Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
AgamaPendidikanRagam Daerah

Revitalisasi TK Al Majid Garut Rampung 100 Persen, Kepala Sekolah Soroti Kesejahteraan Guru Honorer

113
×

Revitalisasi TK Al Majid Garut Rampung 100 Persen, Kepala Sekolah Soroti Kesejahteraan Guru Honorer

Sebarkan artikel ini
Rahmi Sri Wahyuni S.Ag Kepala TK Al Majid usai diwawancarai

Garut, Jabar | secondnewsupdate.co.id – Revitalisasi sarana dan prasarana TK Al Majid di Jalan Raya Samarang Nomor 35, Kampung Honje Luhur, Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, kini telah rampung 100 persen.

Pembangunan yang mencakup sejumlah fasilitas penting sekolah tersebut bahkan dapat diselesaikan lebih cepat dari target awal tiga bulan. 

Example 300x600

Namun, di balik tuntasnya pekerjaan fisik, pihak sekolah berharap perhatian terhadap peningkatan kualitas pendidikan juga dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.

Kepala TK Al Majid, Rahmi Sri Wahyuni, mengatakan proses revitalisasi dapat dipercepat setelah jumlah pekerja ditambah. Pekerjaan disebut telah mencapai 100 persen pada 25 September 2026.

“Alhamdulillah, sebelum tiga bulan sudah beres. Pekerjanya diperbanyak dan tanggal 25 September kemarin sudah 100 persen selesai,” ujar Rahmi saat ditemui, Senin (5/10/2026).

Revitalisasi tersebut meliputi rehabilitasi dua ruang kelas, satu ruang administrasi, serta pengadaan meubeler. Saat ini, TK Al Majid memiliki sekitar 45 siswa yang terbagi dalam tiga rombongan belajar.

Rahmi mengapresiasi program revitalisasi karena memberikan perubahan langsung terhadap kondisi fasilitas sekolah.

Menurutnya, sarana dan prasarana yang lebih layak akan membantu menciptakan lingkungan belajar yang semakin nyaman bagi peserta didik.

“Dengan adanya program revitalisasi ini, fasilitas sarana dan prasarana sekolah bisa menjadi lebih baik,” katanya.

Guru Honorer Juga Butuh Perhatian

Meski pembangunan fisik sekolah telah selesai, Rahmi mengingatkan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak semata-mata bergantung pada kondisi bangunan.

Menurutnya, keberadaan guru sebagai ujung tombak proses pembelajaran juga harus mendapat perhatian, terutama karena sebagian besar tenaga pengajar di TK Al Majid masih berstatus honorer.

Ia berharap peningkatan fasilitas sekolah dapat berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan para guru.

“Jangan sampai sekolahnya semakin bagus, tetapi gurunya justru terabaikan. Sekolah dan guru harus sama-sama diperhatikan,” tegasnya.

Rahmi juga menyampaikan bahwa tunjangan sertifikasi guru disebut belum cair sejak Juli. 

Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian agar kesejahteraan tenaga pendidik tetap terjaga.

“Yang diharapkan itu tunjangan guru. Jangan hanya fasilitas sekolah yang diperhatikan, kesejahteraan gurunya juga harus sama-sama diperhatikan,” ujarnya.

Pembangunan Fisik Harus Diikuti Peningkatan Kesejahteraan

Rahmi berharap kebijakan peningkatan kualitas pendidikan ke depan tidak hanya berfokus pada pembangunan dan rehabilitasi fisik sekolah.

Menurutnya, fasilitas pendidikan yang baik akan lebih optimal apabila didukung tenaga pendidik yang mendapatkan perhatian dan kesejahteraan yang memadai.

Sebab, gedung sekolah yang representatif pada akhirnya membutuhkan guru yang dapat menjalankan proses pembelajaran secara optimal.

“Kalau sarana dan prasarananya sudah bagus, mudah-mudahan perhatian kepada gurunya juga semakin baik,” pungkas Rahmi. (Asan)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600