Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaHukumInformatikaKriminalPendidikan

Bentengi Anak dari Ancaman Narkoba! BNN Bandung Barat Gencarkan Desa Bersinar, Keluarga Jadi Garda Terdepan

118
×

Bentengi Anak dari Ancaman Narkoba! BNN Bandung Barat Gencarkan Desa Bersinar, Keluarga Jadi Garda Terdepan

Sebarkan artikel ini
Kepala Desa Bojongkoneng, Tarmaya, (kiri) menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan keempat program Desa Bersinar di wilayahnya. Dan Ketua Tim Pencegahan BNN Kabupaten Bandung Barat, Yunita Chandra Utami, (kanan) mengatakan program Desa Bersinar di Bojongkoneng dirancang dengan pendekatan ketahanan keluarga.

KBB, Jabar l secondnewsupdate.co.id – Upaya melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika terus diperkuat Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Kali ini, melalui program Desa Bersinar (Bersih Narkoba), BNN menyasar penguatan ketahanan keluarga di Desa Bojongkoneng, Kecamatan Ngamprah, Selasa (27/10/2026).

Example 300x600

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Bojongkoneng tersebut menjadi ruang edukasi bagi orang tua dan anak untuk mengenali bahaya narkoba, memahami risiko penyalahgunaannya, serta membangun langkah pencegahan sejak dini di lingkungan keluarga.

Program ini tidak sekadar memberikan pemahaman mengenai narkotika, tetapi juga mendorong keterlibatan orang tua dalam membentengi anak dari berbagai potensi pengaruh negatif yang dapat mengarah pada penyalahgunaan narkoba.

Kepala Desa Bojongkoneng, Tarmaya, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan keempat program Desa Bersinar di wilayahnya.

Setelah sebelumnya dilaksanakan di Desa Cipada, program berkelanjutan ini kini menyasar masyarakat Desa Bojongkoneng.

Menurut Tarmaya, kehadiran BNN memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh informasi yang lebih jelas mengenai narkoba, sekaligus berkonsultasi langsung dengan pihak yang memiliki kompetensi di bidang pencegahan dan penanganannya.

Ia mengakui bahwa pemahaman mengenai jenis-jenis narkotika, pola penyalahgunaan, hingga prosedur penanganan bagi pengguna masih perlu terus ditingkatkan di tingkat masyarakat desa.

“Terus terang, pemahaman kami di tingkat desa mengenai jenis-jenis narkoba dan detail penyalahgunaannya masih terbatas. Dengan adanya program ini, masyarakat bisa mendapatkan penjelasan langsung dari ahlinya,” ujar Tarmaya.

Ia menambahkan, masyarakat juga perlu memahami perbedaan prosedur penanganan bagi penyalahguna narkoba yang membutuhkan rehabilitasi dengan penanganan terhadap pengedar yang masuk dalam ranah penegakan hukum.

Karena itu, Tarmaya menyambut positif pelaksanaan program tersebut. Ia berharap edukasi yang diberikan dapat memperkuat pengetahuan masyarakat sekaligus meningkatkan kepedulian keluarga terhadap bahaya narkoba.

BNN Latih Ketahanan Keluarga Melalui Empat Pertemuan

Ketua Tim Pencegahan BNN Kabupaten Bandung Barat, Yunita Chandra Utami, mengatakan program Desa Bersinar di Bojongkoneng dirancang dengan pendekatan ketahanan keluarga.

Melalui pola ini, orang tua dan anak dibekali keterampilan untuk mengenali risiko serta menghindari paparan penyalahgunaan narkoba.

Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung dalam empat kali pertemuan, dengan frekuensi satu kali setiap pekan. 

Materi disusun melalui sesi khusus bagi orang tua, sesi untuk anak, serta sesi bersama yang melibatkan seluruh anggota keluarga.

“Intinya, kami melatih keterampilan orang tua dan anak agar terhindar dari paparan narkoba. Oleh karena itu, ada sesi khusus untuk orang tua, sesi untuk anak, dan sesi gabungan keluarga,” ungkap Yunita.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara orang tua dan anak.

Dengan komunikasi yang terbuka, keluarga diharapkan mampu mengenali perubahan perilaku, memahami pergaulan anak, serta memberikan pendampingan yang tepat ketika menghadapi persoalan yang berisiko.

Sasaran utama program ini adalah keluarga yang memiliki anak berusia minimal 12 tahun. 

Namun, dalam pelaksanaan di Desa Bojongkoneng kali ini, peserta yang hadir terdiri atas 10 siswa tingkat sekolah dasar (SD) dan 10 orang tua, sehingga total terdapat 20 peserta.

Keterlibatan orang tua dan anak secara bersamaan menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bahwa pencegahan narkoba bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat, melainkan juga membutuhkan peran aktif keluarga.

Wujudkan Bojongkoneng yang Tangguh terhadap Narkoba

Yunita menilai respons masyarakat Desa Bojongkoneng terhadap kegiatan pencegahan narkoba selama ini sangat positif.

Dukungan tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat pelaksanaan program Desa Bersinar secara berkelanjutan.

Status Desa Bersinar diharapkan tidak berhenti sebagai predikat, tetapi diwujudkan melalui peningkatan pengetahuan warga, kepedulian terhadap lingkungan, serta keterlibatan keluarga dalam melindungi anak-anak dari risiko penyalahgunaan narkotika.

Melalui edukasi yang dilakukan secara bertahap, BNN Kabupaten Bandung Barat berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pencegahan sejak dini, termasuk membangun lingkungan keluarga yang aman, terbuka, dan peduli terhadap tumbuh kembang anak.

“Tujuan akhirnya tentu satu, yaitu mewujudkan Desa Bojongkoneng yang benar-benar bersih dan tangguh dari penyalahgunaan narkoba,” pungkas Yunita.

Program Desa Bersinar ini menjadi salah satu upaya memperkuat perlindungan masyarakat dari bahaya narkoba dengan menempatkan keluarga sebagai bagian penting dalam pencegahan. 

Sinergi antara BNN, pemerintah desa, orang tua, dan anak diharapkan mampu membangun kesadaran bersama demi mewujudkan generasi yang sehat, tangguh, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika. (Hendra)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600