Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaBudayaPendidikanRagam Daerah

Jumling Perdana Usai Lebaran, Kang DS Tegaskan Peran Guru Ngaji dan Ulama Kunci Pembentukan Karakter

110
×

Jumling Perdana Usai Lebaran, Kang DS Tegaskan Peran Guru Ngaji dan Ulama Kunci Pembentukan Karakter

Sebarkan artikel ini
Bupati Bandung Dadang Supriatna berikan sambutan saat Jumling perdana di Masjid Ponpes Ak Burdah Kutawaringin, Jumat (27/3/26)

Kutawaringin Kab Bandung// secondnewsupdate.co.id – Mengawali aktivitas pasca Idul Fitri 1447 H, Bupati Bandung Dadang Supriatna langsung tancap gas dengan menggelar program Jumat Keliling (Jumling) di Pondok Pesantren Al-Burdah, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jumat (26/3/2026).

Kegiatan ini menjadi simbol konsistensi Pemerintah Kabupaten Bandung dalam menjaga kedekatan dengan masyarakat sekaligus memperkuat sektor keagamaan sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

Example 300x600

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Bandung didampingi jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Kutawaringin, serta Kepala Desa Pamentasan. 

Kehadiran rombongan disambut hangat oleh para santri, kyai, serta tokoh masyarakat setempat yang memadati area pesantren.

Bupati Bandung Dadang Supriatna (tengah) bersama ulama Kiyai Pondok Pesantren Al-Burdah didampingi jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Kutawaringin, serta Kepala Desa Pamentasan.

Dalam sambutannya, Dadang Supriatna—yang akrab disapa Kang DS—menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis yang tidak tergantikan dalam perjalanan bangsa Indonesia.

“Sejak sebelum kemerdekaan, pesantren sudah hadir dan berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Ini harus terus kita jaga dan perkuat,” tegasnya.

Menurutnya, keberadaan pesantren tidak hanya sebatas lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat pembentukan karakter generasi yang berakhlakul karimah. 

Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah dan kalangan pesantren menjadi hal yang sangat penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

Pada momentum Jumling perdana pasca lebaran ini, Kang DS juga menegaskan arah kebijakan pembangunan di periode keduanya, yakni fokus pada implementasi program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Berdasarkan laporan dari Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah, capaian program pembangunan Kabupaten Bandung telah mencapai 74 persen. Angka tersebut menunjukkan progres signifikan dalam merealisasikan visi dan misi daerah.

Salah satu program prioritas yang kembali ditegaskan adalah keberlanjutan insentif bagi guru ngaji. 

Pemerintah Kabupaten Bandung mengalokasikan anggaran sebesar Rp109 miliar per tahun sebagai bentuk apresiasi terhadap peran mereka dalam membangun karakter masyarakat.

“Peran guru ngaji, kyai, dan ulama sangat vital. Tanpa mereka, pembangunan karakter manusia tidak akan berjalan optimal,” ujar Kang DS.

Di sektor pendidikan, capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bandung saat ini berada di angka 75,58 poin, dengan rata-rata lama sekolah mencapai 9,4 tahun. Meski demikian, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan kualitas dan pemerataan akses pendidikan.

Berbagai program strategis pun digulirkan, di antaranya program Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang menargetkan hingga 50 ribu warga per tahun untuk mendapatkan layanan pendidikan kesetaraan. 

Selain itu, program beasiswa BESTI juga terus diperluas dengan menyasar minimal 250 mahasiswa setiap tahun, khususnya dari keluarga kurang mampu.

Kang DS turut menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah desa, mulai dari perangkat desa hingga RT dan RW, untuk aktif menyosialisasikan program-program tersebut agar dapat menjangkau masyarakat secara luas.

Tak hanya fokus pada pembangunan dan pendidikan, kegiatan Jumling juga diisi dengan penyerahan santunan kepada anak yatim. 

Tradisi ini rutin dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial Pemerintah Kabupaten Bandung terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Bandung menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada infrastruktur semata, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai spiritual dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Jumling perdana ini sekaligus menjadi simbol kesinambungan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan Kabupaten Bandung yang religius, berdaya saing, dan berkelanjutan. (Apih)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600