BeritaHukumRagam DaerahTeknologi

Wali Kota Bandung Utamakan Stabilitas Layanan Publik dalam Penataan Kabel Udara

108
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat door stop dikonfirmasi wartawan, menunjukkan sikap tegas sekaligus hati-hati dalam program penataan kabel udara di Kota Bandung.

Bandung/secondnewsupdate.co.id – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menunjukkan sikap tegas sekaligus hati-hati dalam program penataan kabel udara di Kota Bandung. 

Meski penertiban terus berjalan, ia memutuskan menunda pemotongan kabel di kawasan Jalan Asia Afrika hingga seluruh sistem cadangan jaringan benar-benar siap beroperasi.

Keputusan tersebut diambil untuk memastikan tidak terjadi gangguan terhadap berbagai layanan publik yang bergantung pada koneksi internet, mulai dari layanan perbankan hingga Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Farhan menjelaskan, berbeda dengan kawasan Jalan Merdeka yang sudah memiliki dukungan jaringan cadangan memadai, kondisi di Jalan Asia Afrika masih memerlukan persiapan lebih lanjut.

“Pemotongan kabel ini tidak akan mengganggu pelayanan publik, tidak akan kena blackout. Kalau backup jaringannya sudah siap, baru kita potong,” ujar Farhan di Jalan Merdeka, Kota Bandung, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, Pemerintah Kota Bandung tetap berkomitmen menertibkan kabel-kabel udara yang selama ini dinilai mengganggu estetika kota dan melanggar ketentuan. Namun, penegakan aturan tersebut tidak boleh mengorbankan kepentingan masyarakat.

Hasil evaluasi yang dilakukan hingga dini hari menunjukkan masih terdapat sejumlah operator yang belum menyelesaikan proses migrasi jaringan ke kabel bawah tanah. 

Dari total 39 jaringan yang menjadi target penertiban, sebanyak 13 jaringan dinyatakan siap, sementara sisanya masih membutuhkan waktu untuk menyempurnakan sistem cadangan.

Karena itu, Farhan meminta operator telekomunikasi, penyedia layanan internet, serta Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi untuk segera menyepakati jadwal kesiapan masing-masing.

“Kalau pemerintah siap menertibkan. Yang sekarang kita kejar adalah kapan mereka siap. Jangan sampai kita potong ternyata layanan publik terganggu,” katanya.

Farhan mengaku sempat ingin mempercepat proses penertiban. Namun, setelah menerima laporan teknis bahwa sejumlah jaringan cadangan belum berfungsi maksimal, ia memutuskan untuk menunda pemotongan kabel di jalur Asia Afrika.

“Saya tadinya mau main potong saja. Tapi setelah dicek, backup-nya belum 100 persen. Kalau koneksi internet terganggu sekarang dampaknya bisa luas,” ungkapnya.

Ia menilai keberlangsungan layanan digital saat ini menjadi faktor yang tidak dapat diabaikan. Selain layanan perbankan, berbagai layanan pemerintahan dan sektor pendidikan juga sangat bergantung pada kestabilan jaringan internet.

Meski demikian, Farhan memastikan penertiban kabel udara tetap berjalan di titik-titik yang telah memenuhi persyaratan teknis. 

Setelah sistem cadangan dinyatakan aktif dan siap digunakan, proses pemotongan kabel dapat dilakukan tanpa mengganggu layanan.
“Hal yang paling penting itu backup-nya dulu. Kalau sudah aman, langsung potong dan layanan tetap berjalan. Tidak boleh ada jeda,” tuturnya. (Burhan).

Exit mobile version