Kabupaten Tangerang, Banten l secondnewsupdate.co.id – Proyeksi awal capaian Retribusi PBG, Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) kabupaten Tangerang mencatat realisasi retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) tahun 2026 pada triwulan I sebesar 15 %, sampai dengan Triwulan II terjadi pencapaian ditargetkan mencapai 40% , dan pencapaian target retribusi triwulan ke III sebesar 75% sampai dengan triwulan ke IV sebesar 100%.
Menurut keterangan kadis DTRB Hendri Darmawan yang disampaikan oleh Sekertaris Dinas DTRB Erni Nurlaeni mengutarakan, ” , Berdasarkan data DTRB, target retribusi PBG Tahun 2026 ditetapkan secara bertahap, yakni 15 persen pada Triwulan I, 40 persen sampai Triwulan II, 75 persen sampai Triwulan III, dan 100 persen pada Triwulan IV.

Namun. Realisasi pada Triwulan I tercatat sebesar Rp 24,79 miliar atau 27,54 %. Kemudian pada Triwulan II meningkat menjadi Rp 45,60 miliar atau 50,67 %. Hingga Triwulan III. Namun capaian retribusi baru menyentuh angka Rp 65,64 miliar atau 72,94 % pada Triwulan ke III,.. Angka tersebut masih di bawah target 75 % atau defisit 2,05%>
Kenaikan dari Triwulan II ke Triwulan III pun hanya sebesar 22,27 %, belum memenuhi target kenaikan sebesar 35 persen.
Erni, menilai, belum tercapainya target tersebut tidak terlepas dari implementasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 tentang Lahan Baku Sawah (LBS) dan Lahan Sawah Dilindungi (LSD).
“Ya, sangat berpengaruh. Aturan ini berpotensi menyebabkan penurunan atau perlambatan pencapaian target retribusi PBG, terutama di wilayah yang sedang berkembang atau memiliki kawasan industri dan permukiman baru yang bersinggungan dengan LBS dan LSD,” ujar Sekdis DTRB (14/10/2026).
Untuk Triwulan IV, DTRB tetap menargetkan pendapatan sebesar Rp 90 miliar atau 100 persen dari total target tahunan.
Meski tren di Triwulan III mengalami penurunan, DTRB mengaku tetap optimistis dapat melampaui capaian retribusi tahun 2025.
“Kami masih tetap optimistis, tetapi penurunan tren di Triwulan III akibat implementasi aturan tersebut memang menjadi tantangan tersendiri. Kami akan menghitung kembali potensi nilai retribusi untuk menyusun proyeksi Kuartal IV yang lebih realistis,” tegasnya. (Dia)
















