KBB, Jabar | secondnewsupdate.co.id – Sebanyak 16 Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), resmi mengemban amanah baru setelah dilantik Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail untuk masa jabatan 2026-2034.
Pelantikan berlangsung di AMTC Teras Lembang, Jalan Raya Tangkuban Parahu No. 17, Desa Cibogo, Kecamatan Lembang, Selasa (6/10/2026).
Momentum tersebut sekaligus menjadi penegasan pentingnya peran BPD dalam mengawal penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di tingkat desa.
Bupati Kabupaten Bandung, Barat, Jeje Ritchie Ismail dalam kesempatan itu menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh anggota BPD yang baru dilantik.
Ia berpesan agar amanah tersebut dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta senantiasa menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas.
Menurut Jeje, BPD tidak hanya memiliki posisi strategis dalam pemerintahan desa, tetapi juga menjadi salah satu unsur penting yang dapat menjembatani aspirasi masyarakat dengan pemerintah desa.
“Saya berharap momen ini bisa menjadi momentum kebersamaan, dengan niat dan komitmen sebagai bentuk kecintaan kepada desa masing-masing,” ujar Jeje.
BPD Diminta Peka terhadap Persoalan Warga
Jeje meminta anggota BPD tidak sekadar menjalankan tugas secara administratif. Mereka didorong untuk memahami berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat serta aktif menyerap aspirasi warga.

Hal tersebut dinilai penting karena setiap desa mempunyai karakteristik, persoalan, sekaligus potensi yang berbeda. Karena itu, kebijakan pembangunan di desa diharapkan tidak dibuat berdasarkan kepentingan kelompok tertentu, melainkan berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat.
Jeje menyebut sejumlah sektor yang dapat menjadi kekuatan desa di Kecamatan Lembang, mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan, pariwisata hingga ekonomi kreatif.
Potensi tersebut, kata dia, perlu dikelola secara bersama agar mampu membuka peluang ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Lembang Disebut Ikon Bandung Barat
Bupati Jeje juga memberikan perhatian khusus terhadap posisi Kecamatan Lembang yang selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan strategis sekaligus ikon pariwisata Kabupaten Bandung Barat.
“Lembang adalah ikon Bandung Barat. Ketika orang berbicara tentang Bandung Barat, Lembang adalah salah satu yang paling diingat. Oleh karena itu, saya berharap BPD dan pemerintah desa dapat bekerja sama dalam mencari solusi atas permasalahan masyarakat,” katanya.
Ia mengingatkan agar penyelenggaraan pemerintahan desa tidak terseret pada kepentingan tertentu yang justru dapat mengesampingkan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama, sehingga energi pemerintah desa dan BPD semestinya diarahkan untuk pembangunan serta peningkatan kualitas hidup warga.
“Mari kita fokus pada pembangunan desa, memenuhi kebutuhan masyarakat, dan mengembangkan potensi yang ada di masing-masing desa,” tegas Jeje.
Sinergi BPD dan Pemerintah Desa Jadi Kunci
Dalam pelantikan tersebut, Bupati Jeje didampingi Asisten I Duddy Prabowo, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Dudi Supriadi, Camat Lembang Bambang Eko Setyowahjudi, Kapolsek Lembang AKP Bambang Haryono, Danramil Lembang, serta 16 kepala desa se-Kecamatan Lembang.

Jeje meyakini pembangunan desa akan berjalan lebih optimal apabila terdapat komunikasi dan sinergi yang kuat antara pemerintah desa, BPD, dan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat pun berkomitmen terus mendorong pembangunan desa sesuai dengan kemampuan, kewenangan, dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Dengan dilantiknya 16 anggota BPD untuk periode 2026-2034, diharapkan fungsi representasi masyarakat di tingkat desa semakin kuat. BPD juga diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah desa dalam merumuskan pembangunan yang benar-benar menyentuh kepentingan masyarakat.
Pelantikan tersebut sekaligus menjadi titik awal bagi penguatan tata kelola pemerintahan desa dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan di Kecamatan Lembang. (Hendra)
















