InformatikaRagam DaerahSosial

Kemarau Mengganas, Ngatiyana Bagikan 2.227 KPM di Cimahi Diguyur 30 Kg Beras Gratis:

974
Walikota Cimahi Ngatiyana saat membagikan beras gratis kepada 2.227 PKH

Jawa Barat, Cimahi l secondnewsupdate.co.id — Ketika kemarau panjang mulai mengetuk pintu ketahanan pangan masyarakat, Pemerintah Kota Cimahi memilih bergerak lebih cepat. 

Sebanyak 2.227 keluarga penerima manfaat (KPM) mendapat bantuan Beras Sejahtera Daerah (Rastrada), dengan total 30 kilogram beras untuk setiap penerima.

Bantuan tersebut disalurkan Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Sosial.

Penyerahan secara simbolis dilakukan Wali Kota Cimahi Ngatiyana kepada perwakilan penerima di Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah.

Tak sekadar seremoni, distribusi Rastrada ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah menjaga agar kebutuhan pangan warga kurang mampu tetap aman di tengah tekanan musim kemarau panjang yang berpotensi memengaruhi ketersediaan dan produksi bahan pangan.

Setiap KPM memperoleh tiga karung beras, masing-masing seberat 10 kilogram. Dengan demikian, jika seluruh bantuan dihitung, beras yang disiapkan untuk program tersebut mencapai sekitar 66,8 ton.

Ngatiyana mengatakan bantuan diberikan kepada warga yang dinilai berhak dan membutuhkan dukungan pemerintah.

“Hari ini kita melaksanakan penyerahan beras Rastrada kepada masyarakat Kota Cimahi yang berhak menerimanya. Alhamdulillah kita akan membagikan 2.227 KPM,” kata Ngatiyana.

Bukan Penerima PKH dan BPNT

Yang menarik, penerima Rastrada tidak sekadar ditentukan berdasarkan daftar penerima bantuan sosial sebelumnya.

Program ini menyasar warga kurang mampu yang belum terakomodasi dalam program bantuan pemerintah pusat, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Namun, mereka tetap tercatat dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Sebelum bantuan disalurkan, data calon penerima terlebih dahulu melalui proses verifikasi dan validasi. Data tersebut juga disandingkan dengan daftar penerima PKH dan BPNT untuk memastikan bantuan lebih tepat sasaran.

Kelompok masyarakat kurang mampu menjadi sasaran utama, dengan perhatian khusus diberikan kepada warga lanjut usia dan penyandang disabilitas.

Skema tersebut menjadi penting karena bantuan sosial tidak hanya berbicara tentang berapa banyak bantuan yang diberikan, tetapi juga siapa yang benar-benar membutuhkan dan belum tersentuh program lainnya.

30 Kg Beras Jadi Napas Panjang Dapur Warga

Bagi sebagian keluarga, 30 kilogram beras bukanlah angka kecil. Bantuan tersebut setidaknya dapat mengurangi salah satu pos pengeluaran rumah tangga yang paling rutin, yakni kebutuhan pangan. 

Uang yang sebelumnya harus disisihkan untuk membeli beras dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan lain yang tak kalah mendesak.

Pemkot Cimahi berharap Rastrada mampu menjadi bantalan sosial bagi masyarakat rentan, terutama ketika kondisi cuaca berpotensi memberikan tekanan terhadap kehidupan ekonomi warga.

Ngatiyana menegaskan, pemerintah daerah akan berupaya tetap hadir membantu masyarakat melalui berbagai program pangan.

“Mudah-mudahan ini sedikitnya bisa membantu masyarakat. Mudah-mudahan kami tetap bisa berbuat baik kepada masyarakat, baik itu melalui Rastrada, beras murah dan sebagainya untuk membantu kesulitan masyarakat,” ujarnya.

Kemarau Panjang, Pemerintah Waspadai Efek Berantai

Persoalan kemarau tidak berhenti pada sulitnya mendapatkan air. Dalam kondisi tertentu, kekeringan dapat membawa efek berantai terhadap sektor pertanian dan pada akhirnya berpengaruh terhadap produksi pangan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemkot Cimahi. Apalagi beras merupakan kebutuhan pokok yang sangat menentukan stabilitas pengeluaran rumah tangga.

Ngatiyana mengatakan kondisi kemarau tahun ini membuat ketersediaan air menjadi salah satu persoalan yang harus diantisipasi.

“Sekarang kemarau panjang, kondisi air sulit, tapi alhamdulillah kita masih bisa membagikan beras untuk kepentingan masyarakat, untuk menghindari kesulitan-kesulitan di tengah kemarau panjang. Mudah-mudahan ini sedikit membantu,” tuturnya.

Program Rastrada pun diharapkan bukan hanya menjadi solusi sesaat, tetapi bagian dari langkah perlindungan sosial daerah ketika masyarakat menghadapi situasi yang berpotensi menekan daya beli.

Ada 2.227 Keluarga yang Tak Boleh Terlewat

Dengan jumlah 2.227 KPM, program Rastrada Cimahi menjadi gambaran bahwa masih terdapat kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian meskipun tidak masuk dalam daftar penerima bantuan sosial tertentu dari pemerintah pusat.

Di sinilah peran pemerintah daerah menjadi penting: membaca kebutuhan warganya secara lebih dekat dan menghadirkan kebijakan yang mampu mengisi celah perlindungan sosial.

Beras 30 kilogram yang sampai ke tangan setiap KPM mungkin terlihat sederhana. 

Namun di tengah harga kebutuhan yang terus menjadi perhatian dan ancaman kemarau panjang, tiga karung beras itu dapat berarti satu hal yang jauh lebih besar: dapur tetap mengepul dan kebutuhan pokok keluarga tetap terjaga.

Pemkot Cimahi berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh penerima, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerintah daerah tidak ingin membiarkan kelompok masyarakat rentan berjalan sendirian menghadapi tekanan pangan. (Bagdja)

Exit mobile version