BeritaPendidikanRagam Daerah

Waka Polda Jabar Buka Diktukba SPKT 2026, Tegaskan Pendidikan Humanis Tanpa Kekerasan

128
Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Jawa Barat, Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, secara resmi membuka Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri Berkemampuan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Tahun Anggaran 2026, Senin (20/7/2026).

Bandung/ secondnewsupdate.co.id – Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Jawa Barat, Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, secara resmi membuka Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri Berkemampuan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Tahun Anggaran 2026, Senin (20/7/2026).

Pembukaan pendidikan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia dengan total 4.799 peserta didik. Jumlah tersebut terdiri atas 4.090 peserta pria yang mengikuti pendidikan di 31 Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda serta 709 peserta wanita yang menjalani pendidikan di Sepolwan Lemdiklat Polri.

Membacakan amanat Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri, Komjen Pol. R. Z. Panca Putra Wakapolda Jabar menegaskan bahwa pendidikan selama lima bulan bukan sekadar proses perubahan status dari warga sipil menjadi anggota Polri. 

Lebih dari itu, pendidikan ini merupakan proses pembentukan karakter, mental, dan profesionalisme personel yang akan menjadi garda terdepan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, personel SPKT memiliki peran strategis karena menjadi pintu pertama masyarakat saat mencari perlindungan dan keadilan.

“Masyarakat yang datang ke SPKT sering kali membawa masalah, ketakutan, kebingungan, bahkan keputusasaan. Oleh karena itu, para Bintara ini harus terampil menerima pengaduan dengan cepat, berkomunikasi santun, serta memberikan pelayanan prima dan kepastian hukum,” ujar Adi.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda Jabar juga memberikan perhatian khusus terhadap pola pembinaan selama pendidikan. Ia meminta seluruh pengasuh dan tenaga pendidik menerapkan disiplin secara tegas, adil, dan konsisten tanpa memberi ruang bagi praktik perundungan maupun kekerasan.

Menurutnya, pendidikan kepolisian harus mampu membentuk karakter yang tangguh tanpa menghilangkan nilai-nilai kemanusiaan.

“Pendidikan yang keras tidak harus kasar. Latihan yang berat tidak boleh kehilangan martabat. Ketegasan harus membentuk karakter, bukan menumbuhkan dendam. Tekanan latihan harus memperkuat daya juang, bukan merusak fisik dan mental peserta didik,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Hendra Rochmawan menyampaikan bahwa lulusan Diktukba SPKT Tahun Anggaran 2026 diproyeksikan menjadi insan Bhayangkara yang profesional, berintegritas, menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM), serta mampu memberikan pelayanan publik yang cepat, humanis, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Melalui pendidikan ini, Polri berharap lahir personel SPKT yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis kepolisian, tetapi juga mampu membangun kepercayaan publik melalui pelayanan yang ramah, responsif, dan berkeadilan. (Burhan).

Exit mobile version