Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
EkonomiInformatikaPendidikanRagam Daerah

Uniga Cetak 41 Apoteker Baru, Angin Segar bagi Pelayanan Kesehatan di Garut

120
×

Uniga Cetak 41 Apoteker Baru, Angin Segar bagi Pelayanan Kesehatan di Garut

Sebarkan artikel ini
Universitas Garut (Uniga) kembali mencetak tenaga kesehatan baru dengan meluluskan 41 apoteker dalam prosesi Pengambilan Sumpah/Janji Apoteker Angkatan XIII Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

Garut/secondnewsupdate.co.id – Universitas Garut (Uniga) kembali mencetak tenaga kesehatan baru dengan meluluskan 41 apoteker dalam prosesi Pengambilan Sumpah/Janji Apoteker Angkatan XIII Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). 

Kegiatan berlangsung khidmat di Hotel Harmoni, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (18/5/2026).

Example 300x600

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi sekaligus rasa bangga atas bertambahnya tenaga apoteker baru di Kabupaten Garut.

Menurutnya, kehadiran para lulusan ini menjadi angin segar bagi sektor kesehatan daerah yang masih menghadapi keterbatasan tenaga medis.

“Kami sangat berbahagia, terutama di lingkungan Dinas Kesehatan, karena mendapatkan tambahan tenaga kesehatan. Hal ini memang sangat kami butuhkan karena saat ini kita masih kekurangan tenaga kesehatan mulai dari dokter spesialis, apoteker, bidan, perawat, sanitarian, ahli gizi hingga analis,” ujar Leli.

Ia menambahkan, dengan jumlah penduduk Kabupaten Garut yang telah mencapai 2,8 juta jiwa, kebutuhan tenaga kesehatan masih sangat tinggi. Karena itu, para apoteker baru diharapkan dapat mengambil peran aktif dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat.

“Peran apoteker sangat strategis, karena di tangan apotekerlah mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien berada,” tambahnya.

Leli berharap para lulusan baru dapat berkontribusi di berbagai fasilitas kesehatan serta bersinergi dengan Dinas Kesehatan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan obat yang aman dan tepat.

Sementara itu, Rektor Universitas Garut, Irfan Nabhani, memberikan apresiasi kepada 41 lulusan Apoteker Angkatan XIII yang berhasil menyelesaikan pendidikan dengan capaian membanggakan.

“Persentase kelulusan angkatan ini mencapai 100 persen. Ini menjadi bukti kekompakan dan semangat kebersamaan dalam melalui seluruh proses pendidikan di Universitas Garut,” kata Irfan.

Ia menjelaskan, prosesi sumpah profesi apoteker sengaja tidak digabungkan dengan wisuda umum karena memiliki makna dan kekhususan tersendiri.

“Hari ini bukan sekadar seremonial akademik, tetapi tonggak perjalanan saudara sekalian memasuki profesi mulia yang menuntut ilmu, integritas, ketelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Junjung tinggi etika profesi, terus tingkatkan kompetensi, dan jaga nama baik almamater Universitas Garut,” tegasnya.

Suasana haru dan bangga turut mewarnai acara saat perwakilan lulusan, Sution, menyampaikan ucapan terima kasih kepada dosen, pembimbing Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA), serta seluruh civitas akademika FMIPA Uniga.

“Jas yang kami kenakan hari ini bukan sekadar simbol keberhasilan, tetapi bukti dedikasi dan kerja keras Bapak/Ibu yang telah membimbing kami hingga sampai di titik ini. Berkat ketulusan dan pengorbanan Bapak/Ibu, kami dapat berdiri di ruangan ini sebagai apoteker baru,” ungkapnya.

Dengan dilantiknya 41 apoteker baru ini, diharapkan kebutuhan tenaga farmasi di Kabupaten Garut dapat semakin terpenuhi sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. (Agung)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600