Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaInformatikaRagam Daerah

Petani Milenial Tangerang Didorong Terapkan Integrated Farming, Bertani Kini Keren dan Berbasis Teknologi

515
×

Petani Milenial Tangerang Didorong Terapkan Integrated Farming, Bertani Kini Keren dan Berbasis Teknologi

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Kabupaten Tangerang terus mendorong lahirnya generasi baru petani modern melalui penerapan sistem Integrated Farming (Pertanian Terpadu).

Kab Tangerang Banten/ secondnewsupdate.co.id Pemerintah Kabupaten Tangerang terus mendorong lahirnya generasi baru petani modern melalui penerapan sistem Integrated Farming (Pertanian Terpadu). 

Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Integrated Farming bagi Petani Milenial yang digelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang di lahan Taruna Tani Al Prakarsa, Desa Margasari, Kecamatan Tigaraksa, Jumat (5/6/2026).

Example 300x600

Program ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendorong regenerasi petani melalui keterlibatan generasi muda yang adaptif terhadap teknologi, inovasi, dan sistem pertanian modern.

Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian DPKP Kabupaten Tangerang, Endang Setiawan, mengatakan pelatihan tersebut bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan proyek percontohan (pilot project) yang dipersiapkan sebagai model pengembangan pertanian modern di Kabupaten Tangerang.

“Pelatihan di Kantor Taruna Tani Milenial Kecamatan Tigaraksa ini adalah pilot project kita. Kami ingin membangun model pertanian modern yang sukses terlebih dahulu di sini. Ke depan, konsep ini akan menjadi percontohan yang siap direplikasi di kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Tangerang,” ujar Endang.

Menurutnya, konsep Integrated Farming sangat relevan diterapkan oleh petani milenial karena mampu mengoptimalkan lahan yang terbatas melalui sistem yang terintegrasi antara sektor pertanian, peternakan, dan perikanan dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

Selain meningkatkan produktivitas, sistem ini juga mengedepankan konsep zero waste atau tanpa limbah sehingga lebih efisien dan ramah lingkungan.

Endang mengungkapkan, sektor pertanian saat ini menghadapi tantangan serius berupa berkurangnya jumlah petani usia produktif di tengah meningkatnya kebutuhan pangan seiring pertumbuhan penduduk.

Karena itu, pihaknya optimistis kehadiran petani milenial akan menjadi motor penggerak transformasi pertanian di masa depan.

“Kami optimistis, melalui tangan-tangan kreatif petani milenial yang dibekali ilmu integrated farming, citra pertanian akan naik kelas. Bertani itu keren, canggih, dan sangat menjanjikan secara ekonomi. Dari Tigaraksa, kita bawa semangat baru ini ke seluruh pelosok Kabupaten Tangerang,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Taruna Tani Milenial Al Prakarsa, Satria Gusputra, membagikan kisah inspiratif perjalanan dirinya hingga terjun ke dunia pertanian.

Mantan pekerja korporat tersebut mengaku memilih meninggalkan pekerjaannya untuk fokus mengembangkan sektor pertanian di wilayahnya.

“Awalnya banyak yang menganggap saya stres. Sudah nyaman bekerja di kantor, tiba-tiba memilih pergi ke kebun. Namun saya melihat masih banyak lahan tidur yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan, apalagi pemerintah sedang menggalakkan program swasembada pangan,” kata Satria.

Tidak hanya melihat peluang ekonomi, Satria juga terdorong oleh kepeduliannya terhadap kondisi sosial generasi muda yang rentan terjerumus ke dalam perjudian online dan penyalahgunaan narkoba.

Melalui kelompok tani yang dibangunnya, ia berupaya mengajak para pemuda untuk kembali produktif dan memiliki aktivitas positif melalui sektor pertanian.

Perjuangan itu tidak mudah. Pada tahun pertama, ia hanya ditemani dua orang pemuda setempat yang bersedia ikut mengembangkan pertanian. 

Secara perlahan, ia terus mengubah pola pikir masyarakat bahwa profesi petani memiliki masa depan yang cerah.

Perkembangan kelompok tani tersebut semakin pesat setelah mendapatkan pendampingan dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Liswan.

“Respons dari Pak Liswan sangat positif. Beliau langsung membantu membentuk kelompok kami hingga akhirnya resmi terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan),” jelasnya.

Ke depan, Satria berharap konsep pertanian modern yang tengah dikembangkan dapat mengadopsi teknologi digital dan sistem otomatis berbasis Internet of Things (IoT).

“Harapan kami, pertanian modern berbasis digitalisasi dapat diterapkan sepenuhnya. Ke depan, teknologi Internet of Things akan berperan mengendalikan berbagai sistem di lahan pertanian sehingga produktivitas semakin meningkat,” pungkasnya.

Pelatihan Integrated Farming ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya lebih banyak petani milenial di Kabupaten Tangerang yang mampu mengelola pertanian secara modern, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta ketahanan pangan daerah. (Dia).

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600