KesehatanRagam Daerah

Wamenhan-Wamenkes Sambangi RS Dustira, Ngatiyana Beberkan Tantangan Layanan Kesehatan Cimahi

974
Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI) Marsekal TNI (Purn.) Donny Ermawan Taufanto bersama Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Wamenkes RI) Benjamin Paulus Octavianus, melakukan kunjungan kerja sekaligus peninjauan ke Rumah Sakit Tingkat II 03.05.01 Dustira, Kota Cimahi, Jawa Barat, Kamis (8/10/2026).

Cimahi, Jabar l secondnewsupdate.co.id — Perhatian terhadap penguatan pelayanan kesehatan di Kota Cimahi mendapat momentum penting. 

Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI) Marsekal TNI (Purn.) Donny Ermawan Taufanto bersama Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Wamenkes RI)  Benjamin Paulus Octavianus, melakukan kunjungan kerja sekaligus peninjauan ke Rumah Sakit Tingkat II 03.05.01 Dustira, Kota Cimahi, Jawa Barat, Kamis (8/10/2026).

Kunjungan dua kementerian tersebut menjadi perhatian tersendiri karena RS Dustira bukan hanya memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi prajurit TNI dan keluarganya, tetapi juga melayani masyarakat umum.

Dalam kesempatan tersebut, Wamenhan dan Wamenkes melihat secara langsung kondisi serta kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan yang dimiliki RS Dustira, termasuk berbagai potensi pengembangan layanan ke depan.

Kehadiran kedua wakil menteri tersebut turut disambut oleh Wali Kota Cimahi Ngatiyana, yang menyampaikan langsung sejumlah kondisi dan tantangan pelayanan kesehatan di wilayah yang dipimpinnya.

Ngatiyana mengatakan, kunjungan tersebut menjadi kesempatan penting bagi Pemerintah Kota Cimahi untuk menyampaikan gambaran secara langsung mengenai kondisi fasilitas kesehatan, baik rumah sakit maupun puskesmas, sekaligus kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini kita bersama-sama hadir dalam kunjungan Bapak Wamenhan dan Bapak Wamenkes ke Rumah Sakit Dustira,” ujar Ngatiyana.

Menurutnya, dalam pertemuan tersebut Pemerintah Kota Cimahi menyampaikan berbagai informasi mengenai kondisi pelayanan kesehatan di daerah, termasuk kekuatan rumah sakit, keberadaan puskesmas, hingga kondisi masyarakat yang menjadi bagian penting dalam penyusunan kebijakan pelayanan kesehatan.

“Kami tadi melaporkan tentang kekuatan rumah sakit yang ada, puskesmas yang ada, dan kondisi penduduk Kota Cimahi kepada Bapak Wamenkes dan Wamenhan,” ungkapnya.

Ngatiyana menilai, pertemuan tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat, khususnya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Kesehatan Masyarakat Jadi Prioritas

Bagi Pemerintah Kota Cimahi, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat bukan sekadar persoalan fasilitas medis, tetapi juga menyangkut akses, kualitas pelayanan, ketersediaan tenaga kesehatan, serta kemampuan fasilitas kesehatan dalam memberikan layanan secara cepat dan tepat.

Karena itu, Ngatiyana berharap kunjungan Wamenhan dan Wamenkes ke RS Dustira dapat memberikan dampak positif bagi penguatan sektor kesehatan di Kota Cimahi.

Ia berharap hasil kunjungan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan di bidang kesehatan.

“Alhamdulillah, mudah-mudahan ada respons yang bagus untuk Kota Cimahi,” kata Ngatiyana.

Sementara itu, berdasarkan keterangan Kementerian Pertahanan, kunjungan Wamenhan Donny Ermawan Taufanto bersama Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus juga diarahkan untuk melihat langsung kondisi dan kesiapan RS Tk. II Dustira, termasuk rencana pengembangannya.

RS Tk. II Dustira sendiri merupakan rumah sakit milik TNI Angkatan Darat dengan klasifikasi Tipe B. Rumah sakit tersebut berdiri di atas lahan sekitar 14 hektare dengan kapasitas 447 tempat tidur dan didukung 23 klinik.

Sejumlah fasilitas pelayanan tersedia, mulai dari Instalasi Gawat Darurat (IGD) 24 jam, kamar operasi, rawat inap, ICU/ICCU, HCU, PICU/NICU, hingga fasilitas diagnostik seperti MRI, CT-Scan, X-Ray, dan radiologi. 

RS Dustira juga memiliki sejumlah layanan unggulan, antara lain medical check-up, rehabilitasi medik, unit ginjal terpadu dengan 40 mesin hemodialisa, kateterisasi jantung, layanan thalasemia, serta ortopedi dengan operasi minimal invasif tulang belakang.

Dengan fasilitas dan kapasitas tersebut, RS Dustira memiliki posisi strategis dalam mendukung pelayanan kesehatan bagi prajurit, PNS, keluarga besar TNI, maupun masyarakat umum di wilayah Kodam III/Siliwangi.

Sinergi Pusat dan Daerah Diharapkan Semakin Kuat

Ngatiyana berharap kunjungan tersebut tidak berhenti pada agenda peninjauan semata, tetapi dapat menjadi pintu masuk bagi penguatan kolaborasi dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kota Cimahi.

Menurutnya, pemerintah daerah membutuhkan dukungan dan sinergi lintas sektor untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang semakin mudah diakses, berkualitas, merata, dan memberikan manfaat nyata.

“Semoga kunjungan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi dan menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin baik, merata, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan warga Cimahi,” tuturnya.

Kunjungan Wamenhan dan Wamenkes ke RS Dustira sekaligus memperlihatkan bahwa penguatan pelayanan kesehatan membutuhkan kerja bersama.

Pemerintah pusat, pemerintah daerah, institusi TNI, tenaga kesehatan, serta masyarakat memiliki peran masing-masing dalam membangun sistem kesehatan yang tangguh.

Bagi Kota Cimahi, momentum tersebut diharapkan mampu memperkuat perhatian terhadap kebutuhan fasilitas kesehatan sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan bagi masyarakat.

Dengan demikian, sektor kesehatan tidak hanya menjadi urusan institusi pelayanan medis, tetapi menjadi bagian penting dari upaya membangun kualitas hidup masyarakat Cimahi yang lebih sehat, sejahtera, dan berdaya saing. (Bagdja)

Exit mobile version