Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaInformatikaRagam Daerah

Underpass Baros-Cimahi Jadi Solusi Macet dan Cegah Kecelakaan, Pemkot Siapkan Rp36 Miliar untuk Pembebasan Lahan

1882
×

Underpass Baros-Cimahi Jadi Solusi Macet dan Cegah Kecelakaan, Pemkot Siapkan Rp36 Miliar untuk Pembebasan Lahan

Sebarkan artikel ini
Jalan lintasan rel Kereta api Gatot Subroto yang rawan kemacetan, rencana akan dibangun underpas untuk menanggulangi kemacetan yang selalu terjadi

Cimahi/secondnewsupdate.co.id – Pemerintah Kota Cimahi memastikan pembangunan underpass di ruas Jalan Gatot Subroto-Baros menjadi langkah strategis untuk mengatasi kemacetan, sekaligus menghilangkan perlintasan sebidang kereta api yang selama ini kerap memicu antrean panjang kendaraan.

Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menegaskan pembangunan underpass dinilai sebagai opsi paling efektif untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas di kawasan tersebut.

Example 300x600

Menurutnya, keberadaan perlintasan sebidang di Jalan Gatot Subroto sudah lama menjadi persoalan karena padatnya arus kendaraan dan tingginya frekuensi perjalanan kereta.

“Solusi underpass menjadi salah satu alternatif terbaik untuk menghapus perlintasan sebidang di Kota Cimahi,” kata Adhitia, Kamis (30/4/2026).

Wakil Walikota Cimahi Adithia Yudistira, terkait pembangunan underpas Gatot Subroto menegaskan pembangunan underpass dinilai sebagai opsi paling efektif untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas di kawasan tersebut.

Ia menjelaskan, rencana pembangunan tersebut juga sejalan dengan regulasi pemerintah pusat. 

Dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 94 Tahun 2018, disebutkan bahwa perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan harus ditingkatkan keselamatannya melalui pembangunan perlintasan tidak sebidang, seperti flyover atau underpass.

Aturan itu diterapkan untuk menekan angka kecelakaan di titik rawan sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat. 

Kondisi di Jalan Gatot Subroto sendiri dinilai semakin kompleks lantaran volume kendaraan terus meningkat setiap tahun.

Selain itu, intensitas perjalanan kereta api di lintasan tersebut juga makin padat, terutama setelah beroperasinya layanan Kereta Api Feeder yang memiliki jadwal keberangkatan cukup tinggi.

Akibatnya, penutupan palang pintu kereta kerap memicu antrean kendaraan mengular hingga menyebabkan kemacetan di sejumlah titik sekitar kawasan Baros.

“Dengan dihapusnya perlintasan sebidang di Jalan Gatot Subroto, risiko kecelakaan akibat tabrakan antara kendaraan dan kereta bisa ditekan, sekaligus mengurangi antrean panjang,” ujar Adhitia.

Untuk mendukung proyek ini, Pemkot Cimahi telah menyiapkan anggaran sebesar Rp36 miliar yang difokuskan pada pembebasan lahan.

Sementara untuk konstruksi fisik underpass, pengerjaan akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengingat ruas Jalan Gatot Subroto merupakan jalan berstatus provinsi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cimahi, Wilman Sugiansyah, menyebut total lahan yang dibebaskan mencapai sekitar 3.400 meter persegi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cimahi, Wilman Sugiansyah

“Kurang lebih ada 3.400 meter persegi lahan yang sudah kami siapkan untuk pembangunan underpass. Karena ini akses jalan provinsi, pembangunan fisiknya dilakukan oleh Pemprov Jabar,” ujar Wilman.

Ia menambahkan, untuk proses pembongkaran bangunan terdampak nantinya akan dilakukan oleh pihak kontraktor pelaksana. Meski begitu, sejumlah warga disebut sudah mulai membongkar bangunannya secara mandiri.

“Sebagian pemilik bangunan yang dekat rel sudah melakukan pembongkaran mandiri. Sisanya nanti ditangani kontraktor,” katanya.

Pembangunan underpass Baros diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan kronis di salah satu jalur utama Kota Cimahi, sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan perjalanan kereta api. (Bagdja)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600