Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaKesehatanRagam Daerah

Tekan Stunting di KBB yang Tembus 38 Persen, Pemprov Jabar Berkolaborasi Dengan DPRD KBB, Salurkan Ribuan Paket Protein Hewani ke 10 Desa!

153
×

Tekan Stunting di KBB yang Tembus 38 Persen, Pemprov Jabar Berkolaborasi Dengan DPRD KBB, Salurkan Ribuan Paket Protein Hewani ke 10 Desa!

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Komisi II, Hj. Sri Dewi Anggraini, Camat Parongpong Agus Ganjar Hidayat, saat dikonfirmasi oleh wartawan

KBB, Jabar | secondnewsupdate.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mengintensifkan upaya percepatan penurunan angka stunting. 

Kali ini, melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan yang bersinergi dengan DPRD Provinsi Jawa Barat, bantuan paket protein hewani disalurkan kepada masyarakat di Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Senin (2/11/2026).

Example 300x600

Program intervensi pemenuhan gizi tersebut menjadi langkah konkret pemerintah dalam menangani persoalan stunting, khususnya di wilayah Kabupaten Bandung Barat yang masih mencatatkan prevalensi cukup tinggi.

Kegiatan tersebut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Komisi II, Hj. Sri Dewi Anggraini, Camat Parongpong Agus Ganjar Hidayat, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bandung Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Sri mengungkapkan bahwa Kabupaten Bandung Barat menjadi salah satu daerah dengan angka stunting tertinggi di Jawa Barat, yang disebut mencapai 38 persen.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat. Karena itu, diperlukan keterlibatan nyata pemerintah melalui berbagai program intervensi untuk memperbaiki asupan gizi dan nutrisi anak.

“Melalui program pembagian protein hewani ini, setiap penerima mendapatkan paket berisi tiga kilogram ayam, dua liter susu, dan dua kilogram telur. Alhamdulillah, program ini menyasar 10 desa di Kabupaten Bandung Barat yang secara data memiliki angka stunting tertinggi,” ujar Sri.

Ia menegaskan, penanganan stunting tidak cukup hanya melalui pemberian bantuan dalam satu waktu. 

Diperlukan langkah berkelanjutan dan pendekatan menyeluruh, mulai dari pemenuhan gizi ibu selama masa kehamilan hingga pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita secara rutin melalui posyandu.

Menurutnya, pemenuhan nutrisi yang memadai bagi ibu dan anak menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah terjadinya stunting.

Adapun penetapan penerima bantuan dilakukan berdasarkan data posyandu dan basis data terpadu kesejahteraan sosial, terutama masyarakat yang masuk kelompok desil 1 hingga 4 atau kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling membutuhkan.

“Dengan intervensi ini, kami optimistis ke depan akan ada progres penurunan angka stunting di desa-desa penerima manfaat,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Parongpong Agus menyampaikan apresiasi atas kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama DPRD Provinsi Jawa Barat dalam menghadirkan program bantuan pemenuhan gizi bagi masyarakat.

Menurut Agus, bantuan tersebut memiliki nilai strategis dalam mendukung peningkatan kualitas gizi bayi dan balita, sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting di wilayah Kecamatan Parongpong.

“Kerja sama ini merupakan program unggulan yang dicanangkan provinsi, dan Kecamatan Parongpong menjadi salah satu penerima manfaat. Kami berharap angka stunting di wilayah ini semakin menurun, yang tentunya harus diimbangi dengan perubahan pola asuh dan perilaku hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat agar tumbuh kembang anak berjalan optimal,” tutur Agus.

Ia menjelaskan, dari 10 desa yang menjadi sasaran program di Kabupaten Bandung Barat, Kecamatan Parongpong mendapatkan alokasi bantuan untuk dua desa, yakni Desa Cihideung dan Desa Cihanjuang.

Masing-masing desa memperoleh sebanyak 150 paket bantuan protein hewani untuk disalurkan kepada masyarakat yang memenuhi kriteria penerima manfaat.

Melalui sinergi lintas pemerintahan, distribusi bantuan yang tepat sasaran, serta pendampingan gizi secara berkelanjutan, program ini diharapkan mampu mempercepat penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Bandung Barat.

Lebih dari sekadar bantuan pangan, intervensi tersebut menjadi bagian dari investasi jangka panjang untuk membangun generasi Jawa Barat yang sehat, cerdas, dan berkualitas. (Hendra)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600