Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
HukumKasusRagam Daerah

Warga Lingkungan IX Tandatangani Petisi Tolak M Salim Jadi Kepling

117
×

Warga Lingkungan IX Tandatangani Petisi Tolak M Salim Jadi Kepling

Sebarkan artikel ini
Sekitar 25 warga Jalan Perwira II, Lingkungan IX, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur, mendatangi Kantor Wali Kota Medan, untuk menyampaikan penolakan terhadap penunjukan dan pengangkatan M Salim sebagai Kepala Lingkungan (Kepling) IX. Kamis (30/4/2026).

Medan/secondnewsupdate.co.id – Sekitar 25 warga Jalan Perwira II, Lingkungan IX, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur, mendatangi Kantor Wali Kota Medan, untuk menyampaikan penolakan terhadap penunjukan dan pengangkatan M Salim sebagai Kepala Lingkungan (Kepling) IX. Kamis (30/4/2026).

Warga meminta Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mencopot M Salim dari jabatan tersebut. Mereka menilai Salim tidak amanah saat sebelumnya menjabat sebagai Kepling.

Example 300x600

“Kami minta Wali Kota Medan mencopot M Salim sebagai Kepling IX. Siapapun yang menjadi Kepling IX kami terima, asal jangan M Salim,” ujar salah seorang warga, Salbiah.

Menurut warga, mereka telah berada di Kantor Pemko Medan sejak pukul 09.00 WIB dan baru diterima sekitar pukul 11.45 WIB oleh staf Bagian Tata Pemerintahan (Tapem). 

Dalam pertemuan itu, warga diminta menandatangani petisi penolakan atas pengangkatan Salim.

Sebelumnya, sejumlah emak-emak dari Lingkungan IX juga mendatangi Kantor Camat Medan Timur untuk menyampaikan penolakan serupa. Mereka mempertanyakan proses pemilihan dan pengangkatan Kepling yang dinilai tidak transparan.

Salbiah juga mengaku warga yang ikut menyampaikan aspirasi mendapat intimidasi.

“Warga yang ikut menyampaikan aspirasi hari ini diancam tidak akan mendapat bantuan lagi,” katanya.

Warga berharap aspirasi mereka segera ditindaklanjuti. Jika tidak, mereka mengaku akan kembali menggelar aksi ke Kantor Wali Kota Medan.

Sebelumnya, sejumlah emak-emak dari Lingkungan IX juga mendatangi Kantor Camat Medan Timur untuk menyampaikan penolakan serupa. Mereka mempertanyakan proses pemilihan dan pengangkatan Kepling yang dinilai tidak transparan.

Aksi sempat memanas setelah massa menunggu lebih dari tiga jam sebelum akhirnya Camat Medan Timur, Fernanda, menemui mereka.

Dalam pertemuan itu, warga menyatakan dukungan kepada Endang Priska sebagai calon Kepling. Mereka menilai Endang memperoleh dukungan mayoritas warga.

“Kami tidak mau M Salim menjadi Kepling kami. Saat menjabat sebelumnya, dia tidak amanah dan mengecewakan warga,” ujar Irmawati, salah seorang warga.

Warga lainnya, Rini, menyebut Endang memperoleh dukungan sekitar 350 suara dan dinilai lebih dekat dengan masyarakat.

“Selama ini Endang humanis, tidak pernah menyusahkan warga, dan semua urusan dibuat gratis,” katanya.

Warga juga mengungkap sejumlah alasan penolakan terhadap M Salim, di antaranya dugaan pelayanan administrasi berbayar, bantuan masyarakat yang disebut tidak tersalurkan dengan baik, serta minimnya respons terhadap keluhan warga.

Selain itu, muncul pula dugaan adanya ketidaknetralan dalam proses pengangkatan Kepling IX.

Menanggapi aksi tersebut, Camat Medan Timur Fernanda menegaskan pengangkatan kepala lingkungan telah sesuai mekanisme berdasarkan Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 9 Tahun 2017 dan Peraturan Wali Kota Medan Nomor 21 Tahun 2021 tentang pengangkatan dan pemberhentian kepala lingkungan.

“Pengangkatan Kepling sudah sesuai mekanisme. Kami juga akan terus melakukan pengawasan terhadap M Salim. Jika nantinya melanggar aturan, akan segera kami copot,” tegas Fernanda.

Meski demikian, warga mengaku kecewa atas keputusan tersebut dan berencana kembali melakukan aksi ke Kantor Wali Kota Medan sebagai bentuk protes lanjutan. (Rizky)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600