Kabupaten Bandung Barat, Jabar | secondnewsupdate.co.id – Masa pengabdian sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) bukan sekadar berhenti ketika seorang pegawai memasuki usia pensiun.
Justru, fase tersebut menjadi pintu menuju kehidupan baru yang membutuhkan kesiapan mental, kesehatan, sosial, hingga pengelolaan keuangan.
Pesan itulah yang mengemuka dalam kegiatan yang diprakarsai oleh Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKDPSDMD) Kota Cimahi, Siti Fatonah dalam Pembekalan Calon Purnabakti PNS Pemerintah Kota Cimahi Tahun 2026.
Kegiatan berlangsung di Haur Koneng Meeting Room, Green Forest Resort & Wedding, Jalan Sersan Bajuri No.102, Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, mulai pukul 08.00 WIB. Kamis (17/9/2026).
Pembekalan tersebut dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Cimahi Mochamad Rony, yang mewakili Wali Kota Cimahi Ngatiyana.
Program ini menjadi bagian dari perhatian Pemerintah Kota Cimahi terhadap para aparatur yang akan mengakhiri masa kedinasannya.
Tidak hanya membahas urusan administrasi pensiun, peserta juga mendapatkan bekal agar mampu menjalani masa purnabakti secara sehat, mandiri, bermakna, sekaligus tetap memiliki ruang untuk berkontribusi di tengah masyarakat.
BKPSDMD Kota Cimahi mencatat sebanyak 97 PNS mengikuti pembekalan tersebut.
Mereka merupakan PNS yang memasuki masa purnabakti terhitung mulai 1 Oktober 2026 hingga Juni 2027.
Dari sisi jabatan, peserta terdiri atas dua orang pejabat pimpinan tinggi, empat administrator, empat pejabat pengawas, 19 pejabat pelaksana, serta 86 pejabat fungsional.
Di antara peserta tersebut terdapat 36 guru, tiga dokter, tiga perawat, dan satu pengawas P2UPD.
Sebaran peserta juga memperlihatkan bahwa masa purnabakti akan dialami aparatur dari berbagai perangkat daerah.
Peserta terbanyak berasal dari Dinas Pendidikan sebanyak 82 orang, disusul RSUD Cibabat lima orang, Kecamatan Cimahi Selatan empat orang, serta Dinas Lingkungan Hidup tiga orang.
Sementara itu, Dinas Kesehatan, Dinas Pangan dan Pertanian, Dinas Perhubungan, Dinas Tenaga Kerja, Kecamatan Cimahi Utara, dan Kecamatan Cimahi Tengah masing-masing mengirimkan dua peserta.
Adapun masing-masing satu peserta berasal dari Setda, Setwan, Inspektorat, Disbudparpora, Disdukcapil, DPKP, Bakesbangpol, serta Satpol PP dan Damkar.
Bukan Sekadar Administrasi Pensiun
Pembekalan dirancang secara hybrid selama dua hari, yakni pada Rabu (16/9/2026) secara daring melalui Zoom Meeting dan Kamis (17/9/2026) secara luring.
Pada sesi daring, peserta memperoleh materi dari PT Taspen, Badan Kepegawaian Negara (BKN), dan Dinas Kesehatan Kota Cimahi.
Sementara sesi luring di Green Forest Resort menghadirkan materi mengenai pengelolaan keuangan, kesiapan mental dan spiritual, peran organisasi purnabakti, serta pemberian piagam penghargaan.
Materi administrasi pensiun dan hak serta kewajiban disampaikan melalui narasumber dari PT Taspen dan BKN.
Sementara aspek kesehatan di masa purnabakti dibahas oleh Dinas Kesehatan Kota Cimahi.
Dari sektor finansial, peserta mendapatkan pembekalan mengenai manajemen keuangan di masa pensiun dari Bank BJB Cabang Cimahi.
Tak kalah penting, peserta juga memperoleh penguatan mengenai peran sosial setelah pensiun melalui materi “Peran PWRI sebagai Agen Sosial di Masyarakat (Tetap Produktif)” yang disampaikan Ketua PWRI Kota Cimahi, H. Bambang Arie Nugroho.
Sementara aspek mental dan spiritual diperkuat melalui materi “Purnabakti dengan Bening Hati” yang disampaikan H. Komarudin Chalil.
