Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaKesehatanRagam Daerah

Gebrakan Besar Kesehatan Garut! Kemenkes Siapkan Dana di Atas Rp100 Miliar, RSUD dr. Slamet Bakal Punya Gedung Medis Terpadu

118
×

Gebrakan Besar Kesehatan Garut! Kemenkes Siapkan Dana di Atas Rp100 Miliar, RSUD dr. Slamet Bakal Punya Gedung Medis Terpadu

Sebarkan artikel ini
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI, Azhar Jaya, bersama jajarannya saat bertemu Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, (tengah) di area Klinik Utama H. A. Rotinsulu, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (26/10/2026).

Garut, Jabar | secondnewsupdate.co.id – Kabar menggembirakan datang dari sektor kesehatan Kabupaten Garut. 

Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) merencanakan penguatan fasilitas medis berskala besar, mulai dari pembangunan gedung layanan medis terpadu di RSUD dr. Slamet hingga pengembangan Klinik Utama H. A. Rotinsulu menjadi rumah sakit berkapasitas besar.

Example 300x600

Langkah strategis ini menjadi angin segar bagi masyarakat Garut yang mendambakan pelayanan kesehatan semakin berkualitas, akses pengobatan yang lebih luas, serta ketersediaan tempat tidur rumah sakit yang mampu menjawab kebutuhan warga.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI, Azhar Jaya, bersama jajarannya saat bertemu Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, di area Klinik Utama H. A. Rotinsulu, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (26/10/2026).

Kunjungan itu tidak sekadar menjadi agenda peninjauan lapangan. 

Pemerintah pusat dan daerah turut membahas kesiapan lahan untuk perluasan Rumah Sakit Rotinsulu serta rencana pembangunan gedung Central Medical Unit (CMU) di RSUD dr. Slamet yang ditargetkan mulai direalisasikan pada 2027.

CMU RSUD dr. Slamet, Proyek di Atas Rp100 Miliar

Rencana pembangunan CMU menjadi salah satu perhatian utama dalam penguatan layanan kesehatan di Kabupaten Garut.

Fasilitas tersebut dirancang sebagai pusat tindakan medis terpadu yang akan mengintegrasikan sejumlah layanan penting dalam satu kawasan.

Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI, menjelaskan, gedung CMU direncanakan memiliki luas sekitar 6.000 meter persegi dengan konstruksi dua hingga tiga lantai.

Fasilitas yang diproyeksikan hadir di dalamnya meliputi Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang operasi, Intensive Care Unit (ICU), Neonatal Intensive Care Unit (NICU), Pediatric Intensive Care Unit (PICU), laboratorium, Catheterization Laboratory (Cath Lab), serta berbagai fasilitas penunjang tindakan medis lainnya.

Besarnya cakupan layanan tersebut diharapkan mampu memperkuat kemampuan RSUD dr. Slamet dalam menangani pasien dengan kebutuhan medis yang beragam, termasuk pasien yang memerlukan tindakan khusus dan perawatan intensif.

“Seperti yang tadi disampaikan oleh Pak Bupati bahwa mungkin kalau kita semua sudah siap di 2027 akan kita bangun yang namanya Central Medical Unit di Rumah Sakit dr. Slamet,” ungkap Azhar.

Ia menegaskan, pembiayaan pembangunan CMU tersebut direncanakan sepenuhnya bersumber dari pemerintah pusat, dengan estimasi anggaran lebih dari Rp100 miliar.

Rencana ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kapasitas pelayanan rumah sakit daerah. Meski demikian, realisasi pembangunan tetap bergantung pada kesiapan berbagai persyaratan yang harus dipenuhi sebelum proyek dimulai.

Klinik Rotinsulu Diproyeksikan Jadi Rumah Sakit Berkapasitas Ratusan Tempat Tidur

Selain CMU, Kemenkes RI juga menyiapkan rencana pengembangan Klinik Utama Dr. H. A. Rotinsulu menjadi rumah sakit dengan kapasitas pelayanan yang lebih besar.

Pengembangan tersebut diarahkan untuk membantu mengatasi keterbatasan tempat tidur rumah sakit di Kabupaten Garut, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan rawat inap.

Azhar menjelaskan, kapasitas rumah sakit nantinya akan sangat bergantung pada luas lahan yang dapat disediakan untuk pengembangan fasilitas.

Apabila tersedia tambahan lahan sehingga total area mencapai sekitar 2,5 hektare, kapasitas rumah sakit diperkirakan dapat mencapai 250 tempat tidur.

Sementara itu, apabila pemerintah daerah mampu menyediakan lahan hingga sekitar 3 hektare, kapasitasnya berpotensi meningkat menjadi kurang lebih 400 tempat tidur.

