BeritaEkonomiInformatikaRagam Daerah

Wakil Bupati Tangerang Dorong Hasil Evaluasi iBangga Jadi Dasar Penguatan Pembangunan Keluarga Kabupaten Tangerang

530
Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah mendorong hasil evaluasi Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga) tidak berhenti sebagai angka statistik, tetapi menjadi pijakan dalam memperkuat kebijakan dan program pembangunan keluarga di Kabupaten Tangerang.

Banten, Kab Tangerang l secondnewsupdate.co.id – Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah mendorong hasil evaluasi Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga) tidak berhenti sebagai angka statistik, tetapi menjadi pijakan dalam memperkuat kebijakan dan program pembangunan keluarga di Kabupaten Tangerang.

Hal tersebut disampaikan Intan saat menghadiri sekaligus membuka Sosialisasi Hasil Evaluasi Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga) Kabupaten Tangerang yang digelar di Vega Hotel Gading Serpong, Kamis (10/9/2026).

Menurut Intan, evaluasi iBangga merupakan instrumen penting untuk melihat sejauh mana pembangunan keluarga telah berjalan sekaligus mengidentifikasi aspek-aspek yang masih membutuhkan perhatian dan penguatan.

“iBangga jangan hanya kita lihat sebagai angka atau indikator kinerja. Di balik setiap angka itu ada keluarga, ada orang tua, ada anak-anak dan ada masyarakat yang menjadi bagian penting dari masa depan Kabupaten Tangerang,” ujar Intan.

Wakil Bupati Kabupaten Tangerang Intan Nurul Hikmah (kedua dari kiri) saat menghadiri sekaligus membuka Sosialisasi Hasil Evaluasi Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga) Kabupaten Tangerang yang digelar di Vega Hotel Gading Serpong, Kamis (10/9/2026).

Karena itu, lanjutnya, hasil evaluasi tersebut harus dimanfaatkan sebagai bahan untuk memperbaiki kebijakan maupun program pemerintah agar semakin tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

iBangga Kabupaten Tangerang tahun 2025 tercatat sebesar 62,2 persen dan masuk kategori berkembang. 

Capaian tersebut diukur melalui tiga dimensi utama, yakni ketenteraman sebesar 74,6 persen, kemandirian 62,2 persen, dan kebahagiaan 49,8 persen.

Bagi Intan, angka tersebut memberikan gambaran penting mengenai kondisi pembangunan keluarga di Kabupaten Tangerang.

Setiap dimensi harus menjadi perhatian agar peningkatan kualitas keluarga dapat berlangsung secara menyeluruh.

Ia menegaskan, pembangunan daerah tidak semata-mata berbicara mengenai pembangunan fisik, pertumbuhan ekonomi maupun penyediaan fasilitas pelayanan publik.

Lebih jauh, pembangunan harus mampu menciptakan keluarga yang berkualitas, sehat, mandiri, harmonis dan bahagia sebagai fondasi terbentuknya masyarakat yang kuat.

“Kita ingin pembangunan keluarga tidak berhenti pada program dan kegiatan, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh setiap keluarga. Kita ingin membangun Kabupaten Tangerang yang tidak hanya maju secara ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga memiliki masyarakat yang sehat, keluarga yang tangguh, anak-anak yang berkualitas, kehidupan sosial yang harmonis dan masyarakat yang bahagia,” tegasnya.

PKK Jadi Mitra Strategis Pemerintah

Dalam kesempatan tersebut, Intan juga menyampaikan apresiasi kepada Tim Penggerak PKK Kabupaten Tangerang yang selama ini terlibat aktif dalam berbagai upaya penguatan keluarga dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia berharap TP PKK terus menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mendukung program pembangunan, khususnya program yang bersentuhan langsung dengan kehidupan keluarga.

Menurutnya, keberadaan kader PKK memiliki nilai strategis karena berada dekat dengan masyarakat. Para kader dapat melihat secara langsung kondisi dan berbagai persoalan yang dihadapi keluarga di wilayah masing-masing.

“ Saya sangat mengapresiasi TP PKK sebagai mitra strategis Pemkab Tangerang. Saya berharap bersama para kader untuk terus mendukung program pemerintah dan melaksanakannya di lapangan dengan penuh tanggung jawab,” katanya.

Intan berharap hasil evaluasi iBangga dapat menjadi bahan refleksi sekaligus pijakan bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kualitas pendampingan terhadap keluarga dan masyarakat.

DPPKB: Data iBangga Harus Berujung pada Kebijakan

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Tangerang Achmad Muchlis mengatakan evaluasi iBangga menjadi bagian penting untuk memperoleh gambaran pembangunan keluarga secara lebih menyeluruh.

Menurut Muchlis, hasil pengukuran iBangga tidak boleh berhenti sebagai data atau angka capaian semata. Data tersebut harus diterjemahkan menjadi bahan perencanaan dan pengambilan kebijakan pemerintah.

“Hasil pengukuran dan pencapaian iBangga perlu dikaji secara lebih mendalam agar tidak hanya menjadi data atau angka capaian, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai bahan perencanaan dan pengambilan kebijakan,” jelas Muchlis.

Ia menambahkan, melalui evaluasi tersebut pemerintah dapat mengetahui aspek pembangunan keluarga yang sudah berkembang sekaligus mengidentifikasi sektor yang masih memerlukan penguatan.

Pembangunan keluarga, kata dia, membutuhkan koordinasi dan sinergi dari berbagai pihak. Karena itu, sosialisasi hasil evaluasi iBangga diharapkan mampu membangun pemahaman bersama serta memperkuat koordinasi lintas sektor.

Dengan demikian, berbagai program pembangunan keluarga di Kabupaten Tangerang dapat dilaksanakan secara lebih terpadu dan tepat sasaran.

Kader PKK Diminta Teruskan Pengetahuan ke Masyarakat

Ketua TP PKK Kabupaten Tangerang Rismawati Maesyal Rasyid yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menilai sosialisasi hasil evaluasi iBangga memberikan pengetahuan penting bagi para kader, terutama Tim Penggerak PKK Kecamatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Risma berharap berbagai materi dan informasi yang diperoleh dalam kegiatan tersebut dapat diteruskan kepada masyarakat di wilayah masing-masing.

“Informasi dan materi yang kita dapatkan hari ini tentu sangat bermanfaat bagi para kader. Ilmu ini nantinya bisa kita sampaikan dan sosialisasikan kepada masyarakat di kecamatan masing-masing,” ujar Risma.

Menurutnya, pengetahuan tersebut akan lebih bermakna apabila dapat diterapkan dalam pendampingan keluarga dan berbagai kegiatan di tengah masyarakat.

“Dengan begitu, apa yang kita dapatkan hari ini tidak berhenti di ruangan ini, tetapi bisa diterapkan dan memberikan manfaat di lapangan,” pungkasnya.

Evaluasi iBangga dengan capaian 62,2 persen tersebut menjadi salah satu gambaran bagi Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk terus memperkuat pembangunan keluarga.

Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap indikator pembangunan keluarga terus mengalami peningkatan dan pada akhirnya bermuara pada terciptanya keluarga yang tangguh, mandiri, harmonis dan bahagia. (Dia)

Exit mobile version