Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaInformatikaRagam Daerah

Hari Buruh 2026: Buruh dan UMKM Jadi Garda Terdepan Jaga Ekonomi Indonesia di Tengah Konflik Global

103
×

Hari Buruh 2026: Buruh dan UMKM Jadi Garda Terdepan Jaga Ekonomi Indonesia di Tengah Konflik Global

Sebarkan artikel ini
Kepala Badan Ekonomi Kreatif dan Pembinaan UMKM DPD Bintang Muda Indonesia Partai Demokrat DKI Jakarta, Dimas H. Pribadi

Jakarta/ secondnewsupdate.co.id – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali peran strategis pekerja dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Di tengah memanasnya konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, kekhawatiran terhadap dampak ekonomi global mulai dirasakan banyak negara, termasuk Indonesia. 

Example 300x600

Gejolak internasional tersebut berpotensi memicu kenaikan harga energi, gangguan rantai pasok, hingga lonjakan biaya produksi di berbagai sektor industri.

Kondisi ini dinilai dapat memberi tekanan besar tidak hanya kepada perusahaan skala besar, tetapi juga UMKM yang selama ini menjadi penopang utama perekonomian nasional.

Kenaikan harga bahan baku dan biaya distribusi membuat pelaku UMKM harus menghadapi tantangan berat untuk mempertahankan usahanya. 

Di saat bersamaan, daya beli masyarakat juga berpotensi menurun akibat inflasi dan kenaikan harga kebutuhan pokok.

Situasi tersebut berdampak langsung pada keberlangsungan tenaga kerja. 

Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) dinilai semakin nyata, khususnya di sektor padat karya seperti tekstil, garmen, manufaktur, hingga industri pengolahan.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif dan Pembinaan UMKM DPD Bintang Muda Indonesia Partai Demokrat DKI Jakarta, Dimas H. Pribadi, menegaskan bahwa buruh dan UMKM merupakan dua fondasi utama ekonomi Indonesia yang tidak dapat dipisahkan.

Menurutnya, melemahnya UMKM akan berdampak pada menurunnya serapan tenaga kerja. 

Sebaliknya, ketika kesejahteraan buruh terganggu dan daya beli menurun, pelaku UMKM juga akan terkena imbas secara langsung.

“Momentum Hari Buruh 2026 harus menjadi refleksi bersama bahwa buruh dan UMKM adalah fondasi utama ekonomi nasional.

Di tengah tekanan global akibat konflik berkepanjangan, negara harus hadir melalui kebijakan nyata yang melindungi pekerja sekaligus menjaga keberlangsungan UMKM,” ujar Dimas dalam keterangannya.

Ia mendorong pemerintah segera mengambil langkah konkret guna meminimalkan dampak gejolak global terhadap ekonomi domestik. 

Beberapa kebijakan yang dinilai mendesak antara lain pemberian insentif bagi UMKM, stabilisasi harga bahan baku, hingga program perlindungan tenaga kerja untuk mencegah gelombang PHK.

“Ketahanan ekonomi Indonesia hanya bisa terwujud apabila buruh sejahtera dan UMKM tetap tumbuh. Keduanya harus berjalan beriringan,” katanya.

Dalam momentum Hari Buruh tahun ini, Dimas juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pekerja untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

Sejumlah langkah strategis yang perlu diperkuat meliputi stabilisasi harga energi, akses pembiayaan dan insentif fiskal bagi UMKM, perlindungan tenaga kerja, serta penguatan rantai pasok domestik agar tidak terlalu bergantung pada dinamika global.

Di tengah tantangan ekonomi internasional, Hari Buruh 2026 dinilai bukan sekadar agenda tahunan, melainkan pengingat penting bahwa pembangunan ekonomi yang tangguh harus berpihak pada pekerja sekaligus memberi ruang tumbuh bagi UMKM.

“Ke depan, Indonesia membutuhkan ekonomi yang inklusif, di mana UMKM berkembang, lapangan kerja terjaga, dan kesejahteraan pekerja terlindungi,” tutup Dimas. (Megy)

Penulis: MegyEditor: Bama
Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600