Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
InformatikaKesehatanRagam Daerah

Bupati Tangerang Instruksikan Skrining Kesehatan Serentak di Sekolah, Perkuat Program Cek Kesehatan Gratis

864
×

Bupati Tangerang Instruksikan Skrining Kesehatan Serentak di Sekolah, Perkuat Program Cek Kesehatan Gratis

Sebarkan artikel ini
Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk memperkuat sinergi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui penguatan berbagai program prioritas kesehatan, termasuk pelaksanaan skrining kesehatan gratis secara serentak di sekolah-sekolah.

Kab Tangerang/ secondnewsupdate.co.id – Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk memperkuat sinergi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui penguatan berbagai program prioritas kesehatan, termasuk pelaksanaan skrining kesehatan gratis secara serentak di sekolah-sekolah.

Instruksi tersebut disampaikan saat memimpin Rapat Koordinasi Program Prioritas Kesehatan Gratis Kabupaten Tangerang di Pendopo Bupati Tangerang, yang turut dihadiri Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah, Sekretaris Daerah Soma Atmaja, jajaran Dinas Kesehatan, rumah sakit, puskesmas, serta para camat. Selasa (14/7/2026).

Example 300x600

“Saya minta kepada Dinas Kesehatan, rumah sakit, puskesmas, camat, dan seluruh pihak terkait terus menguatkan komitmen serta kolaborasi dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” tegas Maesyal.

Ia mengapresiasi capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Tangerang yang hingga Juli 2026 telah menjangkau sekitar 71 persen masyarakat. 

Menurutnya, angka tersebut harus terus ditingkatkan agar seluruh warga memperoleh akses layanan kesehatan yang merata.

Untuk memperluas jangkauan layanan, Pemerintah Kabupaten Tangerang menginstruksikan Dinas Kesehatan bersama Dinas Pendidikan menyusun agenda pemeriksaan kesehatan gratis secara serentak di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA hingga pondok pesantren.

Menurut Maesyal, pelaksanaan skrining dapat memanfaatkan momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sehingga tidak mengganggu proses belajar mengajar. 

Ia juga meminta seluruh puskesmas berkolaborasi dengan kader Posyandu serta menginput hasil pemeriksaan ke dalam aplikasi SatuSehat secara digital.

Selain fokus pada layanan kesehatan gratis, rapat koordinasi juga membahas percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC).

Maesyal meminta pelaporan kasus TBC ke depan menggunakan angka prevalensi per 100 ribu penduduk agar pemetaan wilayah dan strategi penanganan lebih akurat.

Dalam kesempatan itu, Maesyal memberikan apresiasi kepada Desa Taban, Kecamatan Jambe, yang dinilai berhasil menekan angka kasus TBC melalui kolaborasi lintas sektor hingga tingkat RT. 

Jumlah kasus yang semula delapan pada 2025 kini turun menjadi tiga kasus dan tengah menuju eliminasi total.

Pemkab Tangerang juga terus memperkuat upaya menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). 

Salah satunya dengan memperketat penerapan standar operasional prosedur (SOP) kegawatdaruratan di seluruh fasilitas kesehatan.

Saat ini, RSUD Kabupaten Tangerang telah diperkuat oleh dokter spesialis Feto-Maternal yang mampu mendeteksi kelainan janin sejak usia kehamilan delapan minggu, bahkan dapat melakukan tindakan medis di dalam kandungan untuk menyelamatkan bayi. 

Selain itu, rumah sakit tersebut juga memiliki ruang perawatan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) level 3 yang mampu melayani ratusan pasien setiap bulan.

Maesyal juga menekankan pentingnya edukasi kepada ibu hamil agar rutin memeriksakan kehamilan di puskesmas. Ia meminta para kepala puskesmas, camat, kader kesehatan, dan bidan terus melakukan sosialisasi sekaligus memfasilitasi rujukan ke rumah sakit apabila ditemukan kondisi berisiko.

Sebagai langkah pencegahan jangka panjang terhadap stunting dan kematian bayi, Maesyal Rasyid kembali menegaskan pentingnya penerapan Peraturan Bupati tentang pemeriksaan kesehatan pranikah.

“Setiap calon pengantin wajib melakukan pemeriksaan kesehatan tiga bulan sebelum akad nikah. Surat keterangan sehat harus dilampirkan ke KUA sebagai upaya mencegah stunting, bayi lahir cacat, dan menekan angka kematian bayi,” ujarnya.

Di akhir arahannya, Maesyal mengungkapkan bahwa alokasi anggaran sektor kesehatan Kabupaten Tangerang saat ini mencapai sekitar 24–25 persen, jauh di atas ketentuan mandatory spending nasional sebesar 10 persen. 

Ia berharap besarnya anggaran tersebut mampu menghasilkan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Tangerang secara nyata. (Dia)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600