BeritaRagam Daerah

Viral! Rumah Nenek Entar di Garut Nyaris Roboh, Warga dan Pengusaha Bergerak Cepat, Bangun Kembali dengan Permanen!

98
Warga Kampung Cilanjung, Desa Cipareuan, Kecamatan Cibiuk, kini berbondong-bondong membangun kembali rumah Nenek Entar (72) yang sebelumnya nyaris ambruk.

SNU//Garut – Warga Kampung Cilanjung, Desa Cipareuan, Kecamatan Cibiuk, kini berbondong-bondong membangun kembali rumah Nenek Entar (72) yang sebelumnya nyaris ambruk.

Rumah tak layak huni milik lansia tersebut, yang sempat viral di media sosial, kini diruntuhkan dan mulai dibangun kembali secara permanen dengan pondasi besi beton sejak Senin (17/11).

​Ketua RW 09 Cilanjung mengungkapkan bahwa kondisi memprihatinkan rumah Nenek Entar menyebar luas di media sosial, memicu perhatian dan kepedulian dari banyak pihak.

​Berawal dari kepeduliannya, Ceng Aas, seorang warga Cibiuk, segera menghubungi pengusaha H. Isep dari Sukarame Leles. H. Isep menyambut baik dan menyediakan seluruh bahan bangunan yang dibutuhkan untuk mendirikan rumah baru Nenek Entar.

​Semangat gotong royong menggelora selama proses pembangunan. Tukang bangunan dari warga setempat sukarela menyumbangkan tenaga mereka sebagai wujud kepedulian sosial. Warga lainnya pun aktif berpartisipasi setiap hari, menyediakan makanan, kopi, dan rokok bagi para pekerja.

​Saat ini, pondasi gantung dan besi beton telah terpasang. Rencananya, rumah baru berukuran 4 \times 6 meter ini akan berdiri secara permanen.

​Meskipun pengusaha menanggung biaya material, kebutuhan harian tukang dan warga yang membantu masih mengandalkan swadaya dan sumbangan masyarakat setempat.

​Proses pembangunan rumah janda lansia ini telah dikoordinasikan dengan Kepala Desa Cipareuan, Nandang Mulyadi, serta Kasi PMD Kecamatan Cibiuk, memastikan semua berjalan sesuai prosedur.

​Nenek Entar, yang diketahui sebagai penerima BLT Dana Desa, mengaku dana tersebut selama ini hanya cukup untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Kondisi ekonomi ini membuatnya tidak mampu memperbaiki atau membangun kembali rumahnya.

​Ceng Aas juga sempat berupaya menghubungi sejumlah anggota DPRD Garut untuk mempercepat dukungan. Namun, bantuan dari mereka hingga kini baru sebatas janji pernyataan siap membantu tanpa ada realisasi nyata.

​Selama pembangunan berlangsung, Nenek Entar tinggal sementara di rumah saudaranya. (Agung)

Exit mobile version