Jawa Barat, Kab Bandung l secondnewsupdate.co.id – Sebanyak 6.000 kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) menghadiri Jambore Kader PKK Kabupaten Bandung Tahun 2026, Selasa (15/9/2026).
Jambore tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat silaturahmi, meningkatkan semangat kebersamaan, sekaligus meneguhkan posisi kader PKK sebagai salah satu motor penggerak pembangunan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Bupati Bandung Dadang Supriatna atau yang akrab disapa KDS mengatakan, keberadaan kader PKK memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah menjalankan berbagai program pembangunan, terutama karena kader berada dekat dengan keluarga dan memahami persoalan masyarakat di tingkat lingkungan.
“Peranan PKK ini sangat luar biasa. Saya sangat terbantu sekali dengan keberadaan para kader PKK. Terima kasih kepada seluruh Ketua dan kader PKK yang selama ini telah berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Bandung,” ujar KDS.
Menurutnya, kekuatan PKK tidak semata-mata terletak pada jumlah kader yang mencapai ribuan orang, tetapi pada kemampuan mereka menggerakkan masyarakat dari tingkat paling bawah.
Kader, kata KDS, menjadi mata dan telinga pemerintah di tengah masyarakat. Berbagai persoalan sosial maupun kebutuhan keluarga dapat lebih cepat teridentifikasi karena kader berinteraksi langsung dengan warga.
“Kader PKK merupakan garda terdepan. Perannya sangat penting karena langsung berhadapan dengan masyarakat dan keluarga,” katanya.
KDS juga memberikan apresiasi kepada Tim Penggerak PKK Kabupaten Bandung yang kembali menggelar Jambore Kader PKK untuk keempat kalinya.
Ia menilai jambore bukan sekadar kegiatan seremonial atau ajang berkumpul. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang mempererat persaudaraan antarkader, meningkatkan kapasitas, sekaligus memberikan penghargaan atas dedikasi mereka dalam mendukung pembangunan.
Kontribusi kader PKK, lanjut KDS, turut menopang berbagai program pemerintah daerah, termasuk upaya pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi masyarakat.
Sebagai bentuk perhatian terhadap para kader, Pemerintah Kabupaten Bandung juga terus memberikan dukungan dan perlindungan.
Salah satunya melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi kader PKK se-Kabupaten Bandung.
Tidak hanya itu, Pemkab Bandung menyiapkan sejumlah bentuk apresiasi lainnya, di antaranya lima paket umrah bagi kader berprestasi serta bantuan 20 unit rumah tidak layak huni (Rutilahu).
Dalam kesempatan tersebut, KDS menyerahkan langsung hadiah satu paket umrah kepada Aidah, kader PKK Desa Mekarsaluyu, Kecamatan Cimenyan, sebagai salah satu kader penerima penghargaan.
KDS Ingatkan Ancaman Kebakaran
Di tengah kemeriahan Jambore, KDS juga menyampaikan pesan khusus kepada ribuan kader PKK agar ikut menjadi penggerak kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman kebakaran.
Kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Bandung membuat potensi kebakaran semakin meningkat.
Berdasarkan laporan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung, hingga Selasa (15/9/2026) tercatat sebanyak 324 kejadian kebakaran.
“Saya mohon bantuan para kader PKK, jangan sembarangan membuang puntung rokok ke tempat yang kering. Kondisi sekarang sangat rawan kebakaran,” tegasnya.
KDS juga meminta kader memperkuat solidaritas sosial, terutama ketika terdapat kader maupun masyarakat yang mengalami musibah.
Ia menyebut sejumlah kader PKK di Kecamatan Kutawaringin, Arjasari, dan Pacet turut menjadi korban kebakaran.
Pemerintah Kabupaten Bandung bersama Baznas Kabupaten Bandung telah menyalurkan bantuan kepada warga terdampak, termasuk dukungan untuk perbaikan rumah.
Untuk memperkuat gerakan solidaritas tersebut, KDS meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) memfasilitasi koordinasi bantuan dari kader PKK di tingkat kecamatan.
“Kita doakan semoga para kader PKK yang terkena musibah diberikan kesabaran. Kalau ada yang ingin membantu, silakan mulai dari kader PKK di kecamatan masing-masing. Saya minta Pak Kadis PMD untuk memfasilitasi,” tuturnya.
Pembangunan Dimulai dari Keluarga
Bagi KDS, Jambore Kader PKK Kabupaten Bandung 2026 bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga pengingat bahwa pembangunan tidak selalu berlangsung dari ruang pemerintahan.
Di tengah masyarakat, ribuan kader PKK setiap hari bekerja dari lingkungan terkecil—keluarga—untuk mendorong perubahan sosial, meningkatkan kepedulian, dan membantu pemerintah menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.
Ia berharap energi kebersamaan yang lahir dari Jambore Kader PKK 2026 dapat terus dibawa para kader ke wilayah masing-masing dan diwujudkan dalam aksi nyata.
“Terima kasih kepada seluruh kader PKK yang sudah membantu keberlangsungan pembangunan di Kabupaten Bandung yang kita cintai ini,” pungkas KDS. (Apih)
















