarhum merupakan sosok prajurit unggul yang berdinas di Grup II Kopassus TNI AD. Selama bertugas, Zulmi dikenal memiliki rekam jejak prestasi yang gemilang dan kerap menerima penghargaan dari satuannya.
Prestasi itulah yang mengantarkannya dipercaya menjalankan misi internasional bersama pasukan perdamaian di bawah naungan PBB di Lebanon.
Namun, tugas mulia tersebut harus dibayar dengan pengorbanan tertinggi.
“Beliau adalah prajurit yang selalu menunjukkan dedikasi luar biasa. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi kita semua,” lanjut Agus.
Di balik duka mendalam, tersimpan kebanggaan atas pengabdian almarhum. Negara memastikan seluruh hak keluarga akan diberikan, termasuk santunan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) senilai Rp1,2 miliar.
Selain itu, keluarga juga akan menerima santunan risiko kematian khusus sebesar Rp450 juta, manfaat asuransi, beasiswa pendidikan bagi anak, Rp 30 juta per anak, serta berbagai bantuan lain dari TNI dan pemerintah.
Kepergian Mayor Zulmi menjadi pengingat akan besarnya pengorbanan prajurit Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia. Ia berpulang sebagai pahlawan, meninggalkan jejak pengabdian yang akan terus dikenang sepanjang masa. (Bagdja)
