Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaEntertainmentGaya hidupPendidikanRagam Daerah

12 Kelompok Pemuda Tangerang Raih Hibah YCAF 2026, Bupati Maesyal Rasyid Dorong Aksi Nyata Selamatkan Lingkungan

907
×

12 Kelompok Pemuda Tangerang Raih Hibah YCAF 2026, Bupati Maesyal Rasyid Dorong Aksi Nyata Selamatkan Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menegaskan bahwa perubahan iklim dan kerusakan lingkungan merupakan tantangan nyata yang tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah semata.

Kabupaten Tangerang, Banten | secondnewsupdate.co.id — Semangat generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan mendapat dukungan nyata dari Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Sebanyak 12 kelompok pemuda terpilih sebagai penerima hibah Microgrant Youth Climate Action Fund (YCAF) Tahun 2026 untuk merealisasikan berbagai gagasan inovatif dalam menjawab persoalan lingkungan dan perubahan iklim.

Example 300x600

Penyerahan piagam kepada para penerima hibah dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang pada Selasa (27/10/2026).

Program ini menjadi salah satu upaya mendorong keterlibatan generasi muda dalam menghadirkan solusi konkret terhadap persoalan sampah, polusi udara, berkurangnya ruang terbuka hijau, hingga risiko bencana akibat perubahan iklim.

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menegaskan bahwa perubahan iklim dan kerusakan lingkungan merupakan tantangan nyata yang tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah semata. 

Diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda, untuk membangun gerakan pelestarian lingkungan yang kolaboratif dan berkelanjutan.

Menurut Maesyal, program YCAF bukan hanya memberikan dukungan pendanaan melalui hibah mikro, tetapi juga membuka kesempatan bagi anak muda untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap lingkungan.

“Program ini bukan sekadar memberikan dukungan dana melalui hibah mikro, melainkan juga membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Maesyal dalam sambutannya pada penyerahan piagam penerima hibah YCAF Kabupaten Tangerang Tahun 2026.

Ia menilai generasi muda memiliki potensi besar menjadi motor penggerak perubahan melalui ide-ide segar, semangat kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi. Karena itu, gagasan yang telah dipresentasikan para peserta diharapkan tidak berhenti pada tahap perencanaan, melainkan diwujudkan menjadi aksi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Jadikan kesempatan ini sebagai amanah dan motivasi untuk mewujudkan gagasan menjadi aksi nyata. Laksanakan program dengan penuh tanggung jawab, mengelola dukungan yang diberikan secara transparan dan tepat sasaran, serta memastikan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat dan lingkungan sekitar,” tegasnya.

Maesyal juga mengingatkan agar program yang dijalankan para penerima hibah tidak berhenti ketika masa pendanaan berakhir.

Ia mendorong kelompok pemuda untuk terus melibatkan masyarakat, memperluas partisipasi anak muda, serta mengembangkan praktik-praktik baik yang dapat diterapkan di wilayah lain di Kabupaten Tangerang.

40 Proposal Disaring, 12 Kelompok Lolos Seleksi

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang, Erwin Mawandy, menjelaskan bahwa penetapan penerima hibah YCAF 2026 dilakukan melalui proses seleksi secara bertahap.

Dari 40 proposal yang masuk pada tahap awal, Dewan Juri melakukan penyaringan hingga tersisa 18 proposal. 

Setelah melalui penilaian lanjutan, akhirnya ditetapkan 12 kelompok pemuda sebagai penerima hibah.

“Kedua belas pemenang hasil seleksi pada saat proposal awal kan masih 40, terus kemudian oleh Dewan Juri dikurangi sampai 18, terus kemudian dari 18 muncul dua belas pemenang,” jelas Erwin.

Ia mengatakan, Bappeda Kabupaten Tangerang akan segera menyampaikan hasil seleksi tersebut kepada Bloomberg Philanthropies guna mempercepat proses penyaluran dana hibah.

Setelah penyerahan piagam, Bappeda juga akan melakukan kunjungan langsung kepada 12 kelompok penerima untuk mempersiapkan kelengkapan persyaratan administrasi dan teknis yang dibutuhkan sebelum program dilaksanakan.

Erwin berharap proses pencairan dana dapat berlangsung sesuai target sehingga para penerima hibah segera merealisasikan gagasan yang telah dipresentasikan dan dinyatakan lolos seleksi.

“Dan kita sih berpikir mudah-mudah di pertengahan November, dana itu sudah cair kepada masing-masing pemenang, sehingga mereka sudah langsung bisa mengimplementasikan ide-ide yang telah dipresentasikan ke kita dan sudah kita loloskan sebagai finalis, sebagai pemenang,” ungkapnya.

Gagasan Kreatif untuk Menjawab Persoalan Lingkungan

Erwin menambahkan, berbagai proposal yang terpilih mengangkat persoalan lingkungan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. 

Di antara gagasan tersebut adalah pembuatan eco enzyme, pengembangan alat pemantau kualitas udara, serta pembuatan lubang biopori untuk membantu meningkatkan daya resap air dan mengurangi risiko genangan maupun banjir.

Menurutnya, seluruh usulan tersebut berangkat dari kebutuhan nyata di lapangan sehingga diharapkan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat Kabupaten Tangerang.

“Intinya 12 ini pun, usulannya itu semua terkait dengan persoalan yang ada di lingkungan hidup,” katanya.

Untuk menjaga kualitas seleksi, Bappeda melibatkan sejumlah unsur sebagai tim penilai, termasuk kalangan akademisi dari Universitas Pelita Harapan (UPH) dan Universitas Multimedia Nusantara (UMN), serta perwakilan Bappeda dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Tangerang.

Bloomberg Philanthropies juga turut terlibat dalam proses kurasi. Kolaborasi berbagai pihak ini diharapkan memastikan gagasan yang terpilih relevan dengan persoalan lingkungan sekaligus memiliki potensi untuk direalisasikan dan memberikan dampak nyata.

Penyiraman Eco Enzyme dan Penanaman Bambu

Rangkaian kegiatan penyerahan piagam penerima hibah YCAF 2026 turut diisi dengan penyiraman eco enzyme ke danau serta penanaman bambu di kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang.

Kegiatan tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat pesan bahwa upaya menghadapi perubahan iklim harus diwujudkan melalui tindakan nyata.

Melalui program YCAF, Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap semakin banyak generasi muda terlibat aktif dalam gerakan peduli lingkungan. 

Hibah yang diberikan diharapkan tidak hanya membantu merealisasikan ide-ide kreatif para penerima, tetapi juga melahirkan program berkelanjutan yang melibatkan masyarakat dan dapat direplikasi di berbagai wilayah.

Dengan dukungan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, lembaga mitra, dan komunitas pemuda, inisiatif ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam membangun budaya peduli lingkungan serta memperkuat ketahanan masyarakat Kabupaten Tangerang menghadapi tantangan perubahan iklim. (Dia)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600