Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Lingkungan HidupRagam Daerah

KSAD Maruli Simanjuntak Tinjau Teknologi Pemusnah Sampah di Bandung, Mampu Olah 5 Ton per Jam

122
×

KSAD Maruli Simanjuntak Tinjau Teknologi Pemusnah Sampah di Bandung, Mampu Olah 5 Ton per Jam

Sebarkan artikel ini
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak kini ditempatkan di Tempat Pengolahan Sampah (TPS) Ciwastra, Kota Bandung.

Jawa Barat, Bandung | secondnewsupdate.co.id Upaya mencari solusi terhadap persoalan sampah di perkotaan terus dikembangkan. 

Terobosan teknologi pemusnah sampah yang dikembangkan atas prakarsa Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak kini ditempatkan di Tempat Pengolahan Sampah (TPS) Ciwastra, Kota Bandung.

Example 300x600

Teknologi tersebut memiliki kemampuan mengolah hingga lima ton sampah per jam. Perkembangan dan pemanfaatan alat itu ditinjau langsung KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat melakukan kunjungan ke TPS Ciwastra, Jumat (4/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, KSAD didampingi Sekretaris Daerah Kota Bandung Iskandar Zulkarnain, jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung serta unsur kewilayahan.

Kasubdis Uji Dislitbangad Yayat Priatna menjelaskan, kapasitas lima ton sampah per jam tersebut dicapai melalui dua kali proses pengisian.

Pada pengisian pertama, alat menampung sekitar tiga ton sampah. Setelah proses pemusnahan berlangsung selama kurang lebih 30 hingga 35 menit, alat kembali diisi dengan sekitar dua ton sampah.

“Alat ini memang kapasitasnya lima ton per jam, tetapi itu dalam dua kali pengisian. Pengisian pertama sekitar tiga ton, kemudian setelah 30 sampai 35 menit diisi ulang dua ton,” ujar Yayat.

Teknologi Dikembangkan atas Prakarsa KSAD

Yayat mengungkapkan, pengembangan teknologi tersebut berawal dari prakarsa KSAD yang sebelumnya menginginkan adanya alat dengan kapasitas pengolahan sampah lebih dari lima ton per jam.

Namun, teknologi yang saat ini berhasil dikembangkan mampu mengolah sampah hingga lima ton setiap jam.

Tidak hanya mengandalkan proses pemusnahan, teknologi tersebut juga dirancang dengan memanfaatkan oli bekas sebagai salah satu bahan bakar.

Kebutuhan oli bekas dalam operasional alat berada di kisaran dua hingga tiga liter per jam. Sementara kebutuhan air cukup besar sehingga di lokasi TPS Ciwastra telah disiapkan sumur untuk menunjang operasional teknologi tersebut.

Panas Sampah Dimanfaatkan untuk Energi

Salah satu bagian menarik dari teknologi ini adalah pemanfaatan panas yang dihasilkan selama proses pemusnahan sampah.

Panas tersebut tidak seluruhnya dibiarkan terbuang. Sebagian energi panas dimanfaatkan untuk mendukung sistem mesin uap yang kemudian digunakan menggantikan kebutuhan energi listrik untuk menggerakkan konveyor dan alat pemilah sampah.

Dengan mekanisme tersebut, teknologi pengolahan sampah tidak hanya berorientasi pada pemusnahan sampah, tetapi juga berupaya memanfaatkan energi yang dihasilkan selama proses berlangsung.

Gunakan Dry Scrubber untuk Kendalikan Asap

Persoalan emisi menjadi salah satu aspek yang turut diperhatikan dalam pengembangan teknologi tersebut.

Untuk mengendalikan asap yang dihasilkan dari proses pemusnahan, alat dilengkapi sistem dry scrubber. 

Sistem tersebut didukung dua tangki air berukuran besar serta tabung-tabung air yang terdapat pada bagian kompor.

Komponen tersebut berfungsi membantu mengurangi emisi yang dihasilkan selama proses pemusnahan sampah.

Tak berhenti pada desain teknologi, aspek emisi juga telah melalui proses pengujian.

Yayat menyampaikan bahwa uji emisi telah dilakukan oleh PT Sucofindo dengan fasilitasi dari Dinas Lingkungan Hidup.

Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa teknologi pemusnah sampah itu dinyatakan lulus uji emisi.

“Untuk uji emisi juga sudah dilaksanakan, diuji oleh PT Sucofindo, difasilitasi oleh DLH, dan hasilnya alat ini lulus uji emisi,” kata Yayat.

DLH Bandung Mulai Operasikan Secara Mandiri

Dalam pemanfaatannya sehari-hari, teknologi tersebut kini telah melibatkan personel DLH Kota Bandung.

Personel Dislitbangad masih melakukan pengawasan terhadap operasional alat. Sementara untuk kebutuhan perbaikan ringan, personel DLH Kota Bandung telah memiliki kemampuan untuk melakukan penanganan secara mandiri.

Adapun jika ditemukan kerusakan atau kebutuhan perbaikan yang lebih besar, tim Dislitbangad akan kembali diterjunkan untuk melakukan penanganan.

Kunjungan Maruli ke TPS Ciwastra pun menjadi momentum untuk melihat langsung sejauh mana perkembangan serta pemanfaatan teknologi tersebut di lapangan.

Kolaborasi antara TNI Angkatan Darat dengan Pemerintah Kota Bandung dan DLH menjadi bagian penting dalam memastikan teknologi pengolahan sampah tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.

Dengan kapasitas pengolahan mencapai lima ton sampah per jam, pemanfaatan panas sebagai sumber energi operasional, penggunaan oli bekas sebagai salah satu bahan bakar, serta sistem pengendalian dan pengujian emisi, teknologi ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam memperkuat penanganan persoalan sampah di Kota Bandung. (Burhan).

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600