BeritaHukumInformatikaRagam Daerah

Wali Kota Ngatiyana Gaspol Perkuat Mitigasi Bencana, Warga Cimahi Tengah Dibekali Jurus Hadapi Kebakaran Sejak Dini

817
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa Kecamatan Cimahi Tengah memiliki karakteristik permukiman yang padat sehingga potensi risiko kebakaran harus diantisipasi secara serius.

Cimahi/secondnewsupdate.co.id – Pemerintah Kota Cimahi semakin serius memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman kebakaran. 

Melalui kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Pencegahan serta Penanggulangan Kebakaran Tahun 2026, aparatur kelurahan dan kecamatan dibekali kemampuan menghadapi kondisi darurat agar mampu menjadi garda terdepan saat bencana terjadi.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kecamatan Cimahi Tengah, menjadi bagian dari strategi Pemkot Cimahi dalam membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa Kecamatan Cimahi Tengah memiliki karakteristik permukiman yang padat sehingga potensi risiko kebakaran harus diantisipasi secara serius. 

Menurutnya, kepadatan penduduk memang menjadi kekuatan sosial, namun di sisi lain juga meningkatkan potensi kerugian apabila terjadi keadaan darurat.

“Kita tidak boleh menunggu sampai musibah datang baru belajar bagaimana menyelamatkan diri. Kesiapsiagaan harus dibangun sejak sekarang melalui edukasi dan latihan yang berkelanjutan,” tegas Ngatiyana.

Ia menjelaskan, pengetahuan mengenai mitigasi bencana merupakan investasi penting bagi keselamatan masyarakat. 

Dengan pemahaman yang baik, warga diharapkan mampu mengambil tindakan cepat dan tepat sebelum petugas penanggulangan tiba di lokasi.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi mengenai pencegahan kebakaran, identifikasi potensi bahaya di lingkungan sekitar, prosedur evakuasi mandiri, teknik penyelamatan dasar, hingga langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat.

Pemkot Cimahi menilai aparatur kelurahan dan kecamatan memiliki peran strategis sebagai ujung tombak penyebaran informasi kepada masyarakat. 

Karena itu, ilmu yang diperoleh dalam pelatihan diharapkan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi diteruskan kepada warga melalui berbagai kegiatan di lingkungan masing-masing.

“Jangan hanya disimpan untuk diri sendiri. Bagikan ilmu ini kepada keluarga, tetangga, dan masyarakat agar semakin banyak warga yang memahami cara mencegah dan menghadapi kebakaran,” pesan Ngatiyana.

Menurutnya, keberhasilan penanggulangan bencana tidak hanya bergantung pada kecepatan petugas, tetapi juga ditentukan oleh kesiapan masyarakat dalam melakukan langkah-langkah penyelamatan secara mandiri pada saat-saat pertama terjadinya insiden.

Program edukasi ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Cimahi dalam memperkuat sistem mitigasi bencana berbasis masyarakat. 

Dengan meningkatnya pengetahuan dan kesadaran warga, diharapkan risiko korban jiwa maupun kerugian akibat kebakaran dapat ditekan semaksimal mungkin.

Pemkot Cimahi optimistis, melalui kolaborasi antara pemerintah, aparat kewilayahan, dan masyarakat, akan tercipta lingkungan yang lebih aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang. (Bagdja)

Exit mobile version