Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
PolitikRagam Daerah

Gempar! Golkar Sumut Diguncang “Operasi Senyap”, Diduga Ijeck Disingkirkan Demi Ambisi Bobby Nasution?

531
×

Gempar! Golkar Sumut Diguncang “Operasi Senyap”, Diduga Ijeck Disingkirkan Demi Ambisi Bobby Nasution?

Sebarkan artikel ini
Pengamat politik Azhari A.M Sinik menuding dugaan keterlibatan mantan Presiden Joko Widodo dalam manuver ini.

SNU//Medan – Politik Sumatera Utara mendadak memanas menjelang penghujung tahun 2025. 

Penunjukan Ahmad Doli Kurnia (ADK) sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Golkar Sumut menggantikan Musa Rajekshah (Ijeck) memicu gelombang protes, pengunduran diri pengurus teras, dan dugaan konspirasi besar di balik layar.

Example 300x600

Menindaklanjuti SK DPP Golkar Nomor: Skep-132/DPP/GOLKAR/XII/2025, Sekretaris DPD Golkar Sumut, Ilhamsyah, resmi mengundurkan diri. 

Menurutnya, pencopotan Ijeck merupakan tindakan anti-demokrasi dan pengkebirian prestasi Ijeck dalam membesarkan partai di Sumut.

“Ada upaya sengaja melakukan framing agar Ketua Ijeck disingkirkan. Ini bukan demokrasi, tapi pengelolaan organisasi berdasarkan kemauan pribadi,” tegas Ilhamsyah, Jum’at (19/12).

Konflik ini tak sekadar urusan internal partai. Pengamat politik Azhari A.M Sinik menuding dugaan keterlibatan mantan Presiden Joko Widodo dalam manuver ini. 

Langkah Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, mendepak Ijeck disebut untuk mengamankan jalur Bobby Nasution menuju Pilkada 2029.

Ijeck, yang sebelumnya menyatakan niat maju sebagai calon Gubernur 2029, dianggap menghambat ambisi Bobby. Pengambil alihan kursi Ketua Golkar Sumut oleh faksi lawan Ijeck menjadi kunci memastikan dukungan partai jatuh ke menantu Jokowi.

Masuknya ADK sebagai Plt Ketua dipandang sebagai momentum “balas dendam” politik.

Perseteruan lama antara faksi ADK dan Ijeck mencapai puncaknya. ADK diduga menyiapkan Bupati Labuhanbatu Utara, Hendri Yanto Sitorus, untuk menggantikan Ijeck secara permanen pada Musda mendatang.

“Ijeck sedang mengalami ‘pengeroyokan’ dari berbagai lini. Konspirasi Bahlil, ADK, dan keluarga Jokowi membuat posisi Ijeck terjepit meski berjasa besar meningkatkan kursi Golkar,” ungkap sumber internal partai.

Sorotan kini tertuju pada para pemilik suara di tingkat DPC Kabupaten/Kota. Apakah mereka akan tunduk pada instruksi DPP yang sarat kepentingan Pilkada 2029, atau tetap setia pada kepemimpinan Ijeck yang terbukti prestasinya?

Suasana politik Sumut diprediksi akan terus mendidih hingga Musda awal tahun depan, di mana “perang bintang” antar faksi akan menentukan arah Golkar Sumut ke depan. (Rizky)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600