Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Gaya hidupInformatikaRagam Daerah

PWI Kabupaten Sukabumi Resmi Dilantik! MASAGI-KUAT Jadi Senjata Baru, Profesionalisme Wartawan Jadi Sorotan

1516
×

PWI Kabupaten Sukabumi Resmi Dilantik! MASAGI-KUAT Jadi Senjata Baru, Profesionalisme Wartawan Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Ketua PWI Jawa Barat, Tantan Sulthon Bukhawan (kiri) melantik pengurus PWI Kabupaten Sukabumi, dan foto bersama usai pelantikan

Sukabumi, Jabar l secondnewsupdate.co.id – Kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sukabumi masa bakti 2026–2029 resmi dilantik dalam prosesi yang berlangsung khidmat di Aula Pendopo Kabupaten Sukabumi, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Sukabumi, Selasa (27/10/2026).

Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi organisasi wartawan tersebut untuk memperkuat solidaritas, meningkatkan profesionalisme insan pers, sekaligus mempertegas komitmen dalam menghadirkan karya jurnalistik yang berkualitas, independen, dan bertanggung jawab.

Example 300x600

Prosesi pelantikan dipimpin Ketua PWI Jawa Barat Tantan Sulthon Bukhawan dengan mengusung tema “Mengakselerasi Visi MASAGI dan Misi KUAT Menuju Sukabumi Mubarokah.”

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PWI Jawa Barat Tantan Sulthon Bukhawan, Dewan Kehormatan PWI Jawa Barat Oland Sibarani, Wakil Bupati Sukabumi Andreas, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Suasana acara semakin semarak melalui penampilan paduan suara Symponia Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), penampilan tiga pelajar anggota Paskibra dari SMAN Cibadak, serta penyerahan santunan kepada anak yatim dan warga lanjut usia.

Rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari seremoni organisasi, tetapi juga mencerminkan kepedulian sosial dan semangat kebersamaan yang ingin dibangun dalam perjalanan PWI Kabupaten Sukabumi ke depan.

Dewan Kehormatan PWI Jabar Ingatkan Wartawan Jangan Abaikan Konfirmasi

Dalam sambutannya, Dewan Kehormatan PWI Jawa Barat Oland Sibarani memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan pelantikan, termasuk penampilan Mars PWI yang diiringi paduan suara mahasiswa UMMI.

Ia juga menyambut positif visi MASAGI dan misi KUAT yang menjadi arah perjuangan kepengurusan PWI Kabupaten Sukabumi periode 2026–2029.

Meski demikian, Oland mengingatkan bahwa visi dan misi organisasi harus diwujudkan melalui kerja jurnalistik yang profesional, mengedepankan ketelitian, serta mematuhi prinsip-prinsip jurnalistik.

Menurutnya, konfirmasi dan verifikasi merupakan bagian penting yang tidak boleh diabaikan wartawan sebelum menyampaikan informasi kepada publik. 

Ketergesaan dalam menyusun maupun menerbitkan berita berpotensi menimbulkan persoalan, terutama apabila informasi yang disajikan merugikan individu atau masyarakat.

“Wartawan yang tergabung di PWI harus melakukan konfirmasi ulang dalam setiap menyajikan pemberitaan. Jangan berbuat seenaknya, terutama membuat naskah yang kelak dapat merugikan narasumber secara pribadi atau publik,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kebebasan pers harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab profesional.

Akurasi, keberimbangan, verifikasi, dan penghormatan terhadap hak narasumber merupakan unsur penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap media.

Ketua PWI Jabar Dorong Peningkatan Kapasitas dan Adaptasi Teknologi

Sementara itu, Ketua PWI Jawa Barat Tantan Sulthon Bukhawan berharap kepengurusan baru PWI Kabupaten Sukabumi mampu memperkuat kekompakan organisasi, meningkatkan kompetensi wartawan, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Ia menilai perkembangan teknologi digital telah mengubah pola penyebaran informasi secara signifikan. 

Wartawan dituntut tidak hanya mampu bekerja cepat, tetapi juga memastikan informasi yang disampaikan akurat, terverifikasi, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Di tengah derasnya arus informasi, produk jurnalistik juga perlu terus beradaptasi dengan perkembangan media digital.

Selain berita berbentuk artikel, wartawan didorong mengembangkan konten video yang edukatif, menghibur, serta tetap menjalankan fungsi kontrol sosial.

Tantan menegaskan, pelantikan pengurus bukan sekadar agenda seremonial atau pergantian kepemimpinan organisasi. 

Lebih dari itu, pelantikan menjadi awal dari tanggung jawab bersama untuk menjaga mutu pemberitaan di tengah maraknya informasi yang belum teruji kebenarannya, termasuk hoaks.

Karena itu, ia mendorong PWI Kabupaten Sukabumi memperbanyak pelatihan, pendidikan jurnalistik, dan kegiatan yang mampu meningkatkan kapasitas intelektual anggotanya.

