Garut/secondnewsupdate.co.id – Komunitas pendukung setia Persib Bandung atau Bobotoh akan menggelar kegiatan sosial bertajuk Bobotoh for Humanity 2026 dengan tema “Dari Tribun untuk Kemanusiaan” di Stadion RAA Adiwijaya, Kabupaten Garut, pada Minggu, 21 Juni 2026.
Agenda ini menjadi wadah bagi Bobotoh untuk menunjukkan bahwa dukungan terhadap sepak bola tidak hanya hadir di tribun stadion, tetapi juga dapat diwujudkan melalui aksi sosial dan kemanusiaan.
Perwakilan Bobotoh for Humanity, Rifa Anggaditya, mengatakan kondisi masyarakat Gaza, Palestina, hingga saat ini masih memprihatinkan meski gencatan senjata telah dilakukan setelah konflik berkepanjangan selama dua tahun terakhir.
“Ribuan warga sipil, khususnya anak-anak dan perempuan, masih menghadapi krisis kemanusiaan dan membutuhkan perhatian dunia,” ujar Rifa saat menyampaikan keterangan di Bumi UPI, Jalan Cimanuk, Garut, Kamis (7/5/2026).

Menurutnya, kepedulian juga diarahkan kepada masyarakat Indonesia, terutama anak yatim dan kaum dhuafa yang masih membutuhkan bantuan untuk melanjutkan pendidikan dan kehidupan yang lebih layak.
Rifa menilai, sepak bola memiliki kekuatan besar dalam menyatukan banyak orang tanpa memandang latar belakang. Hal itulah yang menjadi dasar lahirnya kegiatan Bobotoh for Humanity.
“Bobotoh selama ini dikenal sangat loyal mendukung Persib Bandung. Semangat solidaritas itu ingin kami bawa ke gerakan nyata yang berdampak sosial,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, Bobotoh for Humanity 2026 tidak hanya menghadirkan kegiatan hiburan, tetapi juga menggabungkan unsur olahraga, ekonomi kreatif, dan aksi sosial.
Sejumlah agenda yang telah disiapkan di antaranya pertandingan persahabatan antara RB Persib Legends melawan Asgar All Star, coaching clinic untuk remaja yang bercita-cita menjadi pesepak bola profesional, serta bazar UMKM yang melibatkan pelaku usaha lokal Garut.
Panitia juga membuka penggalangan donasi sepanjang acara. Dana yang terkumpul nantinya akan disalurkan untuk bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Gaza Palestina serta santunan bagi anak yatim dan kaum dhuafa di Indonesia.
Kegiatan ini diharapkan menjadi simbol bahwa kultur supporter sepak bola tidak identik dengan rivalitas semata, tetapi juga mampu menghadirkan gerakan kolektif yang membawa manfaat bagi masyarakat luas.
Bobotoh for Humanity 2026 menjadi bukti bahwa tribun stadion dapat melahirkan solidaritas nyata, menjadikan sepak bola sebagai medium persatuan sekaligus kepedulian sosial lintas batas. (Agung)
















