Medan//secondnewsupdate.co.id – GS akhirnya angkat bicara terkait tuduhan yang menyebut dirinya sebagai bandar narkoba di kawasan Jermal XV, Medan Denai.
Melalui tim kuasa hukumnya, GS membantah keras seluruh informasi yang beredar dan menyebutnya sebagai fitnah yang tidak berdasar.
Klarifikasi ini disampaikan menyusul beredarnya video di Facebook serta sejumlah pemberitaan media online sejak 31 Maret 2026 yang menyebut seorang wanita dalam video sebagai warga Jermal XV yang diduga menggunakan narkoba jenis sabu.
Namun setelah dilakukan penelusuran dan verifikasi, fakta di lapangan justru berbeda.

Wanita dalam Video Bukan Warga Jermal XV
Tim hukum GS menegaskan bahwa perempuan dalam video tersebut bukanlah warga setempat.
Seorang warga Jermal XV yang enggan disebutkan namanya mengaku tidak mengenal sosok perempuan tersebut.
“Perempuan itu bukan penduduk resmi dari Jermal XV. Dia hanya pendatang, mungkin ikut suami atau siapa. Kami tidak kenal,” ujarnya, Selasa (1/4/2026).
Hal ini memperkuat dugaan bahwa narasi yang berkembang di media sosial maupun sejumlah media online tidak sesuai fakta.
Diduga Ada Upaya Menjatuhkan Nama Baik
Kuasa hukum GS, Henry Pakpahan, S.H., menilai pemberitaan yang beredar sarat kepentingan dan tidak melalui proses konfirmasi yang layak.
“Kami patut mencurigai bahwa fitnah ini sengaja diciptakan untuk menghancurkan nama baik GS,” tegas Henry.
Ia juga menduga informasi tersebut sengaja diangkat tanpa dasar bukti kuat, bahkan berpotensi sebagai pesanan pihak tertentu.
GS Dipastikan Tidak Terlibat Jaringan Narkoba
Tim hukum menegaskan, GS tidak memiliki keterkaitan apapun dengan aktivitas narkotika, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Selain itu, dalam operasi yang dilakukan Polrestabes Medan pada Januari 2026 lalu yang berhasil mengamankan sejumlah pelaku penyalahgunaan narkoba tidak ditemukan keterlibatan GS.
“Tidak ada bukti yang mengaitkan GS dengan jaringan narkoba di Jermal XV,” tegas pihak kuasa hukum.
GS disebut memiliki catatan hukum yang bersih dan tidak pernah terlibat kasus narkotika sebelumnya.
Tuduhan yang beredar dinilai hanya spekulasi tanpa dasar objektif.
Di sisi lain, GS justru dikenal aktif dalam kegiatan sosial, termasuk program pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pengembangan sumber daya manusia di wilayah Medan Denai.
Imbauan untuk Masyarakat dan Media
Tim GS mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Mereka juga meminta media yang telah memberitakan informasi keliru untuk segera melakukan koreksi.
“Penyebaran informasi yang tidak akurat dapat merusak reputasi seseorang dan menciptakan keresahan di masyarakat,” tutup pernyataan resmi tim GS. (Rizky)
















