BeritaKasusLingkungan HidupPeristiwa

Pascakebakaran TPA Jatiwaringin, Bupati Tangerang Pastikan Mitigasi Berlanjut dan Satgas Tetap Siaga

915
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menegaskan bahwa berakhirnya status kedaruratan bukan berarti seluruh upaya penanganan dihentikan.

Kab Tangerang/ secondnewsupdate.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memastikan upaya penanganan pascakebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin tidak akan berhenti meski masa status kedaruratan resmi berakhir. 

Berbagai langkah mitigasi disiapkan untuk mencegah munculnya kembali titik api selama musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tangerang yang digelar di Aula Pendopo Bupati Tangerang, Selasa (14/7/2026).

Rapat dihadiri unsur pemerintah pusat, Forkopimda, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, serta para relawan guna mengevaluasi penanganan selama masa darurat sekaligus menyusun strategi pada masa transisi pascakebakaran.

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menegaskan bahwa berakhirnya status kedaruratan bukan berarti seluruh upaya penanganan dihentikan.

Menurutnya, seluruh unsur yang tergabung dalam Satgas tetap akan bekerja melakukan mitigasi agar kebakaran tidak kembali terjadi.

“Hari ini kami melakukan evaluasi sekaligus menyusun langkah-langkah pada masa transisi pascakebakaran. Meskipun status kedaruratan berakhir, mitigasi harus tetap dilakukan karena musim kemarau diprediksi masih berlangsung cukup panjang,” ujar Maesyal.

Sebagai langkah pencegahan, BPBD bersama Dinas Lingkungan Hidup akan terus melakukan penyiraman, pembasahan, dan pendinginan secara berkala di seluruh area TPA Jatiwaringin.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali memicu kebakaran.

Selain itu, Pemkab Tangerang juga memperkuat kesiapsiagaan dengan membangun berbagai sarana pendukung penyediaan air.

Di antaranya pembangunan dua unit toren air, pemasangan bioblock sebagai cadangan air, penyediaan mesin alkon berdaya semprot hingga 100 meter untuk menjangkau titik yang sulit diakses mobil pemadam, serta rencana pembangunan tandon air berkapasitas besar.

“Seluruh fasilitas ini akan segera direalisasikan agar proses pembasahan dapat dilakukan lebih cepat dan menjangkau seluruh area rawan,” jelasnya.

Maesyal mengungkapkan, masa transisi pascakebakaran belum memiliki batas waktu yang pasti karena sangat bergantung pada kondisi cuaca dan lamanya musim kemarau. 

Selama masih terdapat potensi kebakaran, proses pendinginan dan pembasahan akan terus dilakukan.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga memberikan perhatian terhadap kesehatan warga yang tinggal di sekitar TPA Jatiwaringin.

Melalui Dinas Kesehatan dan jaringan puskesmas, kondisi masyarakat akan terus dipantau guna mengantisipasi dampak kesehatan akibat kebakaran.

“Kesehatan masyarakat sekitar menjadi perhatian kami. Pemantauan terus dilakukan agar apabila ada dampak yang muncul bisa segera ditangani,” katanya.

Ia menambahkan, Satgas Penanganan Kebakaran TPA Jatiwaringin tetap dipertahankan meski status kedaruratan dicabut. Keberadaan Satgas dinilai penting untuk menjaga koordinasi lintas instansi sehingga seluruh langkah mitigasi dapat berjalan secara terpadu.

“Seluruh unsur Forkopimda, BPBD, dan perangkat daerah tetap bersinergi. Kolaborasi ini menjadi modal utama agar penanganan dan mitigasi dapat berlangsung optimal serta siap menghadapi potensi kebakaran di masa mendatang,” pungkasnya. (Dia).

Exit mobile version