Banjar//secondnewsupdate.co.id – Komitmen memperkuat ekosistem industri halal di Priangan Timur semakin nyata. Bank Indonesia bersama Pemerintah Kota Banjar dan para pemangku kepentingan meresmikan Zona KHAS (Kuliner Halal, Aman, dan Sehat) di Terminal Tipe A Banjar, Sabtu (14/2/2026).
Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan kawasan halal berbasis UMKM di wilayah selatan Jawa Barat.
Peluncuran Zona KHAS tersebut menjadi bagian dari rangkaian Marhaban Festival 2026 dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-23 Kota Banjar sekaligus menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Laura Rulida, menegaskan bahwa kehadiran Zona KHAS di Terminal Tipe A Banjar bukan sekadar simbolis, melainkan merupakan strategi konkret membangun Priangan Timur sebagai pusat pertumbuhan ekonomi halal regional yang terintegrasi dan kompetitif.
Menurut Laura, Terminal Tipe A Banjar memiliki nilai strategis karena menjadi simpul transportasi utama yang menghubungkan wilayah selatan Jawa Barat dengan Jawa Tengah.
Posisi tersebut menjadikan terminal ini sangat potensial sebagai pintu gerbang pengembangan koridor halal Priangan Timur.
“Zona KHAS ini dirancang sebagai gateway halal corridor yang menghubungkan Kota Banjar, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, hingga Kabupaten Pangandaran,” ujarnya.
Pengembangan Zona KHAS difokuskan pada penguatan rantai nilai industri halal secara menyeluruh. Sektor yang menjadi prioritas meliputi kuliner halal, fesyen muslim, serta pariwisata berbasis syariah yang dinilai memiliki potensi besar di Priangan Timur.
Bank Indonesia, lanjut Laura, mendorong peningkatan kualitas pelaku UMKM melalui berbagai program pendampingan, mulai dari fasilitasi sertifikasi halal, pemenuhan standar kebersihan dan sanitasi, hingga perluasan akses pembiayaan dan pasar.
Sepanjang 2025, Bank Indonesia Tasikmalaya bekerja sama dengan Fakultas Agama Islam Universitas Siliwangi dan LPPOM MUI telah mendampingi 17 pelaku UMKM yang tergabung dalam Komunitas Jajanan Enak Terminal Banjar (JET-B) untuk memperoleh sertifikat halal.
Tidak hanya itu, sebanyak 29 pelaku UMKM juga mendapatkan pendampingan untuk memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi melalui kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Banjar.
Zona KHAS Terminal Banjar telah melalui proses verifikasi Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) dan diperkuat dengan Keputusan Wali Kota Banjar Nomor 347 Tahun 2025.
Dengan penetapan tersebut, Kota Banjar menjadi daerah pertama di Priangan Timur yang memiliki Zona KHAS, sekaligus menjadi Zona KHAS pertama di Indonesia yang berada di kawasan Terminal Tipe A.
Keberadaan Zona KHAS memiliki nilai strategis dalam memperkuat konektivitas ekonomi halal di wilayah Priangan Timur. Selain menjadi pusat aktivitas kuliner halal, kawasan ini juga diharapkan berfungsi sebagai pusat edukasi dan promosi produk unggulan UMKM lokal.
Zona ini diharapkan mampu meningkatkan standar kualitas produk, memperluas akses pasar, dan memperkuat daya saing pelaku usaha lokal, baik di tingkat regional maupun nasional.
“Langkah ini akan memperkuat posisi Priangan Timur sebagai pusat pertumbuhan ekonomi halal yang inklusif dan berkelanjutan,” jelas Laura.
Marhaban Festival 2026 Meriahkan Peresmian
Peresmian Zona KHAS juga menjadi bagian dari rangkaian Marhaban Festival 2026 yang menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari tabligh akbar, pameran UMKM, talkshow ekonomi syariah, hingga kegiatan sosial seperti donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis.
Selain itu, Gerakan Pangan Murah (GPM) turut digelar sebagai upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Ramadan, sekaligus mendukung Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).
Ke depan, Bank Indonesia berkomitmen memperluas implementasi Zona KHAS di berbagai titik strategis lainnya, termasuk kawasan wisata, pusat perdagangan, dan sentra UMKM unggulan di Priangan Timur.
Dengan penguatan kolaborasi lintas daerah, Priangan Timur diharapkan mampu berkembang sebagai episentrum ekonomi halal yang kuat, berdaya saing, dan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi syariah nasional. (Krist)
