BeritaHukumInformatikaRagam Daerah

Kodim 0728/Wonogiri dan Pemkab Wonogiri Gelar Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026, Perkuat Sinergi Hadapi Musim Kemarau

114
Pemerintah Kabupaten Wonogiri bersama Kodim 0728/Wonogiri dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar Apel Gelar Kesiapsiagaan dalam rangka Latihan Lapangan Penanggulangan Bencana Alam Kebakaran Hutan dan Lahan (Gulbencal Dharma Wana 2026) di Alun-alun Giri Krida Bakti, Kabupaten Wonogiri, Selasa (14/7/2026).

Wonogiri/secondnewsupdate.co.id – Pemerintah Kabupaten Wonogiri bersama Kodim 0728/Wonogiri dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar Apel Gelar Kesiapsiagaan dalam rangka Latihan Lapangan Penanggulangan Bencana Alam Kebakaran Hutan dan Lahan (Gulbencal Dharma Wana 2026) di Alun-alun Giri Krida Bakti, Kabupaten Wonogiri, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus meningkatkan kesiapan personel dan sarana prasarana dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diperkirakan meningkat selama musim kemarau tahun ini.

Wakil Bupati Wonogiri, Imron Rizkyarno, mengatakan apel kesiapsiagaan merupakan bentuk antisipasi terhadap musim kemarau yang diprediksi lebih panjang dan lebih kering akibat pengaruh fenomena El Nino.

Menurutnya, kesiapsiagaan menghadapi bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari TNI, Polri, perangkat daerah, relawan hingga warga.

“Apel ini menjadi wujud komitmen bersama untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat sinergi dalam menghadapi berbagai potensi bencana di Kabupaten Wonogiri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Kabupaten Wonogiri memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi. 

Kondisi geografis yang didominasi kawasan hutan, pegunungan, dan lahan pertanian menjadikan wilayah tersebut rentan terhadap kebakaran hutan dan lahan, terutama saat musim kemarau.

Karena itu, Imron mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran dalam upaya pencegahan bencana dengan tidak membakar sampah sembarangan maupun membuang puntung rokok di kawasan yang berpotensi memicu kebakaran.

“Budaya pencegahan harus dimulai dari masyarakat agar risiko kebakaran hutan dan lahan dapat ditekan sejak dini,” tegasnya.

Sementara itu, Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan menjelaskan bahwa latihan Gulbencal merupakan latihan terpadu untuk menguji kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi berbagai jenis bencana yang kerap melanda Kabupaten Wonogiri.

Ia menyebut bencana seperti banjir, tanah longsor, hingga kebakaran hutan menjadi ancaman yang harus diantisipasi melalui koordinasi dan kesiapan yang matang.

Selain melatih kemampuan personel, kegiatan tersebut juga bertujuan menginventarisasi kesiapan perlengkapan, sumber daya manusia, serta organisasi penanggulangan bencana hingga tingkat desa.

“Apabila terjadi bencana, seluruh unsur sudah siap bergerak sehingga proses penanganan, penyelamatan, dan evakuasi dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan tuntas,” kata Rodricho.

Melalui apel kesiapsiagaan dan latihan lapangan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, relawan, dan masyarakat semakin kuat sehingga mampu meminimalkan dampak bencana serta memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat Kabupaten Wonogiri. (Agus Kemplu)

Exit mobile version