Kabupaten Bandung// secondnewsupdate.co.id – Sebanyak 255 mahasiswa Universitas Nasional (Unas) Pasim Kota Bandung mengikuti prosesi wisuda yang digelar di Grand Pasundan Hotel, Jalan Peta, Kota Bandung, Rabu (4/2/2026).
Para wisudawan dan wisudawati tersebut terdiri dari lulusan Program Diploma 3 (D3) dan Sarjana Strata Satu (S1) dari berbagai program studi.
Rinciannya, D3 Manajemen Informatika sebanyak 35 orang, D3 Bahasa Inggris 11 orang, S1 Sastra Jepang 2 orang, S1 Manajemen Informatika 60 orang, S1 Manajemen 65 orang, S1 Psikologi 48 orang, S1 Akuntansi 26 orang, serta S1 Teknik Industri sebanyak 7 orang.
Rektor Unas Pasim, Prof. Dr. H. Armai Arief, MA, mengaku bersyukur pelaksanaan wisuda dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Hal tersebut disampaikannya kepada wartawan usai memimpin sidang terbuka wisuda.
“Alhamdulillah, sidang terbuka wisuda ini dapat dilaksanakan dengan lancar berkat kerja sama yang baik antara pihak universitas dan para calon wisudawan,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Rektor Armai berharap seluruh lulusan dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Unas Pasim dan mampu berkarya di berbagai bidang pekerjaan.
“Saya berharap para lulusan ini dapat berkarya di mana pun mereka bekerja. Unas Pasim telah membekali para mahasiswa sesuai dengan program studi masing-masing, sehingga mereka siap terjun ke dunia kerja dan mengamalkan ilmunya,” tandasnya.
Namun demikian, Rektor Armai juga menyoroti Fakultas Teknik Industri (TI) yang dinilai masih relatif lambat dalam menyelesaikan proses penyusunan skripsi, sehingga berdampak pada keterlambatan kelulusan mahasiswa.
Menurutnya, keterlambatan tersebut disebabkan adanya kewajiban magang di perusahaan yang harus diselesaikan mahasiswa sebelum menyusun skripsi.
“Untuk Fakultas Teknik Industri, memang banyak mahasiswa yang terlambat menyelesaikan skripsi. Hal ini karena mereka harus menjalani magang di perusahaan terlebih dahulu, yang merupakan bagian dari kurikulum dan tidak bisa ditinggalkan,” jelasnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah mahasiswa Fakultas Teknik Industri melakukan penyambutan unik kepada para lulusan TI yang baru saja diwisuda. Tujuh lulusan Teknik Industri—terdiri dari lima wisudawan dan dua wisudawati—sempat “dikerjai” oleh adik kelas mereka dengan diminta melakukan push up sebagai simbol rasa cinta terhadap almamater.
Aksi tersebut sempat membuat para wisudawan terkejut, namun mereka akhirnya mengikuti permintaan tersebut dengan penuh keakraban.
Usai melakukan push up, para lulusan diminta menyampaikan kesan dan pesan. Dua lulusan Teknik Industri, Rahmat Hediyanshah dan Ilham, berpesan agar mahasiswa yang masih menempuh pendidikan tetap menjaga kekompakan.
“Saya minta jaga kekompakan di antara kalian. Jika yang masuk sepuluh orang, maka yang lulus pun harus sepuluh orang. Hari ini baru tujuh orang yang bisa diwisuda, sementara yang lainnya belum siap,” ujar Ilham.
Senada dengan itu, Rahmat Hediyanshah juga menegaskan bahwa masih banyak mahasiswa Teknik Industri yang belum menyelesaikan skripsi dan diharapkan dapat menyusul pada wisuda berikutnya.
“Karena itu, mari kita jaga kebersamaan agar nanti bisa diwisuda bersama-sama,” pungkas Rahmat. (Apih)
