Cimahi//secondnewsupdate.co.id– Wali Kota Cimahi Ngatiyana menegaskan bahwa usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan kekuatan utama perekonomian daerah.
Hal tersebut dikarenakan Kota Cimahi tidak memiliki sumber daya alam, namun memiliki sumber daya manusia yang kreatif dan produktif.
“Di Kota Cimahi ada sekitar 5.000 hingga 6.000 UMKM yang menjadi binaan Pemkot Cimahi. UMKM ini menjadi penopang ekonomi masyarakat, karena Cimahi tidak punya sumber daya alam, tapi kita punya sumber daya manusia,” ujar Ngatiyana, Sabtu (3/1/2026).
Ngatiyana menjelaskan, UMKM di Kota Cimahi berkembang di berbagai sektor, mulai dari kuliner, tata busana, hingga kerajinan. Perkembangan tersebut tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga berperan penting dalam penyerapan tenaga kerja serta penurunan angka kemiskinan.
“Alhamdulillah, UMKM ini bukan hanya meningkatkan perekonomian masyarakat, tetapi juga menyerap tenaga kerja. Ini menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kemiskinan di Kota Cimahi,” katanya.
Menurut Ngatiyana, keberhasilan pengembangan UMKM tidak terlepas dari kolaborasi lintas sektor, termasuk peran dunia pendidikan. Keterlibatan sekolah kejuruan (SMK) dinilai mampu melahirkan pelaku UMKM muda yang kreatif dan inovatif di berbagai wilayah, seperti Citeureup, Cibeber, dan kawasan lainnya di Kota Cimahi.
“Anak-anak muda kita, termasuk dari SMK, ternyata sangat kreatif. Potensi-potensi inilah yang harus terus kita gali untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, meskipun kita tidak memiliki sumber daya alam,” ujarnya.
Terkait produk unggulan, Ngatiyana menyebutkan bahwa selain sektor kuliner, kerajinan UMKM Cimahi memiliki potensi besar dan bahkan telah menembus pasar ekspor.
Hal tersebut didukung oleh kemudahan perizinan, pendampingan pengemasan produk, serta fasilitasi akses ekspor oleh pemerintah daerah.
“Produk unggulan Cimahi selain kuliner adalah kerajinan, termasuk batik khas Cimahi dengan motif lokal,” ucap Ngatiyana.
Pemkot Cimahi berkomitmen untuk terus mendorong penguatan UMKM sebagai motor penggerak ekonomi daerah melalui pendampingan berkelanjutan, peningkatan kualitas produk, serta perluasan akses pasar. (Bagdja)
