Jawa Barat, Cimahi l secondnewsupdate.co.id — Di tengah ancaman kemarau panjang yang berpotensi menekan ketahanan pangan masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi mengambil langkah konkret dengan menyalurkan bantuan Beras Sejahtera Daerah (Rastrada) kepada ribuan keluarga yang membutuhkan.
Sebanyak 2.227 Kelompok Penerima Manfaat (KPM) mendapatkan bantuan beras tersebut.
Setiap penerima memperoleh tiga karung beras dengan berat masing-masing 10 kilogram, sehingga total bantuan yang diterima mencapai 30 kilogram beras per keluarga.
Penyaluran Rastrada dilakukan pada Selasa (11/8/2026), yang lalu, dengan penyerahan secara simbolis oleh Wali Kota Cimahi Ngatiyana kepada perwakilan penerima manfaat di Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah.
Program ini bukan sekadar pembagian bahan pangan. Di tengah daya beli masyarakat yang masih menjadi perhatian dan kondisi cuaca yang tidak menentu, bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah daerah untuk menjaga agar kebutuhan pangan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Ngatiyana mengatakan, Rastrada diarahkan kepada masyarakat yang memang membutuhkan bantuan, terutama warga yang belum terakomodasi dalam sejumlah program bantuan sosial pemerintah pusat.
“Alhamdulillah kita akan membagikan 2.227 KPM,” ujar Ngatiyana saat penyerahan bantuan.
Penerima Rastrada merupakan warga yang telah tercatat dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Data tersebut kemudian diverifikasi dan divalidasi serta disandingkan dengan data penerima bantuan pemerintah pusat, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Dengan mekanisme tersebut, pemerintah daerah berupaya memastikan bantuan tidak tumpang tindih sekaligus menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan tetapi belum memperoleh bantuan pangan dari pemerintah pusat.
Kelompok masyarakat kurang mampu, termasuk lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas, menjadi salah satu prioritas penerima.
30 Kilogram Beras, Sedikit Banyak Meringankan Beban
Bagi keluarga penerima, bantuan 30 kilogram beras tentu memiliki arti tersendiri. Beras merupakan kebutuhan pokok yang hampir setiap hari harus tersedia di meja makan keluarga.
Salah seorang penerima manfaat, Uha (70), warga Kelurahan Cigugur Tengah, mengaku bersyukur mendapatkan bantuan tersebut.
Ia bahkan memperkirakan persediaan beras yang diterimanya dapat membantu kebutuhan makan keluarga selama sekitar dua bulan.
“Alhamdulillah senang dapat beras gratis tiga karung. Cukup buat dua bulan makan, enggak usah beli,” tuturnya.
Kesaksian tersebut memperlihatkan bahwa bantuan pangan bukan hanya soal angka dan jumlah karung yang disalurkan. Bagi masyarakat berpenghasilan terbatas, bantuan beras dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga yang kemudian bisa dialihkan untuk memenuhi kebutuhan lainnya.
Kemarau Panjang Jadi Perhatian
Pemkot Cimahi juga menaruh perhatian terhadap kondisi kemarau panjang yang berlangsung tahun ini.
Kekeringan tidak hanya berpotensi memengaruhi aktivitas masyarakat, tetapi juga dapat memberikan tekanan terhadap sektor pertanian dan produksi beras.
Ngatiyana mengatakan, keterbatasan air selama musim kemarau perlu diantisipasi agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar, terutama bagi masyarakat rentan.
“Sekarang kemarau panjang, kondisi air sulit. Tapi alhamdulillah kami masih bisa membagikan beras untuk kepentingan masyarakat, untuk menghindari kesulitan-kesulitan di tengah kemarau panjang,” katanya.
Menurutnya, pemerintah daerah akan terus berupaya menghadirkan berbagai skema bantuan untuk membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi maupun kebutuhan pangan.
Selain Rastrada, Pemkot Cimahi juga mendorong program lain, termasuk penyediaan beras dengan harga terjangkau sebagai bagian dari upaya menjaga akses masyarakat terhadap bahan pangan pokok.
Bukan Sekadar Beras, Ada Pesan Perlindungan Sosial
Penyaluran Rastrada di Cimahi sekaligus menunjukkan pentingnya pemerintah daerah memiliki instrumen perlindungan sosial yang mampu merespons persoalan masyarakat secara lebih spesifik.
Ketika sebagian warga belum masuk dalam sasaran bantuan pusat, pemerintah daerah dapat mengambil ruang melalui program yang disesuaikan dengan kondisi lokal.
Bagi Pemkot Cimahi, bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi bantalan sementara agar masyarakat miskin tidak semakin terbebani ketika harga kebutuhan pokok, kondisi ekonomi, dan ancaman kekeringan datang secara bersamaan.
Ngatiyana berharap bantuan yang diberikan dapat benar-benar dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
“Mudah-mudahan ini sedikitnya bisa membantu masyarakat. Mudah-mudahan kami tetap bisa berbuat baik kepada masyarakat, baik itu melalui Rastrada, beras murah dan sebagainya untuk membantu kesulitan masyarakat,” ujarnya.
Dengan distribusi 66.810 kilogram atau sekitar 66,8 ton beras kepada 2.227 KPM, program Rastrada Cimahi menjadi salah satu langkah nyata pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat rentan.
Di tengah kemarau panjang, tiga karung beras mungkin terlihat sederhana. Namun bagi keluarga yang harus menghitung setiap rupiah pengeluaran, bantuan tersebut bisa menjadi ruang bernapas sekaligus memastikan dapur tetap mengepul. (Bagdja)
