Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaHukumKriminalRagam Daerah

Wali Kota Cimahi Ngatiyana Siap Berkolaborasi dengan Kapolres Baru AKBP Faruk Rozi, Deklarasikan Perang Total terhadap Tramadol, Heksimer, Premanisme dan Begal

3516
×

Wali Kota Cimahi Ngatiyana Siap Berkolaborasi dengan Kapolres Baru AKBP Faruk Rozi, Deklarasikan Perang Total terhadap Tramadol, Heksimer, Premanisme dan Begal

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Cimahi Ngatiyana menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk membangun kolaborasi strategis bersama Kapolres Cimahi AKBP Mochamad Faruk Rozi guna memperkuat stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Jawa Barat, Cimahi l secondnewsupdate.co.id – Komitmen Pemerintah Kota Cimahi dalam menciptakan kota yang aman, nyaman, dan bebas dari berbagai bentuk gangguan keamanan semakin diperkuat. 

Wali Kota Cimahi Ngatiyana menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk membangun kolaborasi strategis bersama Kapolres Cimahi AKBP Mochamad Faruk Rozi guna memperkuat stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Example 300x600

Pernyataan tersebut disampaikan Ngatiyana usai melakukan silaturahmi dan pertemuan perdana dengan Kapolres Cimahi yang baru. 

Pertemuan itu bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi langkah awal menyusun strategi bersama menghadapi berbagai persoalan keamanan yang menjadi perhatian masyarakat. Rabu (5/8/2026).

Menurut Ngatiyana, sinergi antara Pemerintah Kota Cimahi dan Polres Cimahi menjadi fondasi penting dalam menjaga kondusivitas daerah, terutama menghadapi maraknya peredaran obat keras terbatas seperti tramadol dan heksimer yang belakangan menjadi perhatian serius pemerintah.

“Alhamdulillah hari ini kami bersilaturahmi dengan Bapak Kapolres Cimahi yang baru. Kami berdiskusi mengenai situasi dan kondisi Kota Cimahi, terutama langkah-langkah strategis untuk menjaga keamanan dan ketenteraman masyarakat,” ujar Ngatiyana.

Ia mengungkapkan, persoalan peredaran tramadol dan heksimer menjadi salah satu agenda utama yang segera ditindaklanjuti.

Pemerintah Kota Cimahi, kata dia, juga telah menerima arahan langsung dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi agar pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum segera melakukan langkah konkret sebelum peredarannya semakin meluas.

“Kami mendapat arahan agar segera berkoordinasi dan bergerak cepat sehingga penyalahgunaan tramadol maupun heksimer tidak berkembang lebih luas di Kota Cimahi,” tegasnya.

Untuk merealisasikan langkah tersebut, Pemerintah Kota Cimahi akan menggelar rapat koordinasi lintas sektor yang melibatkan unsur TNI, Polri, perangkat daerah, hingga elemen masyarakat.

Sinergi tersebut akan difokuskan pada upaya pencegahan, penindakan, sekaligus edukasi kepada masyarakat.

Tak hanya menyasar peredaran obat keras, kolaborasi tersebut juga akan diperluas dalam penanganan berbagai gangguan keamanan lainnya seperti aksi premanisme, penyalahgunaan narkotika, hingga tindak kriminal jalanan, termasuk begal yang meresahkan masyarakat.

Ngatiyana menegaskan, pihaknya tengah mematangkan pembentukan satuan tugas gabungan yang akan bekerja secara terpadu untuk memperkuat pengawasan serta melakukan tindakan cepat terhadap berbagai bentuk pelanggaran hukum di Kota Cimahi.

“Kami ingin menghadirkan rasa aman yang nyata bagi masyarakat. Karena itu, pemerintah bersama TNI, Polri, dan seluruh unsur masyarakat akan bergerak bersama melalui pola kerja terpadu agar Kota Cimahi benar-benar menjadi kota yang aman, tenteram, dan nyaman bagi seluruh warganya,” katanya.

Kolaborasi antara Pemerintah Kota Cimahi dan Polres Cimahi di bawah kepemimpinan AKBP Mochamad Faruk Rozi diharapkan menjadi babak baru dalam memperkuat keamanan wilayah.

Sinergi lintas sektor tersebut juga menjadi bukti bahwa pemberantasan peredaran obat keras, premanisme, narkoba, hingga kejahatan jalanan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan tersebut, Pemerintah Kota Cimahi optimistis berbagai persoalan keamanan dapat ditekan secara signifikan sehingga iklim investasi, aktivitas ekonomi, dan kehidupan sosial masyarakat dapat tumbuh dalam suasana yang aman, tertib, dan kondusif.(Bagdja-Red)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600