PendidikanRagam Daerah

30 Hari Mengabdi di Cikandang! Mahasiswa KKN STAIS Siliwangi Perkuat Pendidikan Islam, Digitalisasi UMKM Jadi Program Unggulan

114
Teddy bersama mahasiswa KKN STAIS Siliwangi dan Pemerintah Desa Cikandang usai acara perpisahan.

Garut, Jabar | secondnewsupdate.co.id – Sebanyak 15 mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Siliwangi (STAIS) menyelesaikan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Cikandang, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut. 

Selama 30 hari pengabdian, para mahasiswa menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat dengan menitikberatkan pada penguatan pendidikan, pendidikan Islam, serta digitalisasi dan pengembangan ekonomi masyarakat.

Kegiatan tersebut ditutup melalui acara perpisahan mahasiswa KKN yang berlangsung di Aula Desa Cikandang, Selasa (3/11/2026).

Pembina Lapangan KKN STAIS Siliwangi, Teddy, menjelaskan bahwa pelaksanaan KKN tidak sekadar menjadi bagian dari kewajiban akademik mahasiswa, tetapi juga merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam membantu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat di tingkat desa.

Menurutnya, program yang dirancang mahasiswa diarahkan untuk menghadirkan manfaat langsung, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak, memperkuat nilai-nilai keislaman, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pendekatan ekonomi berbasis syariah.

“Fokus utama kami adalah bagaimana kegiatan KKN ini bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan anak, pendidikan Islam, dan pengembangan ekonomi masyarakat,” jelas Teddy saat diwawancarai oleh secondnewsupdate.co.id, usai acara perpisahan.

Sejumlah program unggulan pun berhasil dilaksanakan selama masa pengabdian tersebut. 

Di antaranya pengembangan pendidikan anak usia dini (PAUD), digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan lingkungan Desa Cikandang.

Program digitalisasi UMKM menjadi salah satu perhatian penting karena dinilai dapat membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas jangkauan pemasaran melalui pemanfaatan teknologi digital.

Sementara itu, melalui kegiatan pendidikan dan keagamaan, mahasiswa berupaya memberikan kontribusi dalam membangun karakter generasi muda sekaligus memperkuat pemahaman nilai-nilai Islam di tengah masyarakat.

Teddy juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Desa Cikandang, khususnya Kepala Desa H. Yana, yang telah memberikan dukungan dan ruang bagi mahasiswa untuk menjalankan seluruh rangkaian program pengabdian.

“Alhamdulillah, kesannya bagus sekali. Pemerintah Desa Cikandang sangat mendukung kegiatan kami,” ungkapnya.

Ia berharap, berbagai program yang telah dijalankan selama 30 hari tersebut tidak berhenti setelah mahasiswa meninggalkan lokasi KKN. 

Sebaliknya, hasil kegiatan diharapkan dapat diteruskan dan dikembangkan oleh masyarakat sehingga memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Pelaksanaan KKN STAIS Siliwangi di Desa Cikandang menjadi salah satu bentuk sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan pemerintah desa dalam mendorong pembangunan masyarakat.

Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman pengabdian secara langsung, tetapi juga turut mengambil bagian dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, meningkatkan literasi keagamaan, serta mendorong UMKM lokal agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.

Dengan demikian, pengabdian selama 30 hari diharapkan menjadi langkah awal bagi tumbuhnya masyarakat Desa Cikandang yang lebih berdaya, religius, dan mampu memanfaatkan peluang ekonomi di era digital. (Asan)

Exit mobile version