Cimahi/secondnewsupdate.co.id – Ribuan jamaah memadati kawasan Pesantren Gratis Darul Hamid, Kota Cimahi, dalam peringatan Milad ke-7 yang berlangsung khidmat dan penuh nuansa kebersamaan.
Perayaan tersebut tidak hanya menjadi momen rasa syukur atas perjalanan pesantren selama tujuh tahun, tetapi juga menjadi bukti nyata konsistensi lembaga pendidikan ini dalam memberikan layanan pendidikan gratis bagi anak-anak yatim dan dhuafa.
Berbagai kegiatan sosial dan keagamaan digelar dalam satu rangkaian acara.
Mulai dari khitanan massal, wisuda santri penghafal Al-Qur’an, santunan bagi anak yatim hingga Tabligh Akbar yang menghadirkan ulama dari dalam maupun luar negeri.
Pimpinan Pesantren Gratis Darul Hamid, K.H. Fahmi Fauzi, mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya seluruh rangkaian kegiatan Milad ke-7 tersebut.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Tahun ini kami melaksanakan khitanan massal bagi 25 anak, mewisuda 18 santri yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an, serta memberikan santunan kepada 100 anak yatim. Semoga seluruh ikhtiar ini menjadi amal kebaikan dan membawa manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Fahmi.
Menurutnya, sejak berdiri tujuh tahun lalu, Pesantren Gratis Darul Hamid tetap berpegang teguh pada prinsip menghadirkan pendidikan Islam berkualitas yang dapat diakses tanpa dipungut biaya, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Momentum Milad juga semakin istimewa dengan kehadiran ulama internasional, Syekh Saman Ar-Riki dari Yaman, yang memberikan tausiyah sekaligus mengapresiasi kiprah Pesantren Darul Hamid dalam membangun generasi Qurani melalui sistem pendidikan gratis.
Sementara itu, ustaz M. Hariri Abdul Aziz Azmatkhan dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa perjalanan tujuh tahun bukanlah proses yang mudah.
Menurutnya, mempertahankan komitmen memberikan pendidikan gratis membutuhkan keikhlasan, kerja keras, serta dukungan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa semangat “gratis” yang selama ini diusung Pesantren Darul Hamid bukan sekadar slogan, melainkan sebuah gerakan sosial yang memberikan kesempatan kepada anak-anak yatim dan dhuafa untuk memperoleh pendidikan yang layak.
“Selama tujuh tahun perjalanan ini tentu penuh tantangan. Namun komitmen untuk terus membuka akses pendidikan gratis bagi mereka yang membutuhkan tidak pernah berubah. Pendidikan adalah hak setiap anak dan sudah semestinya kita bergotong royong untuk mewujudkannya,” ujarnya di hadapan ribuan jamaah.
Ia pun mengajak masyarakat untuk terus mendukung keberlangsungan program-program sosial pesantren agar semakin banyak anak yang dapat merasakan manfaat pendidikan dan pembinaan keagamaan.
Perayaan Milad ke-7 Pesantren Gratis Darul Hamid pun menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara pesantren, ulama, donatur, dan masyarakat dalam membangun generasi Qurani yang berakhlak mulia.
Di tengah berbagai tantangan dunia pendidikan, keberadaan Pesantren Gratis Darul Hamid menjadi contoh nyata bahwa pendidikan berbasis kepedulian sosial masih terus tumbuh dan memberikan harapan bagi anak-anak yatim serta dhuafa untuk meraih masa depan yang lebih baik. (Bagdja)
















