BeritaBudayaInformatikaRagam Daerah

Ziarah HJG ke-213, Bupati Garut Kenang Dedikasi Dede Satibi dan Momon Gandasasmita

43
Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Garut (HJG) ke-213, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin melakukan ziarah ke makam para mantan bupati yang telah berjasa membangun daerah, Jumat (13/2/2026).

Kabupaten Garut// secondnewsupdate.co.id – Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Garut (HJG) ke-213, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin melakukan ziarah ke makam para mantan bupati yang telah berjasa membangun daerah, Jumat (13/2/2026). 

Kegiatan ini menjadi momen refleksi sekaligus penghormatan atas kontribusi para pemimpin terdahulu bagi kemajuan Kabupaten Garut.

Ziarah diawali dengan kunjungan ke Makam Keluarga KH. Mashduqi di Kelurahan Pananjung, yang menjadi tempat peristirahatan terakhir Bupati Garut ke-22, almarhum Dede Satibi. 

Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan ke kawasan Pasirlingga, Desa Jati, untuk berziarah ke makam Bupati Garut ke-20, almarhum Momon Gandasasmita.

Dalam kesempatan tersebut, Abdusy Syakur Amin menegaskan bahwa kegiatan ziarah bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi memiliki makna mendalam sebagai bentuk penghormatan sekaligus pengingat akan perjuangan para pendahulu. Sabtu (14/2/2026).

Menurutnya, kepemimpinan para mantan bupati telah meninggalkan jejak penting bagi pembangunan Garut, baik dalam aspek infrastruktur, tata kelola pemerintahan, maupun nilai-nilai pengabdian kepada masyarakat.

“Kita melihat bagaimana perjuangan yang dilakukan menjadi suri teladan bagi kita semua. Ini mengingatkan bahwa membangun daerah membutuhkan kerja keras, komitmen, dan semangat pantang menyerah demi mewujudkan Garut yang adil, makmur, dan sejahtera,” ujar Syakur.

Ia juga secara khusus mengenang sosok almarhum Dede Satibi sebagai pemimpin yang visioner.

Sejumlah pembangunan strategis, seperti pengembangan kawasan Kerkof serta Sarana Olahraga (SOR) RAA Adiwijaya, disebutnya sebagai bukti nyata kontribusi almarhum dalam memajukan fasilitas publik di Garut. 

Selain itu, nilai transparansi dalam kepemimpinan menjadi warisan penting yang patut diteladani.

Tak hanya itu, Bupati Garut juga menaruh hormat pada dedikasi almarhum Momon Gandasasmita yang dikenal memiliki etos kerja tinggi dan komitmen kuat terhadap pelayanan publik.

“Ini adalah amanah bagi kami untuk melanjutkan perjuangan yang telah dirintis para pendahulu. Mereka telah memberikan contoh nyata tentang pengabdian kepada masyarakat,” katanya.

Kegiatan ziarah tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Garut, serta sejumlah tokoh yang pernah menjadi bagian dari pemerintahan di masa kepemimpinan para mantan bupati.

Kehadiran rombongan pemerintah daerah juga mendapat sambutan hangat dari keluarga para almarhum. 

Perwakilan keluarga Dede Satibi, Arif Bachtiar, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan penghormatan yang diberikan oleh pemerintah daerah.

Ia menilai ziarah tersebut menjadi bentuk penghargaan yang sangat berarti bagi keluarga, sekaligus bukti bahwa jasa para pemimpin terdahulu tetap dikenang.

Ungkapan serupa disampaikan putri pertama almarhum Momon Gandasasmita, Mita Permata Sari. Ia mengaku terharu karena kegiatan ziarah ini menjadi salah satu bentuk penghormatan resmi pemerintah daerah kepada ayahnya.

Mita juga menegaskan bahwa keluarga tetap berkomitmen menjaga dan melanjutkan warisan almarhum, termasuk mengelola Sekolah Tinggi Hukum Garut sebagai bagian dari kontribusi di bidang pendidikan.

Peringatan Hari Jadi Garut ke-213 sendiri menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk tidak hanya merayakan usia kabupaten, tetapi juga memperkuat komitmen melanjutkan pembangunan dengan meneladani nilai-nilai kepemimpinan para tokoh sebelumnya. (Asan)

Exit mobile version