Kab Bandung// secondnewsupdate.co.id – Setelah sempat menumpuk selama kurang lebih tiga bulan, gunungan sampah di TPS Warlob, RW 01 Warunglobak, Desa Gandasari, Kecamatan Katapang akhirnya diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup, Selasa (21/4/2026).
Sebanyak empat dump truck dikerahkan untuk membersihkan tumpukan sampah yang sudah menggunung.
Proses pengangkutan juga dibantu alat berat loader, dengan biaya operasional diperkirakan mencapai Rp4 juta.

Kini, kondisi TPS Warlob nyaris bersih berkat kolaborasi antara pengurus RW dan pihak kecamatan.
Ketua RW 01, Anwar Abow, mengungkapkan rasa lega sekaligus kekecewaannya.
Ia menyebut selama tiga bulan sampah tidak diangkut, padahal warga rutin membayar iuran kebersihan melalui UPT terkait.
“Kesabaran kami ada batasnya. Setelah kami terus berupaya dan berkoordinasi dengan pihak kecamatan, akhirnya hari ini sampah diangkut juga oleh DLH,” ujarnya di lokasi.
Ia menambahkan, tumpukan sampah yang dibiarkan terlalu lama berpotensi menimbulkan penyakit serta keresahan warga.
Bahkan, sempat muncul kecurigaan dari masyarakat terkait pengelolaan iuran sampah.
“Kami sempat kecewa karena keluhan tidak digubris. Warga juga mempertanyakan ke mana iuran sampah mereka. Tapi kami tidak menyerah dan terus mencari solusi,” katanya.
Meski demikian, pihak RW mengaku bersyukur persoalan tersebut akhirnya mendapat perhatian, meski harus melalui proses koordinasi intensif hingga kesepakatan terkait biaya armada pengangkutan.
Sementara itu, Camat Katapang, Rahmat Hidayat, menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya menangani persoalan sampah di wilayahnya.
Ia menyebut koordinasi dengan UPT Kebersihan DLH terus dilakukan hingga pengangkutan bisa direalisasikan.
“Kami bergerak cepat setelah menerima keluhan warga. Koordinasi langsung dilakukan dan alhamdulillah sampah di TPS Warlob akhirnya bisa diangkut,” jelasnya.
Ke depan, Rahmat menyebut pihaknya akan mengundang instansi terkait, pengurus RW, dan pemerintah desa untuk membahas rencana alih fungsi lahan TPS Warlob menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH).
“Ini langkah jangka panjang agar lokasi tersebut tidak lagi menjadi tempat pembuangan sampah. Kita dorong menjadi ruang terbuka hijau yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (Apih)
