“Wartawan menjadi benteng terakhir atas beredarnya informasi yang belum tentu kebenarannya. Karena itu, perbanyak kegiatan yang meningkatkan kapasitas dan profesionalisme wartawan,” katanya.

Dorongan tersebut diharapkan menjadi landasan bagi kepengurusan baru untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia pers sekaligus memastikan wartawan mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa mengesampingkan kode etik jurnalistik.

Nuruddin Zain Syamsi Tegaskan Komitmen MASAGI dan KUAT

Ketua PWI Kabupaten Sukabumi Nuruddin Zain Syamsi menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan pelantikan maupun perjalanan organisasi.

Ia mengakui bahwa tantangan dunia jurnalistik semakin kompleks seiring perkembangan teknologi, perubahan pola konsumsi informasi, serta persaingan di ruang digital.

Dalam menghadapi perubahan tersebut, PWI Kabupaten Sukabumi berupaya memperkuat organisasi melalui visi MASAGI, yang merupakan akronim dari Maju, Sejahtera, dan Bersinergi.

Visi tersebut diarahkan untuk mendorong kemajuan organisasi, meningkatkan kesejahteraan wartawan, serta memperkuat sinergi dengan berbagai pihak. Di dalamnya juga terdapat perhatian terhadap perlindungan profesi wartawan agar insan pers dapat menjalankan tugas jurnalistik secara aman dan profesional.

Adapun misi KUAT, yang mencakup Kolaboratif, Unggul, Amanah, dan Transformatif, menjadi landasan bagi organisasi dalam membangun pola kerja yang adaptif, berintegritas, dan berorientasi pada peningkatan kualitas jurnalistik.

Nuruddin menegaskan, PWI Kabupaten Sukabumi akan tetap menjaga independensi pers sekaligus membangun hubungan yang konstruktif dengan pemerintah daerah maupun berbagai elemen masyarakat.

Menurutnya, sinergi bukan berarti menghilangkan sikap kritis. Sebaliknya, hubungan yang baik harus tetap memberikan ruang bagi pers untuk menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan publik demi kepentingan masyarakat luas.

“Kita harus selalu kompak, bersatu, mendukung, dan kritis membangun sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa setiap karya jurnalistik harus disusun secara objektif dan berimbang, dengan memperhatikan fakta serta dampak pemberitaan terhadap individu, masyarakat, dan pemerintah.

Komitmen tersebut menjadi penting agar pers tidak hanya hadir sebagai penyampai informasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ruang publik yang sehat, terbuka, dan bertanggung jawab.

Wakil Bupati Sukabumi: Pers Harus Kritis Berbasis Fakta

Wakil Bupati Sukabumi Andreas turut menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus PWI Kabupaten Sukabumi masa bakti 2026–2029 yang baru dilantik.

Ia berharap PWI terus menjalankan peran strategis dalam membangun opini publik yang sehat, meningkatkan literasi masyarakat, serta memberikan edukasi melalui pemberitaan yang berkualitas.

Andreas mengingatkan bahwa profesionalisme insan pers harus senantiasa berlandaskan Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Menurutnya, pers memiliki posisi penting dalam menyampaikan informasi sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. 

Oleh karena itu, kualitas pemberitaan harus dijaga agar informasi yang beredar benar-benar memberikan manfaat bagi publik.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah membutuhkan kritik yang membangun, terutama kritik yang disampaikan berdasarkan bukti, data, dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

Kritik yang objektif dinilai dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk memperbaiki kebijakan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Andreas turut mengapresiasi kepengurusan PWI Kabupaten Sukabumi sebelumnya atas sinergi yang telah terjalin bersama Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Ia berharap hubungan konstruktif antara pemerintah daerah dan insan pers dapat terus dipelihara, dengan tetap menghormati independensi media serta peran pers sebagai kontrol sosial.

Kepengurusan Baru Diharapkan Perkuat Kepercayaan Publik

Pelantikan pengurus PWI Kabupaten Sukabumi periode 2026–2029 membawa harapan baru bagi penguatan organisasi kewartawanan di daerah tersebut.

Melalui visi MASAGI dan misi KUAT, kepengurusan di bawah kepemimpinan Nuruddin Zain Syamsi diharapkan mampu membangun organisasi yang solid, meningkatkan kapasitas anggotanya, serta memperjuangkan kesejahteraan dan perlindungan profesi wartawan.

Namun, keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh program kerja maupun slogan yang diusung. 

Konsistensi dalam menjaga integritas, meningkatkan kompetensi, memverifikasi informasi, dan mematuhi kode etik jurnalistik akan menjadi ukuran penting dalam menjalankan amanah organisasi.

Di tengah perkembangan teknologi dan maraknya informasi yang belum terverifikasi, wartawan dituntut untuk tetap menjadikan kebenaran, kepentingan publik, dan tanggung jawab moral sebagai pijakan utama dalam bekerja.

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen terhadap independensi pers, PWI Kabupaten Sukabumi diharapkan semakin berperan dalam menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan masyarakat demi mendukung terwujudnya Sukabumi yang Mubarokah. (Bagdja)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600