Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaRagam Daerah

Cegah Karhutla di Lereng Merapi, Babinsa dan TNGM Sisir Kawasan Rawan Kebakaran

115
×

Cegah Karhutla di Lereng Merapi, Babinsa dan TNGM Sisir Kawasan Rawan Kebakaran

Sebarkan artikel ini
Babinsa Koramil 07/Selo Kodim 0724/Boyolali, Serma Maryono dan Serka Sumanto, bersama petugas Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), melaksanakan patroli pengendalian kebakaran hutan di wilayah Resort Pengelolaan Taman Nasional Musuk-Cepogo, Jumat (4/9/2026).

Jawa Tengah, Boyolali | secondnewsupdate.co.id – Memasuki musim kemarau, kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan lereng Gunung Merapi terus ditingkatkan.

Upaya pencegahan dilakukan melalui patroli bersama sekaligus pemetaan kawasan yang dinilai memiliki potensi terjadinya kebakaran.

Example 300x600

Babinsa Koramil 07/Selo Kodim 0724/Boyolali, Serma Maryono dan Serka Sumanto, bersama petugas Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), melaksanakan patroli pengendalian kebakaran hutan di wilayah Resort Pengelolaan Taman Nasional Musuk-Cepogo, Jumat (4/9/2026).

Patroli menyusuri jalur Dukuh Ngaliyan, Desa Mriyan, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah preventif untuk memastikan kawasan konservasi tetap aman sekaligus mengidentifikasi titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi kebakaran.

Bukan Sekadar Patroli, Jalur Akses Turut Dipetakan

Patroli tidak hanya difokuskan pada pemantauan kondisi vegetasi dan potensi titik api. 

Tim gabungan juga memastikan jalur akses menuju kawasan dapat dilalui dan dimanfaatkan dengan cepat apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran.

Pemetaan jalur menjadi bagian penting dalam kesiapsiagaan menghadapi karhutla. 

Kondisi medan lereng Merapi yang memiliki karakteristik geografis tersendiri membuat akses menuju lokasi kejadian perlu diketahui sejak dini agar mobilisasi petugas dan upaya penanganan dapat dilakukan secara efektif.

Melalui kegiatan tersebut, petugas juga memperkuat koordinasi dengan unsur masyarakat dan relawan yang berada di sekitar kawasan TNGM.

Keterlibatan masyarakat dinilai penting karena warga menjadi salah satu pihak yang berada paling dekat dengan kawasan hutan dan dapat membantu mendeteksi lebih awal apabila muncul indikasi kebakaran.

Patok Batas Kawasan Gunung Merapi Ikut Dicek

Dalam patroli tersebut, tim gabungan turut melakukan pengecekan patok batas kawasan Gunung Merapi dengan lahan milik warga.

Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan batas kawasan konservasi tetap terlihat dan terjaga dengan baik. 

Kejelasan batas menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kawasan Taman Nasional Gunung Merapi dari berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu kelestarian lingkungan.

Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya menjaga keseimbangan antara keberadaan kawasan konservasi dengan aktivitas masyarakat di wilayah sekitar.

Warga Diminta Jadi Garda Terdepan Pencegahan Karhutla

Selain melakukan pemantauan, tim patroli juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar ikut menjaga kawasan Gunung Merapi.

Warga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta turut mengawasi kondisi kawasan hutan, terutama selama musim kemarau ketika kondisi vegetasi relatif lebih mudah terbakar.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada aparat atau instansi terkait apabila menemukan indikasi kebakaran maupun kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana.

Kecepatan informasi menjadi faktor penting dalam penanganan karhutla. Semakin dini sebuah potensi kebakaran diketahui, semakin besar peluang api dapat dikendalikan sebelum meluas dan mengancam kawasan yang lebih besar.

Perkuat Sinergi Jaga Lereng Merapi

Patroli bersama Babinsa dan petugas TNGM tersebut menjadi gambaran pentingnya sinergi antara aparat kewilayahan, pengelola kawasan konservasi, relawan, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian Gunung Merapi.

Pencegahan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas di lapangan. Kesadaran dan kepedulian masyarakat menjadi benteng pertama untuk mencegah munculnya titik api di kawasan hutan.

Dengan patroli rutin, pemetaan jalur, pengecekan batas kawasan serta penguatan komunikasi dengan masyarakat, diharapkan potensi kebakaran hutan di lereng Merapi dapat ditekan sedini mungkin.

Kawasan Gunung Merapi bukan hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat di sekitarnya. 

Karena itu, menjaga hutan dari ancaman kebakaran berarti turut menjaga lingkungan, sumber kehidupan, serta keberlangsungan kawasan konservasi untuk generasi mendatang. (Agus Kemplu)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600