BeritaInformatikaRagam Daerah

Tokoh Eks JI Medan Tegaskan Ukhuwah Wathaniyah, Ajak Bersama Cegah Radikalisme dan Terorisme

23
Tokoh Eks JI Medan Tegaskan Ukhuwah Wathaniyah, Ajak Bersama Cegah Radikalisme dan Terorisme

Medan//secondnewsupdate.co.id – Tokoh eks Jamaah Islamiyah (JI) Medan, Ustaz Ahmad Khumaidi, menegaskan bahwa seluruh warga negara Indonesia adalah saudara sebangsa dalam bingkai ukhuwah wathaniyah. Karena itu, menjaga persatuan dan menangkal paham radikalisme serta terorisme merupakan tanggung jawab bersama, bukan semata tugas aparat keamanan.

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Dialog Cinta Tanah Air bertajuk “Implementasi Nilai-Nilai Persatuan dan Kesatuan Guna Menjaga Situasi Kamtibmas yang Aman dan Kondusif dari Ancaman Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme”, yang digelar di Cafe Roemah Kayu, Jalan AH Nasution, Kota Medan, Sabtu (8/2/2026).

“Seluruh warga negara Indonesia adalah saudara. Kita semua memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian, serta mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Ustaz Khumaidi.

Ia menekankan, keamanan nasional tidak hanya menjadi beban aparat penegak hukum, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif masyarakat. Menurutnya, warga dapat berperan melalui deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.

Tokoh eks Jamaah Islamiyah (JI) Medan, Ustaz Ahmad Khumaidi, menegaskan bahwa seluruh warga negara Indonesia adalah saudara sebangsa dalam bingkai ukhuwah wathaniyah.

“Insyaallah kami siap ikut menjaga Indonesia tetap aman dan terkendali. Keamanan adalah tugas bersama, masyarakat juga memiliki peran penting dalam menciptakan situasi yang kondusif,” katanya.

Dialog Cinta Tanah Air tersebut diikuti peserta yang berasal dari kelompok eks Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan eks Jamaah Islamiyah (JI) di Kota Medan.

Kegiatan ini merupakan rangkaian lanjutan dari deklarasi bersama yang telah dilaksanakan sehari sebelumnya, Jumat (6/2/2026), terkait komitmen menjaga situasi kamtibmas dari ancaman radikalisme dan terorisme di wilayah Medan dan sekitarnya, sekaligus penyaluran bantuan sembako.

Dalam kesempatan itu, Ustaz Khumaidi juga menyoroti pentingnya keamanan sebagai fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia mencontohkan doa Nabi Ibrahim AS yang memohon agar negerinya dianugerahi keamanan.

“Keamanan adalah modal utama menuju kemakmuran. Tidak ada artinya kesejahteraan jika sebuah negara tidak aman,” tuturnya.

Sementara itu, Ustaz Amri menambahkan bahwa nilai persatuan telah menjadi ajaran fundamental dalam Islam. Ia menegaskan bahwa persatuan merupakan kunci keberhasilan bangsa dan menjadi faktor utama dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

“Persatuan adalah sesuatu yang mutlak. Bangsa ini merdeka karena seluruh elemen bersatu. Perpecahan hanya akan melemahkan,” ucapnya.

Menurut Ustaz Amri, persatuan dan kesatuan merupakan nikmat besar yang harus dijaga dengan penuh kesadaran. 

Ia menyebutkan beberapa cara mensyukuri nikmat persatuan, antara lain dengan saling mengenal, saling memahami, saling tolong-menolong, serta siap menanggung beban sesama anak bangsa.

Melalui kegiatan ini, para tokoh dan peserta berharap tumbuh kesadaran kolektif untuk terus memperkuat persatuan nasional demi menjaga keamanan dan kedamaian, sekaligus menutup ruang bagi berkembangnya paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme. (Rizky)

Exit mobile version