BeritaInformatikaPendidikanPolitikRagam Daerah

Wabup Tangerang Buka Sekolah Gender 2026, Dorong Perempuan Jadi Motor Pembangunan Daerah

514
Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, (tengah) secara resmi membuka kegiatan Sekolah Gender Angkatan II Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Gabungan DPRD Kabupaten Tangerang, Rabu (25/2/2026).

Kabupaten Tangerang Banten// secondnewsupdate.co.id – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, secara resmi membuka kegiatan Sekolah Gender Angkatan II Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Gabungan DPRD Kabupaten Tangerang, Rabu (25/2/2026).

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat kesetaraan gender serta meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan.

Dalam sambutannya, Wabup Intan menegaskan bahwa kesetaraan gender bukan sekadar konsep atau slogan, melainkan harus diwujudkan dalam kebijakan, pelayanan publik, dan kehidupan sehari-hari.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat kesetaraan gender serta meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan.

“Perempuan dan laki-laki adalah mitra sejajar dalam membangun daerah. Ketika perempuan berdaya, keluarga menjadi kuat. Ketika keluarga kuat, masyarakat menjadi kokoh, dan Kabupaten Tangerang akan semakin maju serta berkeadilan,” ujarnya.

Sekolah Gender Jadi Ruang Belajar dan Aksi Nyata

Ia menjelaskan, Sekolah Gender bukanlah lembaga pendidikan formal berbentuk fisik, melainkan program pembelajaran singkat (short course) yang menjadi ruang diskusi, berbagi pengalaman, serta merancang aksi nyata untuk mengatasi persoalan berbasis gender.

Program ini diharapkan mampu menghasilkan kontribusi konkret, khususnya dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkeadilan.

“Sekolah Gender ini adalah ruang belajar bersama untuk berdiskusi dan merancang aksi nyata, termasuk kontribusi perempuan dalam menyukseskan program pembangunan,” jelasnya.

Menurutnya, upaya mewujudkan kesetaraan gender tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, DPRD, organisasi masyarakat, dunia pendidikan, tokoh agama, pemuda, dan keluarga.

Ia berharap peserta Sekolah Gender dapat melahirkan langkah nyata, seperti kampanye publik, edukasi di lingkungan pendidikan, pendampingan korban kekerasan, hingga inovasi program berbasis komunitas.

“Kami ingin Sekolah Gender ini tidak berhenti pada diskusi, tetapi menghasilkan rencana aksi konkret dalam mengatasi diskriminasi dan kekerasan berbasis gender,” tegasnya.

DPRD Dukung Penguatan Kapasitas dan Peran Perempuan

Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Sri Panggung, menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program tersebut. 

Ia menilai Sekolah Gender menjadi sarana penting dalam meningkatkan kapasitas dan kepercayaan diri perempuan agar lebih aktif dalam pembangunan.

Menurutnya, program ini akan dilaksanakan dalam empat angkatan, dengan masing-masing angkatan diikuti sekitar 50 peserta.

“Kami ingin perempuan semakin cerdas, berani, produktif, dan mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Tangerang, Asep Suherman, menyampaikan bahwa Sekolah Gender merupakan strategi untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan kapasitas masyarakat, khususnya perempuan.

Ia menekankan bahwa program ini tidak hanya fokus pada peningkatan pemahaman, tetapi juga mendorong lahirnya agen perubahan yang mampu memperjuangkan kesetaraan gender di lingkungan masing-masing.

“Sekolah Gender bukan sekadar pelatihan, tetapi ruang pembelajaran bersama untuk menumbuhkan kesadaran kritis, solidaritas sosial, serta keberanian memperjuangkan hak perempuan secara konstruktif,” jelasnya.

DPRD Dukung Penguatan Kapasitas dan Peran Perempuan Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Sri Panggung,

Melalui program ini, pemerintah daerah berharap dapat menciptakan masyarakat yang lebih inklusif serta memperkuat partisipasi perempuan dalam pembangunan.

“Kami berharap Sekolah Gender dapat melahirkan penggerak perubahan yang mampu mengedukasi masyarakat dan mendorong Kabupaten Tangerang menjadi daerah yang ramah perempuan, inklusif, serta bebas dari diskriminasi dan kekerasan berbasis gender,” pungkasnya. (Diana)

Exit mobile version