Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaLingkungan HidupPeristiwa

Pentahelix Dayeuhkolot Gercep Perbaiki Jembatan Sementara yang Rusak Diterjang Banjir

128
×

Pentahelix Dayeuhkolot Gercep Perbaiki Jembatan Sementara yang Rusak Diterjang Banjir

Sebarkan artikel ini
sejumlah warga perbaiki jembatan sementara yang rusak dihantam kayu gelondongan di sungai tersebut, kemarin.

Jawa Barat, Kab Bandung l secondnewsupdate.co.id — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, menyebabkan kerusakan pada jembatan penyeberangan sementara di lokasi pembangunan Jembatan Sukabirus. pada Sabtu malam (15/8/2026).

Tingginya debit air membawa batang pohon berukuran besar dan tumpukan sampah hingga menghantam struktur jembatan.

Example 300x600

Akibatnya, jembatan sementara tersebut mengalami kemiringan dan dinilai berisiko jika tetap dilalui warga.

Mendapat laporan mengenai kondisi tersebut, Tim Pentahelix Dayeuhkolot bersama relawan PRIMA langsung bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi.

Sebagai langkah antisipasi, akses jembatan sementara ditutup untuk sementara waktu. Warga yang hendak menyeberang kemudian diarahkan menggunakan jalur alternatif yang berada sedikit lebih jauh dari titik kejadian.

Ketua Pentahelix Dayeuhkolot, Tri Rahmanto, mengatakan langkah cepat dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan akibat kondisi jembatan yang belum aman.

“Kami segera turun ke lokasi begitu menerima laporan kejadian. Air bah yang datang tiba-tiba membawa batang kayu besar dan sampah menabrak jembatan yang sedang dalam tahap pembangunan ini, sehingga strukturnya menjadi miring dan tidak aman dilalui,” ujar Tri.

Menurutnya, keselamatan warga menjadi prioritas utama. Karena itu, penutupan sementara dilakukan sembari proses pembersihan dan perbaikan dikerjakan.

“Kami tidak ingin warga menanggung risiko, jadi langsung kami tutup sementara dan arahkan ke jalan lain,” tambahnya.

Saat ini, material berupa batang pohon dan sampah yang tersangkut telah ditangani. 

Pihak pelaksana pembangunan jembatan juga turun langsung bersama anggota Pentahelix Dayeuhkolot dan relawan PRIMA untuk mempercepat proses pemulihan serta mengembalikan kestabilan jembatan.

Tri mengapresiasi respons seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan tersebut.

Menurutnya, kolaborasi antara pelaksana pembangunan, relawan, dan unsur Pentahelix menjadi kunci agar persoalan dapat segera ditangani.

“Kami sangat bersyukur respons dari semua pihak sangat baik. Pengembang, relawan, dan anggota Pentahelix ikut bergotong royong membantu memperbaiki jembatan sementara yang miring,” katanya.

Pentahelix Dayeuhkolot, lanjut Tri, akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi saluran air dan infrastruktur di sepanjang aliran sungai di wilayah Dayeuhkolot. 

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mendeteksi potensi gangguan lebih dini, terutama ketika hujan deras terjadi.

“Kami berharap perbaikan ini bisa selesai segera agar aktivitas warga kembali lancar,” ungkap Tri.

Warga yang biasa menggunakan akses tersebut juga diimbau bersabar dan mengikuti arahan petugas hingga jembatan dinyatakan aman untuk kembali digunakan.

Selain itu, Pentahelix Dayeuhkolot mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan ke sungai maupun saluran air. 

Tumpukan sampah yang terbawa arus saat hujan deras dapat menyumbat aliran sekaligus menghantam dan merusak fasilitas umum.

Penanganan cepat tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi berbagai unsur melalui konsep Pentahelix dapat mempercepat respons terhadap persoalan infrastruktur dan keselamatan masyarakat di tingkat kewilayahan. (Apih)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600