Dengan komposisi materi tersebut, pembekalan diarahkan tidak hanya untuk membantu peserta memahami prosedur pensiun, tetapi juga mempersiapkan mereka menghadapi perubahan pola kehidupan setelah tidak lagi menjalankan rutinitas kedinasan.
Dalam laporan penyelenggaraan kegiatan, BKPSDMD juga memaparkan profil ASN Pemerintah Kota Cimahi berdasarkan data per 15 September 2026.
Jumlah ASN Kota Cimahi tercatat sebanyak 6.029 orang, terdiri atas 3.169 PNS dan 2.860 PPPK.
Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, komposisi ASN terdiri dari 47,1 persen laki-laki dan 52,9 persen perempuan.
Dari sisi usia, terdapat 38 ASN berusia di bawah 24 tahun, 2.494 orang berusia 25–40 tahun, 3.073 orang berusia 41–56 tahun, serta 421 orang berusia di atas 57 tahun.
Untuk PNS berdasarkan golongan ruang, tercatat 245 orang golongan II, 2.200 orang golongan III, dan 723 orang golongan IV.
Sedangkan PPPK terdiri atas 353 orang golongan I, 833 orang golongan V, 128 orang golongan VII, 1.528 orang golongan IX, serta 15 orang golongan X.
Dari sisi pendidikan, ASN Kota Cimahi terdiri atas delapan orang bergelar doktor, 657 magister, 3.233 sarjana/D-IV, 583 diploma, dan 1.548 orang berpendidikan di bawah diploma.
Adapun berdasarkan jabatan, terdapat 31 pejabat pimpinan tinggi, 101 administrator, 214 pengawas, 3.411 pejabat fungsional, dan 2.272 pelaksana.
Layanan Pensiun Mulai Bertransformasi Digital
Tidak berhenti pada kegiatan pembekalan, BKPSDMD Kota Cimahi juga memaparkan rencana penguatan layanan administrasi kepegawaian dan pensiun.
Salah satu perubahan penting adalah penerapan Tanda Tangan Elektronik (TTE) pada penetapan Surat Keputusan (SK) pensiun PNS.
Kebijakan tersebut mulai diterapkan terhitung 1 September 2026. Dengan mekanisme tersebut, penetapan SK pensiun tidak lagi menggunakan tanda tangan basah atau manual.
Transformasi digital ini diarahkan untuk mempercepat proses administrasi sekaligus mengurangi potensi keterlambatan penerimaan SK pensiun.
Dengan demikian, hak-hak kepegawaian dan hak pensiun diharapkan dapat dipenuhi secara lebih efektif.
BKPSDMD juga merencanakan pengembangan fitur tracking atau pelacakan proses penetapan SK layanan kepegawaian pada aplikasi Kamus Ciman pada 2027.
Melalui fitur tersebut, pegawai nantinya dapat memantau status serta tahapan proses layanan kepegawaian secara lebih transparan.
Bagi pimpinan, sistem tersebut diharapkan dapat menyediakan informasi perkembangan proses secara lebih terstruktur sehingga pemantauan, evaluasi, dan pengawasan penyelesaian administrasi kepegawaian dapat dilakukan secara langsung dan terukur.
Menutup Masa Dinas dengan Penghargaan
Pembekalan calon purnabakti ini sekaligus menjadi momentum Pemerintah Kota Cimahi untuk memberikan perhatian dan penghargaan kepada para ASN yang telah menjalankan tugas dan pengabdian selama bertahun-tahun.
Purnabakti bukan diposisikan sebagai akhir dari kontribusi, melainkan sebagai perubahan fase pengabdian.
Setelah bertahun-tahun bekerja dalam struktur pemerintahan, para purnabakti diharapkan tetap dapat mengambil peran positif di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Melalui pembekalan administrasi, kesehatan, finansial, mental-spiritual, serta penguatan peran sosial, Pemerintah Kota Cimahi berupaya memastikan para calon purnabakti tidak memasuki fase baru tersebut tanpa persiapan.
Kegiatan turut dihadiri jajaran Pemerintah Kota Cimahi, perwakilan Bank BJB Cabang Cimahi, pengurus PWRI Kota Cimahi, para narasumber, serta seluruh peserta pembekalan calon purnabakti PNS Tahun 2026. (Bagdja)
