“Di sini akan ada rawat inap, kapasitas tergantung luas tanahnya. Kalau luas tanahnya diberikan dapat tambahan total sekitar 2,5 hektare mungkin sekitar 250 tempat tidur bisa. Tapi kalau misalnya Pemda bisa memberikan kita 3 hektare mungkin bisa sekitar 400 tempat tidur,” jelasnya.

Besaran kapasitas tersebut masih berupa proyeksi yang bergantung pada ketersediaan lahan dan perencanaan pengembangan. Namun, rencana ini memberikan gambaran mengenai potensi peningkatan daya tampung pelayanan kesehatan bagi masyarakat Garut.

Azhar juga mengajak masyarakat untuk mendukung proses penyediaan dan pembebasan lahan. Ia mengingatkan warga agar mewaspadai praktik percaloan tanah yang berpotensi menghambat kelancaran pelaksanaan proyek.

Bupati Garut Siap Fasilitasi Lahan, DPRD Berkomitmen Mengawal

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyambut positif perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan infrastruktur kesehatan di wilayahnya.

Menurut Syakur, kunjungan jajaran Kemenkes RI menjadi momentum penting untuk memperjelas rencana pembangunan sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Dua agenda utama yang dibahas, yakni perluasan Rumah Sakit Rotinsulu dan pembangunan CMU di RSUD dr. Slamet, dinilai memiliki arti strategis bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Pemkab Garut bersama DPRD Kabupaten Garut menyatakan kesiapan untuk mendukung kebutuhan lahan sesuai persyaratan yang ditetapkan.

“Yang pada kesempatan ini melakukan kegiatan mengunjungi lokasi di mana akan dilakukan pembangunan rumah sakit, perluasan dari Rumah Sakit Rotinsulu dan yang kedua juga mengenai rencana pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Kesehatan, akan membuat unit sentral manajemen unit di Rumah Sakit dr. Slamet,” ujar Syakur.

Ia menilai, pengembangan fasilitas kesehatan harus sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat. 

Ketersediaan lahan yang memadai akan membuka peluang bagi pembangunan fasilitas yang lebih luas dan mampu melayani lebih banyak pasien.

“Alokasinya lumayan besar karena juga kita sangat berharap bahwa semakin luas tanah yang bisa kita peroleh akan semakin banyak masyarakat kita yang terlayani,” tambahnya.

Bagi Pemkab Garut, dukungan terhadap proyek ini bukan semata-mata berkaitan dengan pembangunan fisik, melainkan juga upaya memperluas jangkauan pelayanan kesehatan agar masyarakat memiliki akses lebih baik terhadap fasilitas medis yang dibutuhkan.

DPRD Garut Siap Kawal Program Strategis

Dukungan terhadap rencana pengembangan tersebut juga disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Garut, Aris Munandar.

Ia menegaskan, jajaran legislatif pada prinsipnya mendukung langkah pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat fasilitas pelayanan kesehatan.

DPRD juga siap mengawal proses perencanaan serta membahas dukungan anggaran daerah yang diperlukan untuk penyediaan dan perluasan lahan.

Menurut Aris, rencana tersebut sebelumnya telah menjadi pembahasan. Kehadiran langsung jajaran Kemenkes RI ke Garut dinilai memperkuat keyakinan bahwa program tersebut tengah dipersiapkan secara serius, termasuk dari sisi dukungan pembiayaan pemerintah pusat.

“Pada prinsipnya saya selaku Ketua DPRD dan juga teman-teman di DPRD sangat mendukung karena ini sudah menjadi wacana sebelumnya, dan diyakinkan beliau ini datang ke Garut untuk meyakinkan kita bahwa anggaran dari pusat ini akan turun,” tandasnya.

Menanti Realisasi, Harapan Baru Pelayanan Kesehatan Garut

Rencana pembangunan CMU di RSUD dr. Slamet dengan estimasi anggaran di atas Rp100 miliar serta pengembangan Klinik Utama Rotinsulu menjadi rumah sakit berkapasitas ratusan tempat tidur menjadi dua agenda penting bagi masa depan pelayanan kesehatan Kabupaten Garut.

Jika seluruh persyaratan dapat dipenuhi dan tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana, kedua proyek tersebut berpotensi memperkuat infrastruktur kesehatan daerah, meningkatkan daya tampung pasien, serta memperluas ketersediaan layanan medis yang lebih lengkap.

Kini, kesiapan lahan dan koordinasi lintas pemerintahan menjadi faktor penting untuk mendorong rencana tersebut menuju tahap realisasi.

Masyarakat pun menantikan agar komitmen pemerintah pusat dan daerah ini dapat diwujudkan secara bertahap, sehingga manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan di Kabupaten Garut. (Agung)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600