BeritaRagam Daerah

Tradisi Sambut Prajurit Baru di Kodim Boyolali, Dandim Tekankan Loyalitas dan Profesionalisme

122
Kodim 0724/Boyolali kembali menggelar tradisi penyambutan anggota baru sebagai bagian dari pembinaan satuan sekaligus upaya menanamkan kebanggaan, loyalitas, jiwa korsa, dan profesionalisme prajurit.

Jawa Tengah, Boyolali l secondnewsupdate.co.id – Kodim 0724/Boyolali kembali menggelar tradisi penyambutan anggota baru sebagai bagian dari pembinaan satuan sekaligus upaya menanamkan kebanggaan, loyalitas, jiwa korsa, dan profesionalisme prajurit.

Kegiatan yang dipimpin langsung Komandan Kodim 0724/Boyolali Letkol Inf Gunawan Nurbathin tersebut berlangsung di Lapangan Apel Makodim 0724/Boyolali, Jalan Padanaran, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Rabu (12/8/2026).

Rangkaian tradisi diawali dengan orientasi pengenalan wilayah Kabupaten Boyolali. Para prajurit baru diajak menyusuri sejumlah ikon dan pusat pemerintahan daerah, mulai dari Simpang Siaga, Patung Susu Tumpah, Kantor Bupati Boyolali, kawasan perkantoran pemerintah daerah hingga Makodim 0724/Boyolali.

Jarak yang ditempuh dalam kegiatan tersebut sekitar 5 kilometer.

Dalam amanatnya, Letkol Inf Gunawan Nurbathin menegaskan bahwa setiap prajurit yang baru bergabung harus segera beradaptasi dengan lingkungan satuan. Menurutnya, rasa memiliki, kecintaan dan tanggung jawab terhadap satuan harus ditanamkan sejak awal sebagai modal dalam menjalankan tugas.

“Tanamkan rasa memiliki, mencintai dan bertanggung jawab terhadap satuan. Segera beradaptasi dan implementasikan kembali sikap teritorial dalam bentuk kinerja terbaik untuk masyarakat di wilayah binaan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, tradisi penyambutan anggota baru yang telah menjadi bagian dari pembinaan di Kodim 0724/Boyolali tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial.

Tradisi itu menjadi sarana untuk mengenalkan wilayah satuan, membentuk mental prajurit yang tangguh, memperkuat jiwa korsa serta menumbuhkan loyalitas dan kebanggaan terhadap satuan.

Dandim juga mengingatkan posisi Babinsa sebagai ujung tombak TNI AD yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, para prajurit dituntut mampu memahami perkembangan situasi di wilayah binaan serta mengedepankan kemampuan cegah dini, temu cepat dan lapor cepat dalam menghadapi berbagai persoalan.

“Jadilah prajurit yang profesional dan terus berusaha menjadi lebih baik. Sebagai ujung tombak di lapangan, Babinsa harus mampu hadir dan memberikan solusi bagi masyarakat,” pesannya.

Di akhir amanat, Dandim berpesan kepada seluruh anggota agar menjaga keharmonisan rumah tangga, tetap semangat dan konsisten dalam melaksanakan tugas.

Ia juga mengingatkan prajurit untuk bijak menggunakan media sosial. Menurutnya, setiap unggahan di media sosial dapat membawa dampak, baik terhadap pribadi, keluarga, satuan maupun institusi TNI AD.

“Jaga keharmonisan keluarga, tetap semangat dalam bertugas dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Jangan sampai media sosial justru merugikan diri sendiri maupun satuan,” pungkasnya. (Agus Kemplu)

Exit mobile version